Rindu kian menyiksa, ketika menyadari semuanya telah hilang.

if i look back, i am lost
$LAYYYTER
Sweet Seals For You, Always
🪼
No title available
One Nice Bug Per Day
YOU ARE THE REASON

祝日 / Permanent Vacation

izzy's playlists!
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
todays bird
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
will byers stan first human second
d e v o n
noise dept.
Peter Solarz
Cosimo Galluzzi
he wasn't even looking at me and he found me

tannertan36

No title available
seen from Croatia

seen from Singapore
seen from Brazil

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Germany
seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from Morocco

seen from Türkiye

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@langitkubersajak
Rindu kian menyiksa, ketika menyadari semuanya telah hilang.
Untuk mencapai sebuah tujuan, kamu harus terus berjalan, bukan? Tentu, jalan yang kamu lewati tidak akan mudah. Tidak sesuai ekspektasimu. Katanya, mau sampai ke tujuan? Kok menyerah duluan? Ayo dong semangat, sabar, dikit lagi juga sampai. Terus bergerak dan jangan berhenti, ya?
Januari 2020
Sudah memasuki hari ketiga bulan Januari 2020. Rupanya, semesta ingin kembali memberi tahu. Bahwa tidak perlu lagi menunggu. Cara semesta menyampaikan, membuktikan bahwa hal yang bahkan tidak akan kau sangka pun akan terjadi. Benar bahwa, semesta enggak pernah ingkar janji.
Sajak terakhir
Hadirmu, dulu menjadi hal paling menyenangkan didunia ini.
Hadirmu, dulu menjadi hal yang paling dinanti.
Hadirmu, dulu seperti pelengkap kala semesta mengkhianati.
Hadirmu, dulu menjadi obat ketika rindu tak dapat dibendung lagi.
Hadirmu, dulu membawa tawa ketika duka melingkupi.
Hadirmu, seperti secercah harapan kala putus asa menghampiri.
Kepada tuan yang dulu sempat mencuri hati,
bahwa perihal rasa yang tumbuh tak bisa kau elak. Mungkin kau bisa menghindar, tapi rasa tak bisa kau bohongi.
Terima kasih, sempat menjadi warna yang indah kala abu dan hitam menemani. Terima kasih, sempat menjadi pendengar ketika tak ada orang lain yang ingin mendengar. Hadirmu, tak akan kusesali. Pergimu, tak akan kuminta kembali. Kau tawarkan luka dan suka dalam satu waktu. Kau tawarkan jatuh dan cinta dalam satu waktu.
Aku hanya ingin berpesan, ketika kau merasa dunia ini tak adil padamu. Gapapa, mungkin yang kau butuhkan adalah menepi sejenak dari hiruk pikuknya dunia. Tapi jangan lupa kembali, ya?
Perihal mimpi-mimpimu, gapai erat lalu lepaskan satu persatu, menjadikannya nyata. Aku tau, kamu pasti bisa. Jika lelah, istirahatlah. Tak ada yang memaksamu untuk selalu baik-baik saja. Tolong, jangan bohongi dirimu sendiri.
Terima kasih sempat hadir.
Akhir Cerita di Tahun 2019
Time flies, rasanya baru kemarin tahun berlalu. Sekarang akan berlalu lagi? Terasa cepat, bukan? Bagaimana hari-harimu berlalu? Menyenangkan? Menyakitkan? Apapun itu, kamu sudah berhasil melewatinya. Jangan menyerah, ya?
2019 not my best year, but at least i've learned a lot. Bagaimana tidak? aku banyak belajar tentang ikhlas, sabar, dan segala hal yang membuat diri hampir putus asa!
Awal 2019 dimulai dari 'merasa kehilanganmu' bahkan ketika tanpa pernah memulai. Haha. Awal yang buruk hingga menjadi masalah berkepanjangan. But, it's okay. Kalau kata orang-orang, luka akan mendewasakanmu, bukan? Hari-hari terus berlalu, seperti biasa terkadang menyenangkan, terkadang menyakitkan, terkadang melelahkan. Melewati semester 5 yang penuh akan drama. Hingga sampai pada tahap di penghujung bulan 2019, Desember. Iya Desember, puncak dari segala hal. Ketika rumah tidak lagi menjadi rasa nyaman dan aman. Ketika sudah hati-hati saat mengendarai tapi musibah bisa kapan saja datang. Gapapa, itu semua proses. Ucapku pada diri sendiri. Kamu kuat, kamu hebat. Kamu sudah berhasil melewatinya dengan baik.
2019, terima kasih.
Terima kasih untuk cerita suka dan duka.
Terima kasih, bahwa memang benar waktu yang tepat menurut manusia mungkin tidak akan tepat menurut Allah.
Terima kasih, sudah membuatku mengerti bahwa ketika semesta merestui dan Allah berkehendak, maka tidak ada kata mustahil untuk terjadi.
Cara semesta bekerja lewat cara-Nya sungguh indah. Bahkan tidak bisa dipikir secara logika.
Tapi terkadang semesta juga menyakitkan, bukan? Lewat luka yang diberikan semesta, kau akan tumbuh. Dari tumbuh dan berproses itu, kau akan mengerti perihal enggak semua terjadi sesuai keinginanmu, enggak semua orang akan mengerti keadaanmu, manusia datang silih berganti, tapi yang terbaik enggak akan pernah ninggalin, sehebat apapun rencanamu, rencana-Nya adalah yang terbaik. Jangan lupa bahagia, ya? Kamu berhak bahagia dan itu pantas. Terima kasih sudah melewati ini dengan hebat dan kuat.
Semua yang terjadi pasti ada alasan dan jawaban dari setiap pertanyaanmu itu. Semesta butuh waktu untuk memberikan jawaban. Sabar. Tuhan mendengar doa dan pertanyaanmu.
Kita sama-sama mengetahui. Kita sama-sama mengerti. Tapi gengsi membuat segalanya menjadi rumit.
Terima kasih telah hadir kembali tuan, walau hanya dalam mimpi.
Semarang, 12 Juni 2019
Hai kamu, sudah lama kita tak bersua~ sehat selalu ya!
I hate seeing u online without texting me.
Langitku bersajak
Kau tawarkan tawa dan luka dalam satu waktu.
Manusia itu egois. Aku manusia. Dan kamu juga manusia. Kita semua manusia. Jangan egois, tidak semua hal di dunia ini harus tentangmu dan keinginanmu.
Langitku bersajak
Didengar
Jika ada orang yang bercerita, terkadang mereka hanya ingin didengar. Bukan solusi yang ingin didengar. Bukan, cukup didengar ketika sedang bercerita.
Jika ada orang yang bercerita tentang bagaimana ia melewati hari demi hari, tentang bagaimana ia menghadapi hiruk pikuk dunia. Maka percayalah, ia sedang lelah ketika semesta membuatnya benar-benar patah.
Jika ada orang yang bercerita. Itu tandanya, ia percaya kepadamu. Ketika ia percaya padamu, ia melewati perdebatan yang sangat tengik terhadap pikiran dan hatinya. Maka cukup engkau jaga rasa percaya yang ia titipkan padamu.
Terkadang seseorang hanya ingin didengar. Mereka tau tentang solusi, hanya saja disini ingin didengar.
Untukmu, teman
Ada dinding antara aku dan kamu.
Dinding yang entah sejak kapan terbangun.
Dinding yang sangat sulit untuk dihancurkan.
Dinding yang membuat pertemanan kita menjadi dingin.
Teman, aku rindu tawa yang kau beri.
Aku rindu saat kau bercerita.
Aku rindu saat kau berbagi cerita tentangmu. Tentang bagaimana kau akan meraihnya. Tentang lika-liku yang kau hadapi.
Aku rindu.
Mungkin kau benci padaku.
Maaf, sudah memahat kecewa. Aku sendiri juga tak ingin keadaan seperti ini. Bodohnya aku yang tak bisa menjelaskan.
Dulu, kita bercakap "jangan lupa satu sama lain ya"
Aku pun menjawab, "enggaklah, aku ga mungkin lupa. Kamu kali yang lupa sama aku."
Lalu kau menjawab dengan lantang, "enggaklah, aku tipe orang yang ga lupain temen."
Mungkin memang kau tidak lupa denganku.
Hanya saja, dinding ini yang menghalangi jalanku padamu.
Masihkah aku menjadi temanmu?
Masih bolehkah aku mendengar mimpi-mimpimu?
Masih bolehkah aku untuk mengulang semuanya kembali?
Aku rindu, saat semua keadaan tak seburuk ini.
Katamu
Katamu, aku harus menunggumu. Katamu, tunggu sebentar. Katamu, empat tahun lagi. Katamu, semua akan indah pada waktunya.
Kamu bohong tuan. Karena yang kudapat darimu hanyalah luka. Aku tak akan mengemis untuk memintamu kembali. Bukan, bukan karena rasa ini sudah tak ada. Tapi untuk apa meminta jika kau pun peduli saja tidak? Untuk menyakiti hatiku lebih dalam?
Pergilah, pergilah sejauh mungkin. Hingga tak ada lagi ruang untukmu. Aku benci, jika aku harus menunggumu. Sesuatu yang bahkan tidak mungkin kembali. Aku benci, ketika aku masih saja melihat terakhir kapan kau membuka WhatsApp. Aku benci, ketika aku masih berharap mendapat notif darimu. Aku benci, ketika aku masih berharap kelak kau akan kembali. Aku benci, kepada diri ini ketika tau menyakiti hati sendiri tapi tetap masih saja dilakukan. Bodoh? Tuan, luka yang kau berikan terlalu dalam. Hingga aku benci, ketika melihatmu online tapi tak kudapati notif darimu.
Pergimu sisakan banyak luka dan tanya. Aku disini menerka-nerka kepergianmu. Tapi yasudahlah, silahkan pergi. Jika suatu saat semesta mempertemukanku denganmu, semoga tak ada kata canggung diantara kita, yang ada hanyalah cerita baru untuk menutupi kisah lama yang selesai tapi belum usai.
Langitku bersajak
Sampai jumpa tuan, di lain kisah.
Tuan, semoga kelak kau akan mengerti bagaimana rasanya ditinggal pergi tanpa alasan. Tanpa pamit.
Untuk apa masih saja menunggu? Ketika yang ditunggu saja bahkan tidak tau diri.