"Yang memiliki hatiku, masih kamu."
Barangkali, itulah hal terpenting bagiku dan tersingkat untukmu yang bisa aku kabarkan sekarang, kalau-kalau kamu sudah berniat untuk memandangku, kemudian datang. Perkara esok pagi atau waktu yang lebih jauh dari itu, aku tak bisa janjikan apapun seperti para pecintamu sebelum aku atau seperti kamu yang perayu.
Lagipula, apakah kepastian akan perasaanku padamu di masa selain sekarang itu perlu? Mengingat, usia puisi dan doa-doaku yang penuh kita, bukan sebaru bayi yang lahir ke dunia.

















