Terkadang kita sibuk membandingkan pencapaian kita dengan orang lain. Bukannya mengapresiasi diri tapi malah mengutuk diri. Padahal pencapaian sekecil apapun adalah bahagia yang patut disyukuri.
@paragrafofficial
sheepfilms
Alisa U Zemlji Chuda
RMH
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
h

#extradirty
No title available
Cosmic Funnies
he wasn't even looking at me and he found me
taylor price
Show & Tell
NASA
AnasAbdin
cherry valley forever
Not today Justin
I'd rather be in outer space 🛸

oozey mess
No title available

JBB: An Artblog!

PR's Tumblrdome

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from T1

seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
@maknafrasa
Terkadang kita sibuk membandingkan pencapaian kita dengan orang lain. Bukannya mengapresiasi diri tapi malah mengutuk diri. Padahal pencapaian sekecil apapun adalah bahagia yang patut disyukuri.
@paragrafofficial
Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu selepas kesabaran yang kamu lakukan selama ini, yang akan membuatmu terpana hingga lupa betapa pedihnya rasa sakit yang kamu alami selama ini. Hingga yang tersisa hanyalah rasa syukur yang membuncah di dalam dada, yang membuatmu sadar betapa baiknya Allah atas segala kehendak-Nya.
Rahasia di balik peristiwa yang Allah hadirkan ke dalam hidup kita, memang tidak boleh dipandang tanpa melibatkan iman. Sebab hanya dengan iman lah, seseorang akan dituntun untuk tetap atau kembali ke jalan terbaik dalam bagaimana cara menyikapi segenap rahasia peristiwa.
Dalam kesedihan, tersimpan pelajaran penting akan kedewasaan. Dalam kehilangan, kita diajarkan untuk menghargai tiap-tiap detik dari suatu perjumpaan. Dalam kebahagiaan, tersimpan pesan untuk jangan terlena, sebab semua yang hadir tidak lepas dari kuasa-Nya—yang berarti kapanpun diambil kembali, sangat mudah bagi-Nya.
Manusia mendewasa dengan menyelami hikmah dari peristiwa yang ia alami. Baik itu peristiwa baik, ataupun sebaliknya. Manusia menjadi kuat dan tegar, tatkala mampu memandang peristiwa getir sekalipun, menggunakan sudut pandang iman. Rasa yakin bahwa Tuhan-nya tidak mungkin bermaksud buruk bagi hamba-Nya. Bukan berarti menangis menjadi tidak penting, namun kita harus tahu bahwa segala hal dari-Nya, terkadang memang cukup kita imani saja.
Kelak ketika waktunya tiba menyingkap seluruh rahasia-Nya, engkau akan menoleh ke belakang dengan mata yang berbeda. Luka yang dulu terasa tak tertahankan akan tampak sebagai jejak kasih sayang yang tersembunyi dari-Nya. Air mata yang pernah jatuh akan menjadi saksi bahwa Allah ternyta tidak pernah meninggalkanmu sendirian dalam rasa ketidakadilan.
Saat itu, engkau juga tidak akan lagi bertanya mengapa semua ini terjadi, sebab hatimu telah memahami, bahwa semua yang Dia takdirkan untukmu adalah cara-Nya menuntunmu pulang. Menuntunmu pulang menuju versi dirimu yang lebih utuh, lebih dewasa, dan lebih dekat kepada-Nya.
"Andaikan seorang hamba mengetahui maksud indah dibalik ketetapan takdir dari Allah, niscaya dia akan menangis malu karena prasangka buruknya kepada Allah SWT." — Syaikh Mutawalli Asy Sya'rawi
Yang Tulus Memintamu Bersabar
Cinta sejati tak ubahnya perasaan ragu yang lambat laun menjadi yakin. Karena, di masa muda, kita berharap semua jawaban itu ada di depan. Tapi makin dewasa, kita memahami bahwa perasaan itu dibangun perlahan, bersama-sama.
Melewati berbagai macam cobaan di atas kesepakatan. Melakukan tata ulang setelah terhantam berbagai realita.
Jangan dulu merasa sia-sia padahal kamu belum berjuang. Hanya mengharapkan semuanya telah matang sebagaimana kamu harapkan. Kamu harus memasaknya sendiri. Meramu rasa agar tepat sesuai dengan yang kamu ingin rasakan. Semua itu bukan tidak mungkin, tapi maukah kamu bersabar?
Ternyata yang paling memahami dan mengerti diri kita adalah diri sendiri dan Tuhan. Orang lain tidak akan benar-benar memahami apa yang kita rasakan. Seseorang dapat berkata "Aku dapat memahamimu dan berusaha mengerti dirimu". Namun, sebaik-baik yang paling memahami diri kita adalah Tuhan dan diri sendiri. Jangan terlalu berharap kepada orang lain. Sejatinya, mereka juga tidak memiliki kuasa atas diri mereka sendiri. Hal ini menjadi renungan dan refleksi untuk diriku. Sebesar apapun harapan dan keinginan kita pada orang lain, kita tidak dapat memaksakan harapan kita. Sedekat apapun kita dengan orang tersebut, kita tidak boleh memaksakan keinginan kita. Apalagi keinginan itu perihal kepastian.
Tidak perlu menunggu orang yang tidak benar-benar menyayangimu. Tidak perlu menyesali kepergian orang yang sudah membuat air mata jatuh berkali-kali.
Sudah tidak lagi berharap dan berekspektasi tinggi. Cukup tau dan sayangi diri sendiri.
Di umur segini, orientasinya udah mulai bergeser ke travelling keliling dunia.
Akhir-akhir ini fokusku menurun. Hingga lupa meletakan gawai di trotoar. Di sana ramai orang berlalu-lalang, tapi pikiranku entah kemana. Seketika aku kaget dan tak percaya. Kenapa aku bisa selupa ini? Aku merefleksi ke dalam diri. Aku perlu istirahat dari memikirkan banyak hal yang tak seharusnya aku khawatirkan. Aku perlu mengambil tindakan tegas atas segala sesuatu yang membuatku kelelahan mental. Ternyata, Allah dengan sangat menyayangiku, bahkan di saat diri ini lupa, tidak fokus, pikiran kacau. Allah selalu menuntun ke arah kebaikan. Allah senantiasa memberikan kasih sayang kepada manusia lalai ini.
Ketika kamu berani melepas sesuatu yang menyakitkan, ternyata Tuhan gantikan dengan beribu keindahan dan kebahagiaan.
Barangkali Kamu Butuhkan
Judul tulisannya demikian sebab memang mungkin tulisan ini akan menemukanmu dan mungkin kamu membutuhkannya. "Nasihat Untukmu yang Sedang Mencari Pendamping Hidup" Sudah lama tidak menulis ini dan tulisan ini muncul sebab kemarin ada yang bertanya, mungkin biar tidak mengulang, kutulis saja. Sebab pembahasan seperti ini, mungkin sekali akan menemui setiap orang. Dan membahasnya dalam obrolan sehari-hari, mungkin rasanya menggelikan atau mungkin malu untuk ditanyakan.
Nasihat tentang hal ini pun banyak sekali bertebaran di luar sana, tulisan ini pun sebatas melengkapi, dibumbui dengan pengalaman pribadi yang mungkin tidak bisa dijadikan standar umum.
Salah satu hal yang kupercayai dalam hidup adalah tidak semua permasalahan hidup itu pemecahannya selalu linear. Sebagai seorang muslim, aku menyimpan nilai itu dalam diri dan menjadi sebuah keyakinan yang kuat.
Pemecahan linear itu seperti kalau kamu lapar, maka solusinya haus. Kalau ngantuk, ya solusinya tidur. Non-linear, kamu pasti juga belajar kalau kamu ingin sekali menikah tapi belum takdirnya, solusinya justru puasa.
Tapi ada sebuah skenario besar yang kuhikmahi saat itu, apakah benar bahwa kalau aku sangat ingin menikah dan waktu itu nyari pasangan hidup kok susah banget, solusinya ya berusaha kenalan ke sana kemari, atau bagi sebagian orang lain - tebar CV? Hal itu pernah kulakukan karena aku berpikir cara linear dari permasalahanku mencari pasangan hidup yang sesuai kriteria ya dengan terus mencari dengan berkenalan ke sana sini.
Hingga akhirnya aku menemukan satu cara, bisa jadi cara kita menemukan pasangan hidup yang baik dan sesuai kriteria justru dengan nganterin ibu ke pasar atau bantu beres-beres rumah. Atau bisa jadi, mijitin bapak yang kecapekan pulang kerja. Atau bisa jadi, bagi yang telah lama merantau, ya sering-sering pulang ke rumah untuk lebih banyak ngobrol sama orang tua. Bagi yang punya rezeki berlebih, menyenangkan ortu dengan pergi umroh bareng misal.
Waktu itu, satu tahun setengah aku melakukan cara itu. Dan berakhir pada tiba-tiba (tentu saja sebenarnya ini skenario Allah) kok ketemu dan jarak antara aku mengatakan niat ke pernikahan cuma 3 bulan.
Metode non-linear untuk memecahkan masalah pun saat ini kupakai dalam berbagai macam hal. Bisa jadi kesulitan kita dalam bekerja, solusinya ya mendengarkan cerita orang lain. Bisa jadi solusinya justru membelanjakan sesuatu yang disukai sama pasangan.
Kebingungan dan kekhawatiran kita atas masa depan, bisa jadi solusiya ya sering-sering nyambung silaturahmi ke berbagai orang. Atau bahkan mengirim hadiah untuk teman-teman kita. Kembali ke topik awal. Kalau selama ini kamu terus menerus menggunakan cara linear untuk kebingunganmu mencari pasangan hidup yang sesuai dengan apa yang kamu butuhkan (kriteria). Coba cari cara yang non-linear, sesuatu yang tidak berhubungan dengan masalah utamamu, sesuatu yang mungkin memudahkan orang lain, atau membuat bahagia orang-orang yang kamu cintai.
Agar kamu juga tidak berlarut-larut dalam kekhawatiran dan kebingungan, mengulang proses yang sama berulang-ulang. Seolah tidak ada jalan. Bisa jadi, jalanmu bukanlah mengikuti jalan yang udah ada, tapi membuka jalanmu sendiri. KG
bohong kalau gak pengen nikah. bohong kalau gak pengen membangun keluarga dan bisa punya seseorang yang bisa jadi tempat berbagi dan bercerita. bohong kalau gak pengen punya anak. bohong kalau gak pengen jadi ibu, gak pengen jadi istri, gak pengen jadi orang tua, dan mencoba menerapkan semua pengetahuan baik itu dunia dan akhirat yang udah dipelajari selama ini.
tapi gak bohong juga kalau makin hari, harapan itu makin menipis. makin hari makin disadarkan dengan realitas. makin diingatkan bahwa perihal mencintai dan dicintai oleh orang yang tepat adalah sebuah keberuntungan yang tak dimiliki semua orang. makin sering terpikirkan "apa gak usah nikah, ya?". makin berusaha untuk belajar ikhlas bila memang nanti gak dapat rezeki jodoh. bila sepanjang hidup harus merasa cukup dengan diri sendiri. makin dibuat lelah dengan kenyataan bahwa menyukai seseorang di usia saat ini tak lagi sesederhana dulu. sehingga bila mulai merasa tertarik dan melihat potensi pada diri seseorang dengan segera menarik diri dan mematikan perasaan tersebut pelan-pelan, karena di lain sisi kita juga mesti memikirkan kemungkinan-kemungkinan di depan. tujuannya supaya gak lagi invest waktu dan perasaan di waktu dan orang yang gak tepat.
bersama dengan seseorang terdengar menyenangkan. tapi hidup sendirian juga nampak lebih menenangkan.
Sedang berada di fase ini
Bila Takdir Menyayangimu Lewat Cara yang Tak Kamu Pahami
Tak semua kehilangan itu benar-benar kehilangan. Dan tak semua yang ditunda adalah penolakan. Kadang, yang tenggelam bukan untuk dihancurkan — tapi untuk diselamatkan dari arah yang salah. Allah menenggelamkan kapal bukan karena ingin melihatmu terombang-ambing.
Tapi karena Dia tahu: Kapal itu, jika berlayar terlalu jauh, akan membawamu ke pelabuhan yang justru mencelakakanmu. Maka Dia tenggelamkan — bukan untuk menyakitimu, tapi agar kau kembali memeluk daratan-Nya.
Kadang, cara Allah melindungimu adalah dengan mematahkan keinginanmu. Kadang, cara-Nya menyelamatkanmu adalah dengan memisahkanmu dari sesuatu yang terus kamu perjuangkan.
Bahkan ketika kamu merasa, "Aku sudah cukup berdoa, sudah cukup baik, kenapa tetap tidak diberikan?" Maka jawabannya adalah: Karena Allah mencintaimu — dengan cinta yang tahu persis kapan waktu terbaik untuk memberi. Dan kadang… cinta itu datang dalam bentuk penolakan.
Semua yang Allah tetapkan — meski menyakitkan — tetaplah yang terbaik. Karena pilihan Allah untukmu, selalu lebih tahu, selalu lebih tepat, selalu lebih menyelamatkan, dibandingkan semua pilihanmu sendiri.
Selamat bercerita dengan doa, gapapa, semua akan baik-baik saja
@jndmmsyhd
Tidak perlu menunggu orang lain merayakan hal-hal kecil berharga dalam hidupmu. Mulailah merayakan diri sendiri dan membuatnya merasa berharga setiap saat.
Semoga semua doa baik orang-orang yang sedang berjuang mewujudkan hajat dan harapannya dapat diijabah Allah.
Trust is Danger
Kamu tidak perlu susah payah menjanjikanku berbagai hal indah. Kamu tidak perlu berbicara ribuan kata manis untuk menyenangkanku. Kamu cukup berkata jujur perihal keadaan dan rasamu. Kamu tau? Semua perkataanmu terekam jelas dalam ingatanku. Berharap suatu saat kamu akan mewujudkannya.
Namun, apakah kamu tau bahwa seorang wanita hanya butuh diyakinkan? Apakah kamu memahami bahwa seorang wanita butuh pembuktian? Aku rasa tidak. Kamu lebih memilih berpihak pada egomu dan merasa diri paling sempurna.
Apakah aku selalu benar? Tentu tidak. Masing-masing dari kita menyalahkan diri sendiri. Aku berkata tanpa bisa memahami perasaanmu dan kamu tersulut emosi karenanya. Aku tau, bahwa kamu akan berkata padaku perihal egoku tinggi dan tidak pernah mau mengalah. Aku menyadari itu. Aku tidak menyalahkanmu. Aku juga tidak memandang rendah diriku. Terima kasih sudah mengajarkanku bahwa percaya pada seseorang menjadi hal yang membahayakan.
Ternyata menaruh rasa percaya pada orang lain adalah hal yang membahayakan.
Aku tidak meminta lebih, hanya ingin dicintai dengan cara yang seharusnya. Mengapa aku harus merasa bersalah karena menginginkan sesuatu yang seharusnya diberikan tanpa diminta? Namun, hal paling sederhana yang bisa kupinta darimu pun, terasa seperti beban bagimu.
Andira W.
Ruangan itu masih sangat membekas dipikiranku. Tempat yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dosis yang membuatku hampir gila . Air mata yang jatuh di hadapan manusia. Sesaknya tak terkira. Hati seolah mati rasa. Tak dapat membedakan rasa sakit dan bahagia. Bahkan, aku sempat kehilangan empati pada manusia. Jika kau tanya apa efek samping dosisnya, sungguh menangkan hati dan pikiran. Beban hidup serasa hilang dari peredaran. Rasanya semua hampa dan menangkan.
Berulang kali aku bertanya pada diri. Sebenarnya apa yang terjadi saat itu. Rasanya seperti bangun dari mimpi. Seseorang di ruangan itu berkata "masalahmu memang berat" dengan tatap mata prihatin. Napasnya berat. Namun, dosis yang diberikan padaku semakin meningkat.