Merantai kaki seseorang karena ketakutan kita bukanlah cinta melainkan keegoisan.
Fantasy
Fai_Ryy
Doug Jones
Color Me Curious

titsay
One Nice Bug Per Day

❣ Chile in a Photography ❣
almost home
Show & Tell
The Stonewall Inn

Origami Around
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
todays bird
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Fieri Frames
🩵 avery cochrane 🩵
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Game of Thrones Daily

No title available
No title available

#extradirty

seen from India
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Ireland

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Ecuador

seen from Malaysia
seen from Ukraine

seen from Türkiye
seen from Kyrgyzstan
seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
@madamemowlina
Merantai kaki seseorang karena ketakutan kita bukanlah cinta melainkan keegoisan.
Fantasy
"Jangan sengaja pergi agar dicari. Jangan sengaja lari biar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu."
sudjiwotedjo
Akan ada waktunya untuk masing-masing. Berhentilah khawatir.
iitsibarani
Ucapan Yang Terlambat Untuk Diri
Kembali Ia berikan kesempatan. Kesempatan yang entah akan berujung apa.
Kali ini beda.
Lebih hening, lebih dekat. Kita bersuka ria dalam dekap.
Harapku pun tak setinggi yang dulu-dulu. Tapi, tetap. Ada.
Dia.. tetap sama. Hangat dan memikat.
Aku kembali merangkai doa-doa selamat.
Kesempatan cuma sekali, dan kini Ia berikan lagi.
Selamat menikmati.
Suatu hari di car wash sebuah mall...
R : Bang, bisa cuci ga? Bisa dititipin dulu kan?
Abang CW : Bisa. Di sini woles.
R : ((nyari posisi parkir yang pas))
Abang CW : Di sini woles.
R : Iya, bang. ...abangnya ngomong apa sih, Nad?
N : Woles. (sambil ngaca)
R : Woles?
N : Iye woles. Biasaaa bahasa gaul si abang.
R : Woles kan, bang?
Abang CW : Poles.
R : Ha?
Abang CW : POLES. di-poles. bukan dicuci biasa. Biar hasilnya lebih mengkilat.
N : ooo....
R : PO-LES. ((stare at meh)). Berapa, bang?
Abang CW : 375 ribu non.
N : Akk?!
R : Oohehehe ga jadi deh bang.
Semobil-mobil, udah budeg, kismin pula.
krak krak krak~
Puncaknya, kata-kata yang tidak tumpah, pecah menjadi bulir-bulir. Lalu melebur bersama embun. Tidak ada yang tahu. Bahkan ayam pun belum bangun. Bahkan matahari masih tidur karena terlalu lelah meratapi jarak kepada bulan. Bahkan bantal kesayangannya pun ikut membantu menghilangkan jejak. Tak ada sisa setetes pun di sana. Hanya wangi shampoo kesukaannya.
Tidak ada yang tahu. Karena memang tidak perlu.
Dia mulai lagi harinya. Seolah olah semalam ia hanya mimpi yang indah-indah saja. Kotak hitam di hatinya sudah sesak, menimbulkan suara krak krak krak. Ia sadar, suatu hari si kotak akan meledak.
Terkuak.
Dan, saat itu dia sudah terlelap. Sangat nyenyak. Tak perlu lagi memikirkan yang tidak-tidak.
(Foto koleksi pribadi. Diambil di Jogja)
N.
?
Perempuan itu menyukai cerita-cerita yang berakhir dengan tanya, diikuti dengan jawaban-jawaban yang kembali menimbulkan tanya. Perempuan itu seperti tanda tanya.
Perempuan itu tidak terlalu suka bertanya. Dia lebih suka mencari. Sendiri.
Perempuan itu tidak terlalu suka ditanya-tanya. Dia sangat menikmati situasi sampai kau bisa menemukan jawab atas pertanyaan mu. Sendiri.
Perempuan itu menyukai matahari pagi yang seringkali ia lewatkan.
Perempuan itu menyukai kopi yang lambat laun harus ia tinggalkan.
Perempuan itu menyukai selimut tebal yang sudah tidak mampu lagi menghangatkan.
Perempuan itu menyukai apa-apa sampai ia tidak bisa apa-apa.
Perempuan itu terlalu jatuh cinta kepada Kenapa dan Bagaimana.
Sulit. Perempuan itu selalu bertanya-tanya. Sendiri. Dan ia tidak suka apabila tanya tak bertemu jawab.
Perempuan itu penuh kontradiksi.
Ia suka. Ia tidak suka.
Ia tidak suka, namun ia menikmatinya.
Perempuan itu suka bertanya-tanya dalam gelap, hingga ia terlelap. Berdua dengan pikirannya yang tidak pernah senyap.
N.
Bunga bank memang yang paling sehat
dr.A : Kamu di rumah pake semprot nyamuk baygon dan sejenisnya?
N : Engga dok. Kalau pangharum ruangan sih iya.
dr.A : Jangan pakai gitu-gitu lagi. Kalau mau wangi pakai bunga aja.
N : ... (((masalahnya ga ada yang ngasih bunga, dok.)))
Selamat Ulang Tahun Mama
Sebagai permohonan maaf atas lupanya anak mu ini untuk sekedar menelepon dan mengucapkan selamat ulang tahun di hari yang tepat, maka aku akan sedikit menulis..
Kalau diibaratkan kopi hitam pekat manis panas itu ayah
Tampak luar hitam kelam. Mungkin begitulah ayah, sedikit mengerikan. Hitam kelam.
Didominasi sang bubuk kopi hingga terasa sangat kental dan pekat.
Kepulan asap terlihat dari kejauhan dengan wangi semerbak kemana-mana. Ingin rasanya diseruput, tapi enggan karena panasnya takut membakar lidah.
Sabar lah menunggu sampai sang kopi hitam pekat manis panas itu menjadi sedikit lebih dingin. Ia akan semakin nikmat dengan manisnya yang khas. Lama-lama kau diserang candu lalu habislah segelas.
Mungkin begitulah ayah. Kadang rasanya susah untuk dijamah namun kau selalu rindu dengan tawanya yang khas. Rasa yang tidak akan pernah kau lupa.
Kalau diibaratkan teh tidak terlalu manis hangat itu ibu
Tampak luar bening hijau kekuningan hingga kecoklatan. Sepekat segelap apapun warnanya, kita akan tetap bisa melihat sisi transparannya.
Manis tapi tidak terlalu. Kadang terselip rasa pahit si daun teh.
Hangat, itu pun tidak terlalu. Cukuplah untuk menenangkan hari mu yang penat.
Mungkin begitulah ibu. Sesering apapun ia mengejutkan mu dengan tingkah lakunya yang ajaib. Ia selalu memberikan rasa yang pas. Sampai kau temukan rasa nyaman dan tidak ingin lepas.
Boleh lah anak-anaknya ikut mengibarat-mengibaratkan.
Mungkin kami adalah coklat vanilla latte dengan banyak batu es di dalamnya. Disajikan sendiri nikmat, diblender jadi satu menjadi candu.
Selamat ulang tahun mama. Seharusnya ini diucapkan 2 hari yang lalu. Maafkan anak mu ini yang sok-sokan mengisi kalender dengan berbagai macam reminder tapi melewatkan hari penting mu.
Salam,
Coklat Vanilla Latte dengan banyak es batu
Menjelang Ujian (2)...
Anak-anak itu memang selalu menyenangkan.
Itulah yang menjadi alasan ku untuk tetap datang ke Rumpin hari ini, padahal besok ujian. Haha. Tas ransel penuh sama diktat dan kertas-kertas catatan sebagai bekal dijalan, curi-curi baca kalau ada waktu luang.
Sialnya, pagi ini karena terlalu banyak hal-hal tak terduga, aku terpaksa harus kesiangan untuk sampai ke Rumpin. Rasanya sepanjang jalan kesaaaaaaaal. Bukan, bukan masalah materi ajar yang udah aku persiapkan sebelumnya. Tapi lebih ke aku-terlalu-rindu sama bocah-bocah di sana. Udah absen beberapa minggu ga ke Rumpin alhasil rindu menumpuk-numpuk kayak lemak di badan.
Anak-anak itu mungkin memang mengandung zat adiktif.
Atau penenang atau bahkan mungkin seperti obat-obatan terlarang ganja, morfin atau apalah itu yang memiliki efek euforia. Mahal tapi efek (sementara) yang didapat luar biasa. Toh tetap banyak yang rela bayar mahal demi mendapatkan efek bahagia ini. Atau sederhananya, mereka seperti pisang. Bikin kecanduan (at least for me) dan bahagia. *picaaang*
Mungkin, anak-anak itu sebenarnya adalah penghangat ruangan.
Sampai di Rumpin jam dimana matahari sedang tinggi-tingginya. Tapi, nyatanya hari ini tidak ada matahari. Mendung dan angin yang lumayan heboh, plus tetesan air dari langit yang belum bisa dibilang hujan ataupun gerimis. Aku, kedinginan. Sangat.
Tiba-tiba..
"Kakaaaak"
"Kakak baru datang ya?". Ngeliat napas ku yang masih ngos-ngosan sambil terus minum air putih.
"Emang rumah kakak di manaaa?"
"Kakak, aku buat ini."
Lalu tiba-tiba sebuah pesawat terbang dari kertas melayang-layang di depan ku. 1, 2, 3, 4 buah pesawat terbang. Biasa, kerjaan anak laki-laki.
Aku mengambil alih kelas 2-3 SD yang sedang belajar menggambar uang koin. Iseng aku tanya tentang penjumlahan uang, tapi aku aplikasikan kesehari-harian mereka yang memang sering sekali jajan. Aduh ga ngerti lagi deh anak-anak ini hobi bener jajan ciki-cikian, es bon bon, sejenis mie remes, dll. Lumayan lah, ada celah buat belajar.
"Kalau aku mau beli kerupuk harganya 500, permen 200. Aku harus bayar berapa?"
Sebenarnya aku takut kalau ada yang jawab, '1000 kakak. Kembaliannya biar abang kedainya aja yang ngitung.' Maklum, belajar dari pengalaman kecil yang ga bisa ngitung kembalian kalau jajan.
"700 kak!" Oke. Lumayan.
"Sekarang aku mau tambah beli ciki 1000. Jadi aku harus bayar berapa?"
"800 kak!"
"Ha? Kok 800?" Pusing sendiri aku dibuatnya.
Ternyata oh ternyata, dari penjelasan mereka, 500 + 200 + 1000 = 800, karena mereka belum bisa membayangkan penghitungan dengan cara menurun rata kanan. Jadilah si 1000 dihitung seperti 100. Aduh adik kuuuuuuuu. Yasudah lah.
Tiba-tiba..Wuzz wuzz~ rambut ku terbang-terbang.
Lagi-lagi kerjaan para anak cowok yang sekarang beralih profesi jadi membuat kipas-kipasan. Mereka kipas-kipaskan lah itu kipas kertas di belakang ku.
"Cobaaa kipasin aku sebelah sini." Lah. Kakaknya ngelunjak.
Terlalu banyak celetukan-celetukan manis mereka dikelas-tersingkat-yang-pernah-aku-ajar, hari ini. Celetukan manis yang menghangatkan. Menghangatkan kakaknya yang sedang kedinginan, bete karena terlambat, dan sedikit stress karena ujian.
Anak-anak memang selalu istimewa. Mereka bisa bikin kita gila dengan kepolosannya.
Tuhan, mereka dijadikan kado buat natal aja boleh kali, ya?
Menjelang Ujian..
Kasus : "Wanita 18th, gatal-gatal jika dikunjungi lelaki yang tertarik padanya padahal ia tidak menyukainya."
N : Hah?
R : Hm.
N : DKA apa ya?
R : . . .
N : Cowoknya bawa panu kali. Atau kurap.
R : Ini ceweknya lebih parah daripada lo, Nad.
N : !?#$@^
When I saw you,
my eyes full of stars.
Yang Kita Tidak Akan Pernah Bisa Paham
Anggaplah. Ada kaca, bening. Di depan mu, di depan ku.
Diantara kita.
Terlalu jernih warnanya hingga tak kasat mata.
Dekat tapi jauh, atau jauh tapi dekat? Entah lah. Aku lupa pepatah itu bilang apa.
Kita tidak jauh, tidak pun mendekat.
Kita di sini-sini saja.
Kau di sana, aku di sini. Saling menatap.
Saling menyentuh.. kaca.
Kita menyentuh kaca.
Si bening di hadapan kita, terlalu tajam untuk dipecahkan.
Bukankah lebih baik tidak ada yang terluka?
N.
You Kissed Me
"I kissed you."
"Haha. It'll never happen."
"I kissed you. I kissed your forehead."
"No, you didn't."
"I kissed you."
"You've said that. Three times."
"That means I really kissed you."
"How can I'm not realize when you did it?"
"I know you won't. You're busy with your world at that time."
"So, you kissed me?"
"I kissed you."
"Forehead?"
"Your favorite."
"You didn't kiss me."
"I kissed you."
Prokrastinasi. Menunda-nunda jumpa, menumpuk-numpuk rindu.
N.
Excuses are overrated Apology not accepted When I catch you with someone else Stop victimizing yourself When you want someone to hold onto I won't be there When you want someone to lie to I won't be there Somebody will always understand Somebody will always care You didn't really play your part well I'll find someone who can Somebody is gonna love me And I'm gonna love them back You didn't really play your part well I'll find someone who can She doesn't know who you are Too young to understand And you don't even know what you want And I've given you everything So when you want someone to love you I won't be there When you cry alone in your room I won't be there
I don't wanna feel this again I don't wanna feel all this pain I don't wanna feel this heartbreak I just wanna get on this plane