Singkat, Padat dan Akad
Belakangan ini, ramai lagi isu² rumah tangga yg bikin miris & sangat menjengkelkan. Jadi ingat tahun² sebelum aku bertemu suami. Aku takut sekali dengan sesuatu yg disebut pernikahan & relasi di dalamnya. Mungkin karena aku terlalu sering mendengar + melihat langsung hubungan pernikahan yg tidak sehat cenderung rusak, dari lingkungan sekitar.
Sampai akhirnya Allah pertemukan aku dg suami, dlm tempo yg begitu singkat, padat dan akad. Masih ga nyangka sih, kalo aku bisa ada di fase sekarang. Caraku bertemu & mengenal suami memang terbilang cepat, tapi insyaaAllah dia benar² orang yg tepat.
Banyak hal² yang aku diskusikan dengan suami sebelum akhirnya memutuskan "oke, kita nikah". Yang paling pertama, waktu dia mulai mendekati hahaa, langsung ku tanya "Tujuan dia apa?". Karena aku ga bisa basa basi & males merespon orang² yg ga jelas. Ini juga sbg boundaries, supaya aku tau harus merespon spt apa kedepannya. Jangan sampai udah baper duluan, ternyata dia nya b aja. Jangan ya dek ya!
‼️Hal² penting lainnya yg aku tanyakan ke dia:
✅️ Visi misinya dlm sebuah hubungan itu seperti apa.
✅️ Gimana pendapatnya soal perselingkuhan & poligami.
✅️ Latar belakang keluarga.
✅️ Hal² yg dicari dari pasangan apa aja.
✅️ Gimana pendapatnya tentang healthy relationship.
✅️ Gimana cara dia mengelola keuangan & punya hutang apa ngga.
✅️ Gimana kalo pasangannya bekerja/tdk bekerja.
✅️ Gimana kalo anggota keluarganya ada yg tdk menyukaiku.
✅️ Gimana pendapatnya tentang anak.
✅️ Gimana kalo Allah mentakdirkan punya anak spesial, dll.
Semua pertanyaan² itu, aku harus tau jawabannya sejelas & seyakin mungkin. Misalnya mau dijudge yg gimana² juga bodoamat deh, yg penting aku tau pola pikir & sudut pandang dari laki² ini seperti apa. Untuk meminimalisir hal² yg tidak diinginkan di masa depan.
Selain itu, aku juga cari tau tentang gimana karakter dia dari orang² terdekatnya. Dan yg penting juga, cari tau dia dari background sosmed + cek di web pddikti. Aku harus memastikan, kalo orang yg sedang dekat denganku ini orang bener. Tentu minta petunjuk juga ke Allah yaa.
Karena, ketika aku memutuskan untuk mengizinkan seseorang masuk ke kehidupanku. Aku mau melakukannya secara sadar & atas pilihanku sendiri. Sehingga, ketika (naudzubillah) terjadi sesuatu yg tidak diinginkan, aku tidak perlu merasa salah pilih & menyalah²kan orang lain.
Setelah melewati berbagai diskusi dari yang berat hingga receh, akhirnya aku yakin kalau dia memang partner hidup yg tepat untuk diriku (insyaaAllah). Di pertemuan ke-3, dia datang ke rumah bawa rombongan keluarganya untuk melamar. 6 bulan kemudian kami menikah.
Sampai hari ini, baru setahun lebih usia pernikahan kami, belum ada hari dimana aku menyesal memilihnya menjadi suami (jangan sampai ada). Semoga begitu juga dengannya.
Apalagi sekarang keluarga kami udah nambah 1 member alias anak. Dan ku pastikan, anak kami ini akan sangat beruntung memiliki bapak seperti dia. Tidak bosan²nya aku meminta kpd Allah untuk jaga selalu rumah tangga & keluarga kecilku ini.
Semoga aku, kamu & kita semua selalu didekatkan dengan hal-hal baik + kebaikan di dalamnya, aamiin 🫶🏽.









