Kuliah itu menyebalkan!
Kuliah itu menyebalkan! Apalagi bagian ngekosnya! Harus hemat uang jajan, harus cuci baju sendiri, pokoknya ribet deh. Tapi bagian paling menyebalkan dari itu semua adalah saat homesick mulai melanda. Awalnya sih ngerasa jauh dari orang tua itu hal yang biasa-biasa aja. Selama sehat dan ada uang, bisa kok hidup tanpa mereka. Tapi seiring berjalannya waktu, perasaan tenang ketika ada orang tua di sisi kita, seketika hilang. Pulang dari kampus, ngerasa cape tapi tetap harus ngerjain laprak, rasanya ga akan seberat ini kalau ada orang tua yang menyambut. Senyuman simpel atau ajakan untuk makan yang selama ini dirasa sepele menjadi sangat didambakan ketika jauh dari mereka.
Kadang aku berandai, semua temanku merasakan hal yang sama tidak ya. Apa aku saja yang begini? Kenapa aku ngerasa begini ya? Apa karena aku tidak punya support system di sini? Rasanya campur aduk sekali kalau memikirkan rumah. Suasana rumah yang menenangkan, sayup-sayup terdengar tukang tahu lewat, bahkan dengungan katak di kala hujan sedikit aku rindukan. Kadang ketika aku menatap langit, aku berharap kepada Tuhan agar aku bisa bertahan di Kota Hujan ini. Aku ingin menjadi lebih kuat, namun rasanya tiap hari aku butuh rumah. Apa yang harus kulakukan ya Tuhan?













