Apa kau benar-benar lupa? Jika iya, tolong ajari aku caranya, sebab masih tentang ikhlas yang harus dilepas secara paksa. Biar menjadi apa yang pernah aku tulis meski tidak akan pernah kembali kubaca.
Kita hanyalah kisah yang tak sanggup untuk mengkhatamkannya.
Karena telah aku berdoa semoga Tuhan selalu menjagamu dari hal-hal yang tidak baik bahkan jika itu adalah diriku. Dan aku, biarlah tetap membaca buku tentang kita berkali-kali, halaman demi halaman, lembar demi lembar dan memulainya ke bait di mana pertama kali ketika aku menulis: Aku mencintaimu
#sajak








