Hari kesekian aku harus lembur ditengah kondisi kesehatanku yang makin memburuk...
Aku berusaha menyelesaikan satu persatu amanah dan janji yang telah ku buat. Amanah mendirikan sekolah, janji untuk membiayai pendidikan adik bungsuku untuk masuk pondok Tahfiz yang biayanya tak sedikit bagiku.
Aku yakin, semuanya tak sia-sia. Allah sedang membentukku menjadi lebih kuat dan kokoh berdiri tanpa mengharapkan makhluk lagi.
Untuk kesekian kali aku meminta maaf pada diri yang selalu ku paksa bekerja dibatas limitnya. Meskipun sudah di tunjang dengan suplemen agar seimbang antara pemakai jam terbang tubuh namun ia tetap ada batasnya.
Terimakasih diri, yang selalu support aku meskipun dalam kondisi memprihatinkan saat ini.
Baiklah... Setelah proyek lembur 7 malam ini selesai aku harus mengikuti kompetisi lagi, kaligrafi. Fokus untuk latihan yang juga harus kutinggalkan beberapa hari terakhir. Mungkin ini adalah lomba terakhir yang akan ku ikuti. Liburan pun sudah sejak awal undur dari dari jadwalku. Karena harus fokus pada penerimaan siswa baru angkatan pertama.
Alhamdulillah... Aku menikmati semuanya. Yang penting, setiap kali melangkah atau memutuskan sesuatu, aku menimbang terlebih dahulu. Ini benar atau tidak. Apakah sudah karena Allah. Dan skala prioritasnya apa. Meskipun sampai detik ini masih banyak hal yang harus kupelajari lagi, namun aku yakin, Allah selalu ada untukku.... Tak ada yang harus ku khawatirkan lagi. Kalaupun terbesit rasa khawatir, itu adalah bumbu kehidupan yang membuat semuanya lebih indah dan berwarna. Karena di setiap endingnya memberikan makna yang berbeda pada pengalamanku mengenal-Nya.