Pacaran itu nyusahin. Harus begadang harus nyisihin duit buat ketemuan. Harga rumah di Jakarta mahal. Biaya hidup juga mahal. Gw nyesel pacaran. (Januari, 2020).
Not today Justin
$LAYYYTER
ojovivo

izzy's playlists!
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
h

ellievsbear
art blog(derogatory)
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
EXPECTATIONS

Andulka

bliss lane
tumblr dot com
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Today's Document

Game Changer & Make Some Noise
🩵 avery cochrane 🩵
Fai_Ryy
macklin celebrini has autism
sheepfilms

seen from Malaysia
seen from Vietnam
seen from Russia
seen from Belgium

seen from United States

seen from Panama
seen from Iraq
seen from United States

seen from United States
seen from Spain
seen from Philippines
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Vietnam
seen from France

seen from Saudi Arabia
seen from Brazil
@mamduhnaufal
Pacaran itu nyusahin. Harus begadang harus nyisihin duit buat ketemuan. Harga rumah di Jakarta mahal. Biaya hidup juga mahal. Gw nyesel pacaran. (Januari, 2020).
Memaafkan
Sebagai manusia beragama islam, memaafkan itu kudu. Ada 3 hari yang kalo lewat ada akibatnya jika gak maaf2. Dalam insidental, maaf2 juga ada di setiap tahun seperti di awal ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Maaf2 memang dimulut gampang. Apalagi buat mereka yang orangnya gakenakan. Tapi buat mereka yang dendaman, behh susah beuddd. Saya punya orang deket yang masih belum maaf2. Yaa, dimulut udah sih tapi pas ketemu sama orang yang entu, masih aja rada dongkol. Hmm Pagi ini ujan dan saya mau ke sukabumi. Soal maaf saya masih ada benih2 kesel dan dongkol sama beberapa orang. Ada 1,2,3 *sambilngitungpakejari orang yang gimana yaa. Kaya, gak mau aja gitu kalo ketemu lagi sama mereka. Itu tidak baik dan saya akui itu salah. Saya pun sampai sekarang berusaha memaafkan. Kemarin salah satu dari mereka mengirim email ke saya. Mengucapkan selamat atas wisuda saya. Pun saya membalas. Memaafkan. Selepas wisuda saya sudah memaafkan.
Bagi gw Azzam bakal jadi sutradara hebat. Film loe absurd betul. Jakarta 25 Januari 2020.
Gw mulai sadar kalo dia bukan. Harus dibikin rencana buat pergi.
Yg jadi bayang2 pengganggu hubungan gw sama dinar tuh bukan cewe lain. Tapi soal rasa kangen gw buat ngejomblo dan ngumpulin duit buat beli rumah. Dah itu aja.
Jakarta 1 September 2019.
Banyak maunya tapi ga ada daya jadi delusi semata. Makan makan Overthinking
Mau mau mau
Mau sambat lagi. Gini gw malam minggu ini merasa gitu2 aja. Kadang kalo gitu2 aja gw ngerasa salah. Salah karena ga punya pacar. Salah karena dian gw tinggalin. Salah karena gw keluar dari tirto. Gw pgn punya pacar. Pgn punya kerjaan yang bisa gw pamerin macam dulu kerja di tirto. Tapii ya ini semua salah gw juga. Tuh kan salah lagi. Mengaku salah itu dosa ga sih? Secara psikologis salah ga sih? Gw sekelebat merasa kalau yang gw lakukan saat ini lebih baik. Gw dapat kerjaan enak dan kesempatan istirahat yang cukup. Soal dian dan tirto sekelebat juga gw maafkan. Mungkin Dian emang bukan jodoh gw dan tirto bukan tempat bekerja yg cocok. Oh iya gw mau lanjut s2 di mercubuana. Bsk mau beresin pendaftaran biar senin bisa gw kasih berkasnya. Doain gw ya. Dengan s2 gw mau meningkatkan karir. Mau dapat gaji besar dan cukup buat gw berkeluarga. Gw mau nikah ahhh abis kelar s2. Udah gitu aja dulu.
Kamis 10 Januari, Terima Kasih
Hari ini gw gak masuk kerja karena sakit. Gw istirahat dan ketemu sama Faiz.
Gw kecewa sama sakit tapi juga lega. Ada beberapa kejadian yang gw hindari karena gw sakit.
Selama istirahat gw memikirkan banyak hal. Soal asmara, jenjang karir, orang tua dan rencana hidup.
Semua beradu dan jenjang karir paling dominan.
Gw goyah untuk melanjutkan jenjang karir sebagai sosiolog. Alasannya karena gw gak mau egois dengan cara gw untuk mendapatkan karir tersebut.
Menjadi sosiolog artinya gw harus melanjutkan studi S2 jurusan sosiologi. Di UI, jurusan itu gak ada kelas karyawan.
Kalo gw mau kuliah disana otomatis harus resign dari kantor buat fokus kuliah kaya pas S1.
Gw awalnya siap untuk menghadapi resiko tersebut. Tapi lama-kelamaan gw ragu juga.
Ini soal orang-orang yang gw sayang. Tahun ini bokap gw pensiun dan tahun depan mama yang menyusul.
Kalo gw cabut kerja otomatis pembiayaan kuliah gw ditopang sama mereka. Kuliah S2 mahal dan gw belum mampu mendapatkan beasiswa dalam waktu dekat.
Gw gak mau menyusahkan orangtua gw demi ego pribadi. Gw takut merasa kalau sepanjang jalan nanti gw bakal kepikiran terus dan jadi kacau.
Gw gak mau egois.
Ada opsi lain yakni lanjut S2 komunikasi di Universitas Paramadina atau Mercubuana. Mereka ada kelas karyawan dan biaya kuliah terjangkau sama gaji.
Gw mau melanjutkan kuliah di komunikasi dan meneruskan karir gw sekarang.
Gw gak mau egois sama diri gw sendiri. Ini kayanya soal cara bersyukur atas apa yang didapat dengan mengembangkannya lebih baik lagi.
S2 komunikasi adalah cara gw buat berkembang. Gw bisa jadi humas dan berkantor layaknya karyawan kebanyakan.
Jika ini gw ambil maka gw harus siap buat kerja lebih lama lagi disini. SIap?
{Alterego}
Ini bukan soal apa kata orang tapi kondisi loe fal. Loe udah mulai mengenal diri loe baik kelebihan dan kekurangan.
Ini soal kebahagian diri loe dengan menerima apa yang terjadi sekarang. Bukan soal melupakan dian, menyesali keluar dari kantor lama atau berharap menjadi peneliti bakal lebih keren.
Bahagia atas apa yang didapat juga menjadi cara buat diri loe menjadi hidup.
Sekarang loe bisa les bahasa inggris, ikut kelas tahsin, olahraga dan punya banyak waktu buat keluarga.
Yang kemarin itu coba loe terima sebagai sebuah kisah. Bebas loe mau sebut itu kesalahan hidup juga ga apa2.
Untuk menerima kayanya loe udah mulai mampu. Loe udah bisa menerima kalau Dian udah pergi jauh.
Loe udah bisa menerima jenjang karir kemarin waktu jadi wartawan nasional.
Eh loe sekarang solatnya shubuhnya sering di mushola loh. Hebat loe.
Jadi fal, coba aja jalanin yang ada saat ini. Pikirkan sejenak soal karir loe itu dan solat untuk meminta jalan dari Allah swt. Semangat fal!
2019 saya mau mencoba lagi ujian S2 sosiologi. Semoga lolos.
-31 Desember 2018
Hak untuk Malas?
Bermalas2an adalah hak biar bisa selow. Kata Pak Asep dulu ada pekerja malaysia yg bermalasan2 sebagai tanda perlawanan.
Bermalas2an adalah hak biar bisa jadi manusia.
Ah yg bener?
Gw ga terlalu nyaman dengan pekerjaan yang dibawa ke rumah. Sampai malam aing kerjain asalkan di kantor. Rumah bagi gw tempat buat istirahat
Ceritanya lagi ngoreksi
Content writer adalah jalan tengah.
Bicaralah
Saya mengikuti program bahasa Inggris di Easy Club English Jakarta. Nama kerennya Kampung Inggris Jakarta. Saya baru mengikuti kelas hari pertama dan langsung mengalami peningkatan kelas dari USA ke Singapore. Keren kan? Hahah
Saya terkesan belajar di Kampung Inggris Jakarta. Pasalnya pada pertemuan pertama saya disuruh bicara. Jangan pikirkan grammar. Yang penting bicaralah. Aturannya 30 kata per menit. Semakin meningkat kelasnya semakin banyak. Targetnya adalah 60 kata per menit. Wedeh.
Saya senang jika disuruh bicara. Saya tak kehabisan ide untuk bicara. Tinggal sekarang saya harus menghapal kosa kata baru agar cerita saya bisa tersampaikan.
Entah mengapa saya suka metode seperti itu. Ditambah belajar bahasa Inggris adalah mimpi saya. Bahasa Inggris jadi kendaraan saya untuk bekerja lebih mapan. Cieilah.
Jakarta, 1 Agustus 2018.
Masih Soal Hitam dan Putih
Saya baru sadar kalau ada abu2. Ada kemungkinan dari setiap kesalahan. Saya jadi teringat dins. Jika saya lebih kuat saya bisa menemukan abu2 dari dins. Saya bisa memberikan kado kepadanya secara langsung.
Jika saya lebih kuat saya bisa menemukan abu2 dari karir bermusik saya. Selepas mulai kuliah saya bisa menemukan abu2 itu. Bermain musik sambil menulis dan belajar sosiologi. Bisa kan?
Terimakasih atas masukan psikologisnya. Saya jadi sadar kalau masih ada abu2. Saya mau mencobanya sekarang. Saya mau melamar jadi penulis di aliansi remaja sambil mengajar. Saya mau mencari abu2 itu. Tetap bisa belajar menulis sambil mengajar. Gitu.
Setelah itu saya akan mencari abu2 di diri dins. Saya mau pelan2 berkenalan lagi dengan dins untuk memberikan kado kepadanya. Semoga. Amin.
Jakarta, 30 Juni 2018
Dicari abu2 dalam kehidupan saya
Saya akhirnya menemui psikolog. Tepatnya psikolog di Puskesmas Kemiri Muka Depok. Saya gugup. Saking gugupnya saya lupa dengan nama psikolog yang menemani saya. Yang saya tau dia tak berhijab dan berkacamata.
Saya bercerita kalau akhir2 ini saya ingin menjedotkan kepala saya di westafel. Tepatnya westafel rumah. Saya ingin terluka dan meratapi kesalahan saya.
Dari situ saya bercerita tentang apa yang terjadi. Pertama soal pekerjaan saya saat ini. Psikolog itu memberi saran. Sarannya dia meminta saya mencari plus minus pekerjaan warawan dan guru. Selain itu dia meminta saya untuk mencari pekerjaan freelance wartawan. Tujuannya agar saya tetap menulis tanpa harus pergi menjadi guru.
Kemudian saya bercerita lagi. Kali ini saya bercerita tentang kesalahan saya. Kesalahan komunikasi yang membuat saya menjadi takut pada Bang Jay, Bang Mufti dan Bang Rio. Takut untuk membicarakan kesulitan saya mencari berita. Dia bilang saya salah. Saya gagal mencari abu2 dalam sebuah warna hitam dan putih. Saya tak berani berbicara kepada mereka selepas kerja. Membicarakan tentang hal2 penulisan. Bukankah itu yg saya cari di tirto??
Hal itu pula yang membuat saya seperti ini. Saya menjauh dari Dian dan menjauh dari dunia penulisan yang merupakan kegiatan yang saya sukai sejak dulu. Saya akui ini salah. Saya gagal mencari abu2 disana.
Dari abu2 itu saya salah melihat dunia. Saya selalu menganggap kalau orang2 memandang negatif tentang saya. Mereka memandang sinis jika saya memilih menjadi guru ketimbang menulis. Padahal itu belum tentu benar. Saya harus membuktikan. Jika tidak ada berarti argumen tersebut salah.
Saya selesai berkonsultasi sekitar pukul 10.00 WIB. Saya merasa cukup lega. Ada jawaban dan pekerjaan rumah yang saya dapat. Jawaban atas keresahan saya selama ini dan pekerjaan rumah yang harus saya lakukan untuk memperbaiki semuanya. Ya begitulah. Jakarta, 30 Juli 2018
Ada yang jual obat dari virus iri dengki ga? Kalo ada japri ya. Soalnya hati aing sering diserang sama tuh virus.
Pada akhirnya aku meninggalkanmu pelan2. Aku sadar jika mendekatimu lagi artinya menikah. Maaf aku belum siap untuk sekarang. Ciyeee