“ Bagaikan hujan yang tak pernah reda, luka hati ini telah menjadi trauma.”
Alhamdulillah bisa bertemu dengan November lagi dan musim penghujan di Singapore pun telah tiba, ada yang bilang ketika hujan turun jadi inget mantan ^_^ tapi kenapa aku malah jadi inget jemuran di kost-an hahahah
“hujan gini enaknya ngapain yah al?” tanya Lucy
“makan indomie soto hahahah.” Ditto nyaut. ( Oops iklan heeee )
Hahaha kalian ini ada - ada ajah jawab ku.
“kalau hujan tuh enak nya makan gorengan abang - abang di pinggir jalan, duh jadi kangen Jakarta ^-^.” Mdm. Lin pun ikut nyamber kaya petir di luar sana ahahah
Suhu dingin AC dan hujan tidak mendinginkan ruang kantor kami, tempat kerja ku yang sudah seperti rumah kedua, terasa nyaman dengan kehangatan teman - teman ku, juga Mdm. Lin boss ku yang luar biasa baiknya sehingga kita para pekerjanya betah semakin giat bekerja.
Tak lama kemudian alarm clock di kantor berbunyi “ yeah waktunya pulang ^_^ ” teriak lucy, dia ingin cepat pulang agar bisa bertemu anaknya.
“ al luh mau pulang bareng gak? Biar sekalian.” Tanya lucy ke pada ku yang sedang mengemas tas dan meja kerja ku.
“ engga deh cy makasih biar aku pulang sendiri naik train, lagian nanti kamu telat jemput anak.” Ucap ku.
Dan lucy pun beranjak pergi, begitu juga dengan aku, ku lihat langit dan hujan pun telah reda, ku mulai berjalan menuju MRT station terdekat.
Dan tak lama setelah itu mobil Ditto pun berhenti,
“ Alya.. pulang bareng yuk! Kita kan sejalan.” Ditto membuka jendela mobilnya dan mengajak ku pulang bersamanya.
“ apa gak ngerepotin kamu to?” Tanya ku, canggung.
Karena belum begitu dekat dengan Ditto, aku pun punya rasa malu dan canggung, dan Ditto menyadari itu.
“ gak lah al, ayo masuk” ditto membuka pintu mobilnya untuk ku.
“ gak usah canggung sama aku al, aku orang nya easy going kok , aku juga baik hati, suka menabung dan tidak sombong, hahahah” sambungnya setelah aku masuk ke dalam mobilnya dan duduk.
“ aku gak enak aja sih to takut ngerepotin kamu, oh yah kamu dah berapa lama di Singapore, Kenapa yah dulu aku ga pernah liat kamu di kantor cabang? Apa kamu baru gabung yah?” Aku dengan segala ke kepoan ku ^_* dan ternyata ditto memang asik di ajak ngobrolnya, lumayan lah bisa punya team work yang ga ribet.
“ Dari SMA al, papah ku kerja di KBRI dan beliau di pindah tugas pas aku SMA jadi aku pun ikut pindah ke sini dan aku di kantor cabang emang belum lama , sekitar 3 tahun sih, gimana dengan kamu?” Ditto kembali bertanya pada ku,
Dan begitulah terus,kita ngobrol di sepanjang jalan raya hahaha dan tetiba ada suara perut laper heeee
“Maaf al, aku laper hehehe” kata ditto malu - malu.
“Kita makan dulu yuk al mungpung masih sore nich sekalian juga makan malem biar kamu gak perlu masak di kost-an.”sambungnya.
Aku pun mengiyakan ajakan makan malem ditto,
Dan tak terasa waktu berlalu dengan cepat, sudah waktunya pulang buat kita yang sudah kenyang makan dan ngobrol panjang lebar ^_^.
Namun ada satu hal yang tidak menyenangkan ketika kita beranjak dari tempat duduk, satu suara laki - laki datang menghampiri kita,
“ Hi broo, buat apa kat sini? Tak cakap pun gi makan kat sini?” Tanya laki-laki itu.
“ haaaiiii man, ya lah broo balik kerja feel hungry sia, nie nak balik dah, kau buat apa kat sini macem nak kenduri pula pakai baju kemas sangat hahaha.” Sambung Ditto,
Aku pun terdiam melihat keakraban mereka ( whattt!!!! ditto kenal hafis??? How comes? Aku lagi mimpi atau apa ini ya tuhan, Kenapa harus ketemu hafis disini !! Lalu apa hubungan hafis dengan ditto? Kenapa mereka akrab sekali! ) aku pun tak berkedip melihat mereka, rasanya aku ingin segera pergi dari tempat ini, pergi sekarang juga.
“Oh yah sorry , she is alya putri she is Indonesian and she is my partner in my new project.” Ditto mencoba memperkenalkan aku dengan hafis.
Angan-angan ku bilang ( sadar juga si ditto kalo ada aku disini ) ya tuhan apa yang harus aku perbuat, apa aku harus pura - pura tidak kenal dia atau aku pergi saja , pura - pura ke toilet gitu atau apa ya tuhan ~_~
Rasa yg tidak menyenangkan sekali >_<
“ hah Alya?? Apa kabar you? Its been a long time since you going back to Indonesia?” Tanya hafis panjang x lebar.
“Wait!!!! You knows her??? You knows alya broo??” How comes ??? What a small world here??” Lanjut ditto.
Dan aku masih dengan bengong nya aku, ditto pun menepuk pundak ku, “alya are you ok? Are you here?” Tanya ditto heran.
“Apaan sih to aku baik - baik aja kaleee!” Cetus ku hahaha
“ hi fis I’m good thanks , how about you and your wife?” Jawab ku dengan nada males.
Tak lama setelah itu aku pun pamit pulang lebih dulu pada ditto, “ aku duluan yah to, thanks for your treat, bye ditto bye hafis.” Aku pun keluar dari restoran tempat Kita makan.
“ broo I need to go first I text you latter key, bye” ditto pun pamit pergi pada hafis untuk mengejar ku.
“Alyaaaaa , al tungguuuu, aku kan mau anter kamu pulang Kok kamu duluan aja sih, bentar tunggu disini jangan kabur yah, aku ambil mobil dulu dari parkiran.” Ditto melarang ku pergi sendirian, yang padahal aku sedang ingin sendirian namun ditto tetep kekeh ingin menghantar ku pulang.
“Alya are you ok? Sejak tadi Kita ketemu hafis aku lihat kamu bengong, ada apa? Apa aku ada Salah - Salah kata/ucapan ku ada yang menyakiti hati kamu?bicaralah al, Kenapa kamu?” Tanya ditto ( kepo) hahah
“ ditto , hafis adalah mantan ku, dia orang yang pernah dekat dengan ku dulu, dan rasanya sangat tidak menyenangkan ketika aku harus bertemu lagi dengan dia >_< ” jawab ku dengan nada lirih, sejujurnya aku pengen nangis , teriak dada ku sesak sekali ada banyak hal yang tak bisa aku ucap.
Dan beruntungnya ditto tidak menanyakan tentang hafis lagi setelah dia tahu bahwa hafis adalah masa lalu ku. Sepanjang jalan menuju kost-an ku, ditto membiarkan aku terdiam dan bertenang, mungkin dia tahu kekacauan hati ku saat ini.
Sampai lah sudah di kost-an, keluar lah aku dari mobil ditto, “thanks ya ditto, drive home carefully key.” Aku pun wave hand sama ditto.
“Alyaaa , tunggu” ditto memanggil ku dan aku pun berbalik “ Kenapa to?” Tanya ku.
“Al , aku gak tahu masa lalu kamu dengan hafis bagaimana, aku juga gak tau luka seperti apa yang kamu rasa, aku hanya ingin kamu sembuh al, I’m really sorry aku gak pernah tahu kalau hafis pernah jadi masa lalu kamu, jangan pikirin dia lagi yah, aku gak mau kamu sedih al.” Ucap ditto.
“^_^ aku baik - baik aja kok to, cuman kaget aja, seperti yang kamu bilang ( what a small world? ) bisa ketemu dia lagi setelah sekian lama dan gak pernah aku sangka kamu bisa begitu dekat dengan dia,”jawab ku,
“Aku kenal hafis lama al, dari dia nikah dengan teman kuliah ku dan aku pun gak pernah tahu bakalan ketemu hafis di restoran, maaf yah aku beneran ga tahu,”lanjut ditto.
“Ouh selama itu yah pantas kalian akrab, gak apa apa kok to, don’t worry about me yah to I’m totally fine, lagian aku sudah move on lama sekali, so ketemu mantan gak seserem ketemu hantu hahahah, aku masuk dulu yah to, bye to good night Drive Home carefully yah.” Aku pun pergi meninggalkan ditto di parkiran kost-an ku.
Entah , aku benar - benar baik atau tidak.
Yang jelas ada hati yang berantakan, entah harus bahagia bisa ketemu dia lagi atau sedih karena harus menjadi asing dengan nya,
Ku akui ada luka di hati yang membuat ku trauma untuk mengenal cinta lain, aku benar - benar ingin sembuh, lalu kenapa aku harus bertemu lagi dengan nya hari ini.
Namun segala kekacauan yang ku rasa hilang setelah ku menelpon ibu ku dan ibu ku menyarankan aku untuk ambil wudhu dan sholat agar hati ku bisa tenang lagi.
Alhamdulillah bisa setenang ini. Tidak aku hirau kan lagi hafis dan semua luka yang pernah ia beri.
Walaupun tak mudah untuk aku membuka hati karena trauma. Aku ingin sekali sembuh dari luka-luka ini ~_~.