Bagaimana?
Kiranya aku telah sampai pada kisah dimana tanya sebenarnya tidak lagi mudah.
Begitu banyak rasa yang seharusnya tidak usah ada. Lagi-lagi selalu menyiksa diri dengan memaksa semuanya tersembunyi pada bilik kata dan senyum ini.
Menutup yang sebenarnya tidak pernah ada, meski sebenarnya luka itu semakin menganga.
Mungkin seharusnya aku beranikan saja untuk memasrahkan semuanya. Cerita hidup yang belum diketahui olehku kedepannya.
Tuhan, bila kali kedepannya sangat menyakitkan, kiranya aku sudah sangat siap mengakhiri semuanya sendiri.
Karena tidak tahu sampai kapan, mungkin pada akhirnya aku akan kalah. Harus kusudahi meski banyak tapi yang menepi.
Barangkali kamu akan membaca, semoga tidak ada asa; karena sejujurnya bukan aku yang memegang kuasa atas seluruh rasa yang telah kupergulirkan setiap harinya. Karawang, 3 Desember 2022.

















