Cinta yang pergi tidak akan pernah kembali.
hello vonnie
Xuebing Du
Peter Solarz
I'd rather be in outer space 🛸
No title available
i don't do bad sauce passes
Sade Olutola
cherry valley forever

izzy's playlists!

oozey mess
sheepfilms
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

JBB: An Artblog!
Cosmic Funnies
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
dirt enthusiast
$LAYYYTER

No title available
NASA
TVSTRANGERTHINGS
seen from Malaysia

seen from Italy
seen from United States
seen from Canada

seen from Bosnia & Herzegovina

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from Switzerland

seen from United States
seen from Indonesia
seen from Malaysia
seen from Ireland
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Germany
@leochandr
Cinta yang pergi tidak akan pernah kembali.
Kerap kali, kita percaya bahwa ada cara yang benar dan salah dalam cara orang lain memperlakukan kita. Mungkin, kita berharap terlalu banyak.
Quoted from a book
Polos
Terlalu naif bagiku berharap bahwa kata-kata manis yang kau ucap akan berbuah kenyataan indah yang tetap. hati yang terlalu polos tuk paham arti dari perpisahan yang ternyata ujungnya kelam terlalu tinggi menilai hingga jatuh berdebam. haha, pandai sekali kau membuai diri ini dasar tak tahu diri semua yang kau ucap, toh ternyata hanyalah sebuah, omong kosong.
Hancur.
kau tahu, apa yang sakitnya selalu membuat, seorang laki-laki menjerit penuh penderitaan? membuat seorang berandal menangis sendu tak terperikan? membuat seorang pujangga menuliskan puisinya diatas kertas basah ditengah derasnya hujan?
membuat hati tersayat, tertusuk, sangat perih. membuat pikiran melayang, terjun cepat, menabrak tanah dan hancur. membuat jiwa seakan ingin merobek tubuhnya dan lari pontang panting berserakan. rasa itu, aku yakin, membuat seseorang ingin berteriak kencang memaki maki tak terarah.
aku mengerti, rasa itu memang sakit. sekali. rasa marah akan penolakan yang tersembunyi itu. rasa perih saat menyadari kau ternyata tidak diinginkan. rasa hancurnya hati saat ia tahu bahwa, ternyata, ia dibuang.
ibnutsabit
bagiku sunyi tanpanya adalah hiruk pikuk yang memekik di kepala dan pada lalu yang terbit malu-malu rasanya tak lebih dari sayup-sayup langit senja namun berdentum! bergemuruh tiap singgah di dada
katamu, "beranjaklah, jangan jadi lemah! bukalah pintu; hatimu butuh...
Sakit. Mungkin, satu kata itu cocok, untuk hari ini, Malam ini.
Sakit hati? Bukan. Hanya nyeri ulu hati, Ringan mungkin, Tapi, membuat semuanya, Setiap hal di malam ini, Terasa sulit, Berat.
Gugup memang, Tapi harus! Sekarang, Saat ini juga, Harus ada kata. Kata yang memperjelas semuanya, Semua hal-hal itu, Hal yang sudah lewat itu.
Hari ini. Malam ini. Entah kenapa, Ada hal yang membuatku, Bertahan. Disini. Di tempat ini. Hal yang mungkin, Buat orang orang, Sudah biasa, Namun entah kenapa, Buatku, tidak juga.
Beratnya mengucapkan, kata kata itu, Walaupun mesti berkali kali, Diucapkan, Dikatakan, Disampaikan, Tetap, bagiku, Tidak pernah terasa cukup.
Mungkin, Mungkin saja tulisan ini, Bisa membantu, Walaupun sedikit, Memperjelas semuanya. Semua perasaan, Semua hal, Yang terjadi, selama ini, Saat ini. Membuat semuanya terasa, Benar.
Hanya beberapa kata memang, Namun, Entah kenapa, Berat.
Mungkin, ya, mungkin, Dengan tulisan ini, Aku bisa, Membuat kata kata itu, Keluar, dengan lancar, halus, dan Terucap dengan, Benar.
Aku suka kamu.
leo-ochan
Jika aku diminta membuat sebuah perumpamaan Aku akan membuat perumpamaan tentang diriku dan jika engkau bertanya Aku akan umpamakan diriku sebagai Kertas putih mengapa? Karena diri ini masih rapuh.
Jiwa ini kekanak-kanakan, Seperti sebuah kertas Yang jika tersentuh sedikit...
Hari ini, Sang surya, sinarnya tak terasa terik. Hangat, menyenangkan. Aku heran, Kenapa langit begitu cerah siang ini, Awan tersusun begitu cantiknya, Semuanya membuai sekali.
Saat hujan, Tiap tetes air yang terjatuh Membentur tanah, atap rumah Entah kenapa, terdengar indah. Aku heran, Saat tubuh terhempas air, Dingin tak terasa menyengat, Malah perasaan bahagia muncul menyeruak begitu saja.
Saat berjalan, Aku lagi-lagi heran. Kenapa, kenapa semua orang Hari ini, Wajahnya terlihat cerah, Seolah-olah hari ini Adalah hari tanpa masalah sedunia.
Aku pulang, Merenung, Mencari tahu apa penyebab hari ini. Aku menoleh, Menatap dinding yang penuh lembaran Corat coret perjalanan hidupku. Saat itu, aku tersadar, Teringat sesuatu, Hal yang amat penting, Yang menjadi jawaban Atas semua kejadian hari ini. Aku tertawa, Hari ini, ternyata, Kau berulang tahun.
Ya Allah, Grant me the serenity to accept the things i can’t change.Courage to change the things i can.And the wisdom, to know the difference.
I think it’s better this way
Mengingatnya, Membuatku teringat sebuah kata, Sebuah benda, Sebuah hal yang entah kenapa, Sangat cocok sekali untuk hari ini, Sebuah api.
Ia datang begitu saja, Diundang juga tidak, Dan dengan seenaknya, ia terjang semua isi dalam hati ini, Terbakar, berapi-api, luluh lantak. Ia tertawa, terbahak-bahak, Senang sekali sepertinya, Seolah ini semua hanya mainan saja.
Tidak ada gunanya memberi ia makan, Sudah kewajibannya , Ia akan kembali membakar, tak terhentikan Jangan coba mendekat, Menyentuh apa lagi, Perih.
Jika aku diminta membuat perumpamaan Aku ingin mengumpamakan diriku Menjadi sebuah kertas putih Kau tanya mengapa? Karena diriku ini masih rapuh.
Jiwa ini kekanak-kanakan, Seperti sebuah kertas Yang tersentuh sedikit oleh api Terbakar, Hangus, Jadi abu..
Kesombongan tertancap dalam, Seperti sebuah kertas Yang terendam air Melayang.. Lunglai lemas.. Hancur..
Polos, Seperti sebuah kertas kosong Mau-mau saja, Diisi coretan-coretan buruk tak jelas Menurut, Terkotori..
Tapi, diri ini masih sadar, Masih dapat berpikir Merenungi Dan menyelami Setiap pengalaman hidup Yang layaknya sebuah kertas putih Hanya sebuah lembaran kosong Namun dan akan tetapi, Siap tergores dengan kata-kata penuh makna.
ibnutsabit
kekasih pernah ku coba tanam rasa takut di dalam dadamu akan kehilangan rimbun ia tumbuh kudoakan seperti dedaunan meneduhkan, menjauhkan kau pada apa yang di masa lalu ia tertahan
kukira ia kekal kukira ia buatmu temani aku menanti ajal ternyata dedaunan jua diperdaya...
mencarihati
hai, kamu iya kamu, aku ingin bertanya pendek saja, namun biarkan aku terlebih dahulu bercerita
bahwa setelah segala hal yang tidak pernah kamu pinta dan tidak pernah aku rencanakan diri ini tertinggal kebingungan
tidak mengerti ketika di siang aku mencari sepasang bola...
Let’s all help college students get knowledge they deserve for free:)
http://gen.lib.rus.ec
http://textbooknova.com
http://en.bookfi.org/
http://www.gutenberg.org
http://ebookee.org
http://www.manybooks.net
http://www.giuciao.com
http://www.feedurbrain.com
http://oll.libertyfund.org/index.php?option=com_content&task=view&id=380
http://www.alleng.ru/
http://www.eknigu.com/
http://ishare.iask.sina.com.cn/
http://2020ok.com/
http://www.freebookspot.es/Default.aspx
http://www.freeetextbooks.com/
http://onebigtorrent.org/
http://www.downeu.me/ebook/
http://forums.mvgroup.org
http://theaudiobookbay.com/
More Here
ikatan hati ini terlalu kuat tiap memori yang kau buat tumbuh seperti daun-daun pohon rindang tak terhitung. mata hatiku tertegun terlalu banyak, sudah terlalu banyak.
sang logika pun berjalan melihat mencari-cari berusaha memahami hati namun hati, terlalu malu menampakkan diri terlalu misterius bersembunyi dalam tumpukan daun-daun memori
hati berlari, menjauh logika berteriak, bertanya namun hati, tetap pergi tak mau dipahami.