Fikiran yg aku ingin hilangkan adalah saat dimana aku ingin bertemu Ayah, lalu aku merasa akan bertemu. Tapi tiba-tiba aku ingat kalau Ayah sdh tiada. Bagaimana aku ingin berjumpa?:’(
noise dept.

ellievsbear
AnasAbdin
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
🪼

祝日 / Permanent Vacation
hello vonnie

izzy's playlists!
KIROKAZE
will byers stan first human second

Kiana Khansmith
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
d e v o n
tumblr dot com
almost home
occasionally subtle
Cosmic Funnies
Misplaced Lens Cap
styofa doing anything
Show & Tell

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Spain
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Singapore
@marwainovitri
Fikiran yg aku ingin hilangkan adalah saat dimana aku ingin bertemu Ayah, lalu aku merasa akan bertemu. Tapi tiba-tiba aku ingat kalau Ayah sdh tiada. Bagaimana aku ingin berjumpa?:’(
Relakan Saja
Jika seseorang yang kamu inginkan berusaha menjauhimu, mungkin baginya kamu memang payah. Ia punya standar yang gagal kamu penuhi, karena itu ia pergi. Relakan saja. Bila perlu, beri ia sayap agar dapat terbang sejauh yang ia mau. Setidaknya, dengan begitu, kamu punya ruang untuk introspeksi diri. Merenung tentang hal-hal yang harus kamu perbaiki. Setidaknya, dengan begitu, kamu punya keleluasaan untuk menemukan seseorang yang lain. Menanggalkan kaca mata kuda yang selama ini kamu kenakan dan mulai mencari dengan sudut pandang lebih luas. Pasti ada seseorang di sana. Yang kamu inginkan dan menginginkanmu. Yang kamu hargai dan menghargaimu. Yang kamu terima kelemahannya dan bersedia memaafkan ketidaksempurnaanmu. Pasti ada seseorang di sana, yang hatimu bergetar kala menatapnya dan tersipu saat kamu memujinya. Ia yang tak rela membiarkan sebelah tanganmu menepuk-nepuk udara. Ia menyambut sebelah tanganmu dengan tepukan, lalu terdengarlah suara cinta.
…
Buku Belajar Mencintai (2019)
Mendalam
Mengapa, pembicaraan yang mendalam, tidak semua orang ingin mendengarkan? Seperti membicarakan tentang kematian, tentang rahasia diri, tentang hal-hal yang tersembunyi, sesuatu yang tidak pernah ditampilkan di keseharian. Tentang hal-hal yang membuatmu tertekan, depresi. Tentang harapan-harapan yang berkembang tanpa pegangan, terbang tinggi lalu hilang. Tentang orang tua yang kita nilai, tidak mampu memahami kita. Tentang kita, dan hal-hal yang kita takutkan.
Mengapa tulisan-tulisan yang mendalam tidak laku dibawa ke pembaca. Yang surface, yang banyak bicara kisah indah dan cinta, yang tidak perlu memahaminya dengan berpikir, lebih mudah diterima? Mengapa hal-hal yang mendalam hanya beresonansi ke sedikit orang? Apa mungkin karena kedalaman setiap orang dalam memahami sesuatu, mengobservasi, dan daya tahannya untuk berpikir lama, itu berbeda? Bagaimana jika, kita bicara hal-hal yang mendalam di ruang publik. Bicara dari hati ke hati, tentang segala sesuatu yang membosankan di dunia ini, tentang lelahnya kita dituntut untuk seperti ini dan itu oleh persepsi masyarakat, tentang tuntutuan-tuntutan keluarga yang membuat kita bingung bagaimana caranya menjadi anak yang berbakti sekaligus memenuhi hasrat dan tujuan penciptaan kita.
Bagaimana kalau ruang-ruang yang mendalam itu dibawa ke dalam tulisan-tulisan, apakah kamu mau membacanya? Menyisikan sebagian besar waktu dan energimu untuk memikirkannya. Memahaminya.
Karena aku selalu mencari orang-orang yang mau diajak menyelami hidup ini jauh dari permukaannya, karena sepi sekali di sana, gelap sekali di sana. Maukah kamu menyelami hidup ini sejauh itu dan siap menemukan sesuatu yang mengejutkan dari dirimu sendiri? Siapkah kita semua menerima kebenaran, karena selama ini kita kan sibuk mencari pembenaran? Siapkah kita menerima kenyataan, karena selama ini kan kita sibuk hidup di dalam angan-angan? ©kurniawangunadi
Dia sedang berusaha mengerti kamu dengan caranya, disisilain kamu tengah sibuk mengkritik ketidak sempurnaan dirinya.
Pada kenyataannya kita memang mesti bersabar ketika ingin belajar mengerti, atau ketika sedang melihat ketidak sempurnaan pasangan hidup kita.
-SatriaUtama
Superb Articles : "Setahun Bersama Superb Mother" (04 Januari 2013-04 Januari 2014)
Dalam rangka milad Superb Mother yang pertama, Mom merangkum seluruh artikel (tidak termasuk quotes dan gambar) yang telah di post oleh admin-admin kami, baik di akun Tumblr (superbmother.tumblr.com) , Twitter (@SuperbMother), ataupun Facebook (Superb Mother) selama 1 tahun kebelakang. Selain untuk memudahkan Superb sekalian dalam membaca, ini juga sebagai sebuah hadiah milad kecil-kecilan, bentuk terima kasih kepada para followers yang telah mendukung keberlangsungan Superb Mother hingga saat ini dan (semoga) seterusnya. Total keseluruhan ada 78 judul artikel yang dikategorikan menjadi 5 kelompok besar.
Selamat Membaca, Dear. Semoga bermanfaat :)
Pernikahan dan Kehidupan Rumah Tangga
Mitos dan Fakta Seputar Pernikahan
Stres Menjelang Pernikahan
Menikah? Yes! Depresi? No!
Kedudukan Mahar dalam Akad Nikah
Tentang Nikah ( http://chirpstory.com/li/180684 )
Peran Istri dalam Keluarga
What A Wife Should Do?
Peaceful Mom, Peaceful World
Berdustanya Suami Kepada Istri
Empat Kunci Rumah Tangga Harmonis
Akhlak Bertetangga
3 Cara Menjadi “Bocah” di Depan Istri
Menciptakan Hubungan Komunikasi yang Baik dengan Pasangan
Manfaat Menikah ( http://chirpstory.com/li/46588 )
Kenali Bahasa Cinta-mu :) (http://chirpstory.com/li/180806)
Persiapan (Teknis) Menuju Nikah (http://chirpstory.com/li/180761)
3 Hal Penting dalam Berumah Tangga (http://chirpstory.com/li/180770)
Indikator Kebahagiaan dalam Hidup (http://chirpstory.com/li/180777)
Persiapan (Teknis) Menuju Nikah (http://chirpstory.com/li/180761)
Suami Siaga Saat Istri Hamil dan Melahirkan (http://chirpstory.com/li/180773)
Mendidik dan Merawat Anak
Rumah Seperti Neraka?
Pendidikan Rumah
Jika Anak Bertanya Tentang Allah
Mengurus Anak (1)
Mengurus Anak (2)
Mengurus Anak (3)
Mendidik Anak dengan Sabar, Senyum, dan Sentuh (3S)
Anak Gaul : Cara Ridwan Kamil Mendidik Anaknya
Qaulan Sadiidaa untuk Anak Kita
Empat Momen Spesial
Hipnosis Untuk Si Buah Hati
Empat Tipe Pengasuhan Anak
Tentang Anak (http://chirpstory.com/li/180781)
Mengajarkan Disiplin pada Anak ( http://chirpstory.com/li/180557)
Pola Interaksi dengan Anak (http://chirpstory.com/li/180808)
Working Parents (http://chirpstory.com/li/47249 )
Makna Tangisan Anak (http://chirpstory.com/li/180613 )
Part-Time Mother (http://chirpstory.com/li/180790)
Peran Ibu, Seberapa Pentingkah? (http://chirpstory.com/li/180785)
Perbedaan Anak Laki-Laki & Perempuan (http://chirpstory.com/li/180814)
Menjadi Pendengar yang Baik Untuk Anak (http://chirpstory.com/li/47550 )
Anak Pendiam dan Anak Emosional (http://chirpstory.com/li/180696 )
Kekuatan Doa dalam Pengasuhan Anak (http://chirpstory.com/li/180792)
“Labelling”, Apa Itu? (http://chirpstory.com/li/180772)
5 Tipe Kepribadian Bayi ( https://www.facebook.com/photo.php?fbid=363423663771487&set=a.329164667197387.79720.329143150532872&type=1&theater )
Stimulasi Dini pada Bayi (http://chirpstory.com/li/55356 )
Children Learn What They Live ( https://www.facebook.com/photo.php?fbid=336739863106534&set=a.329164667197387.79720.329143150532872&type=1&theater )
Hasil Riset
ASI Mampu Sembuhkan Gagap pada Anak
Anak Doyan Minuman Soda Cenderung Lebih Agresif
Menjadi Ibu Rumah Tangga Ternyata Lebih Bahagia
ASI Eksklusif Tingkatkan Status Sosial
Percaya Diri Kunci Kecantikan Alami
Persahabatan Para Bayi
Sudah Tau Melahirkan Itu Sakit, Tapi Kok Ibu Tetap Mau?
Kecerdasan Anak Berasal Dari Orang Tua
Feromon, Dari Hidung Turun Ke Hati (http://chirpstory.com/li/53032)
Pengaruh Dongeng Sebelum Tidur (http://chirpstory.com/li/52520)
Budaya Hamil di Jepang (http://chirpstory.com/li/180809)
Mengapa Kita Perlu Menangis (http://chirpstory.com/li/180795)
Keterampilan
15 Tips Mendesain Kamar Tidur
Resep Mini Beef Fajita Rollups
Memanage Rumah? Siapa Takut?
Tips Menentukan Prioritas ( http://chirpstory.com/li/180559
Resep : Es Melon Jeruk Nipis Ala SuperbMother (http://chirpstory.com/li/180801)
10 Langkah Awet Muda (http://chirpstory.com/li/180800)
Resep : Tom Yam Ala Superb Mother (http://chirpstory.com/li/180798)
Hikmah
WANITA
Menangis : Pertanda Lemah atau Masih Punya Rasa?
Track Record
MencariRidho Orangtua
3 Hakikat Perempuan
Reminder for You, Superb Mother (Wanna Be) (http://chirpstory.com/li/180675 )
KOMITMEN ( http://chirpstory.com/li/180560 )
Fitrah Pria & Wanita ( http://chirpstory.com/li/180710 )
Filosofi Angsa (http://chirpstory.com/li/180802)
Hati & Diri (http://chirpstory.com/li/180797)
Kemampuan Menangkap Hikmah (http://chirpstory.com/li/180794)
Metafora Ikatan Kimia dan Alveolus dalam Relationship (http://chirpstory.com/li/180767)
By the way, Yang manakah favoritmu ? :)
sewaktu waktu pasti perlu :)
Setuju, reblog aja dulu :)
nanti pasti butuh :)
Buat apa cemburu pada orang dari masa lalu jika hari ini kamu adalah satu-satunya dan sama sekali tak tergantikan?
— Taufik Aulia
Hal yang paling kusukai dari berdoa adalah, doa bisa melapangkan hatiku. Terkabul atau tidak, setidaknya aku lega Allah selalu ada mendengarku :)
Aji nur afifah
Ini tentang mengikhlaskan.
Semua akan ada kadar dan waktunya. Semua ujian adalah bagian dari kecintaan, engkau akan diuji dengan sesuatu yang engkau cintai. Sampai engkau melepaskan segalanya, sampai engkau mengikhlaskan semuanya.
Pada kisah Ibunda Maryam yang diuji dengan kehormatan diri. Pada kisah Nabi Ayyub ‘alaihissalam yang diuji dengan kesabarannya. Hilangnya harta, anak, juga istri yang meninggalkannya.
engkau tau mengapa demikian?
Agar diri ini paham bahwa semua yang dicinta tak boleh melewati kadarnya. Bahwa semua yang dicipta tak boleh ada rasa memiliki pada akhirnya.
Semua akan diuji pada semua yang dicinta. Diuji sabarnya, diuji tabahnya, diuji prasangka baiknya, diuji ketulusannya, dan diuji keyakinan padaNya. Seikhlas apa menerima kepahitan takdir, sebaik apa ketika bangkit.
Tidak ada jalan selain mengikhlaskan. Solusi terbaik adalah dengan memupuk kesabaran, memperpendek jarak kepadaNya dengan mendekat kepadaNya. Meski dengan langkah tertatih, meski dengan tangisan lirih.
Bersabarlah, sebab ini hanya soal waktu. Bersabarlah, sebab pertolongan Allaah itu sesungguhnya dekat.
Karna kaidah sederhananya adalah engkau tak akan mendapatkan sebuah kenikmatan juga kebaikan sampai engkau mengikhlaskan apa yang engkau cintai.
Untuk kehilangan yang memberi gelisah, semoga kita selalu mendapatkan hikmah. Untuk setiap keraguan yang terselip, semoga dikuatkan dengan prasangka baik.
Banjarnegara-Semarang-Tuban, 9 Februari 2019.
15 besok
Aamiin!
“Untuk segala resah dan gelisah, semoga hanya pada-Nya lah semua tumpah.”
—
karenanya kita perlu tahan bulir bulir itu sejenak agar ia tak jatuh di tempat yang orang tak perlu melihatnya 💎 https://www.instagram.com/lolanyunyu/p/Bt2tKfFnnuX/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=bj45kn5yds72
RTM : Pasti Ragu
Sebelum sampai di hari H, meski kamu sudah bertemu dengan orang yang kamu rasa tepat, kamu akan tetap menemukan keraguan. Sesuatu yang menjadi keniscayaan bagi orang-orang yang akan menikah.
Kalau kamu mengalami, itu adalah hal yang biasa dan wajar, tidak perlu berlebih-lebihan. Apalagi membuatmu memperpanjang kekhawatiran tersebut menjadi asumsi, menjadi praduga, dan berkhayal yang terlalu jauh.
Karena memang itulah hakikatnya, menikah adalah sebuah keputusan besar, bernilai setengah agama. Karena nilainya yang sebesar itulah, setan akan menggodamu dari begitu banyak sisi agar kamu menjadi ragu-ragu, merusak keyakinanmu untuk menikah dengan orang yang telah kamu pilih sendiri.
Kalau setan gagal membuatmu ragu sebelum menikah, ia tak akan berhenti berusaha merusak pernikahanmu. Sebab, selepas menikah nanti, keraguan itu tidak akan hilang tiba-tiba. Kamu akan mendapati hal-hal buruk yang tadinya tak terlihat, menjadi terlihat dari pasanganmu. Kamu akan melihat, orang di luar sana terlihat lebih menarik dan lebih mengerti kamu daripada pasanganmu.
Kalau sudah sampai sana, kalian, berbicaralah satu sama lain. Ingat-ingat lagi mengapa dulu kalian mengambil keputusan untuk hidup bersama.
yogyakarta, 28 januari 2019 | ©kurniawangunadi
Saling menyimpan rahasia
Ada orang-orang yang saling menyimpan rahasia, entah kecil atau besar. Cerita yang disembunyikan diam-diam, menjadi pelajaran berharga, menjadi kenangan, atau menjadi apapun.
Seperti kisah yang kudengar dari temanku. Ia pernah tiba-tiba bertanya, retoris. “Apa dia ingat ya zaman dulu kami berproses untuk menikah, meski akhirnya tidak jadi. Waktu aku sampai datang ke rumahnya, bertemu ayahnya waktu itu. Kira-kira ia ingat nggak ya?” ujarnya.
Ah, itulah salah satu rahasia kecil antara dua orang manusia. Kini, keduanya sudah membina rumah tangga masing-masing. Pertanyaan tadi muncul tiba-tiba waktu kami berkumpul, reuni.
Apakah pertanyaan dan pikiran seperti itu memicu perasaan lama tumbuh kembali, tentu saja tidak.
Pertanyaan itu justru memicu banyak rasa ingin tahu kami, tentang bagaimana manusia bisa memanipulasi sikapnya di hadapan orang lain saat mereka bertemu, seolah tidak pernah terjadi apa-apa di masa lalu, padahal kenyataannya pernah ada apa-apa.
Beberapa rahasia kecil kita, semacam aib kita zaman kecil. Zaman SD, SMP, SMA, juga disimpan oleh rekan kita yang lain, kita pun menyimpan memori tentang bagaimana nakalnya mereka dahulu. Tapi kini, semuanya seolah telah berlalu, tidak terjadi apa-apa.
Bahkan kalau aku hitung, aku tahu bahwa rahasiaku pun dipegang oleh beberapa orang. Beberapa di antaranya adalah sahabat, teman-teman terbaik. Beberapa di antaranya disebabkan oleh keadaan, sesuatu yang membuatku merasa perlu untuk aku menyampaikannya.
Kadang, ada rasa khawatir jika tiba-tiba rahasia itu menyeruak, tapi aku tahu, sudah bertahun lalu, aku tahu bahwa rahasia itu disimpan oleh orang-orang baik. Yogyakarta, 20 Januari 2019 | ©kurniawangunadi
Menangkan Dulu Hati Lelaki Kita
Di sebuah acara “reality show” Indonesia, seorang lelaki botak yang juga mentalis terlihat mewawancarai bintang tamunya. Begini kalimat pembukanya “Menjadi istri yang baik atau ibu yang baik?”
Sayangnya saya tidak mengikuti acara tersebut. Sudah dua tahun terakhir ini rumah kami bebas televisi. Cuplikan acara tersebut saya temui di beranda akun media sosial seorang teman. Saya tertarik membahasnya karena kajian ini persis dengan tema yang saya dapat beberapa bulan lalu.
Kalian tahu apa jawaban pertanyaan yang awalnya membingungkan saya itu? Padahal ada satu kitab ajaib yang sudah menjelaskan secara apik jawabannya. Alquran berbicara tentang perempuan. Dia adalah kunci segalanya. Kebaikan keluarga, masyarakat, dan negara. Masih di dalam kitab yang menakjubkan itu perempuan dalam hal perannyanya dibagi menjadi empat bagian berdasar prioritas terbaiknya. Pertama, sebagai istri. Kedua, sebagai ibu. Ketiga sebagai pribadi. Terakhir, peran sosial.
Diantara keempat hal tersebut, alquran paling banyak bercerita tentang kiprah perempuan sebagai istri. Dan yang minim adalah kiprahnya dalam bidang sosial. Maka yang hari ini masih disibukkan oleh berbagai aktifitas yang manfaatnya hanya berdampak bagi dirinya sendiri sebaiknya segera berbenah. Begitu pula para “sosialita” diminta untuk berpikir ulang tentang perannya jika menginginkan dari rahimnya lahir generasi mulia.
Perhatikan urutan dominannya baik-baik. Ketika kita coba untuk membaliknya atau menggeser letaknya sekehendak nafsu kita, maka yang terjadi adalah tumbuhnya anak-anak yang bermasalah.
Jadi ketika ditanya “Menjadi istri yang baik atau ibu yang baik?”. Maka jawabannya adalah istri yang baik. Itu adalah tingkatan peran teratas. Selesaikan dengan baik bagian ini. Berikan pengabdian istimewa untuk suami. Lalu perhatikanlah kemudian tugas perempuan sebagai ibu akan dengan mudah dijalani.
Inilah jawaban kenapa sebuah rumah yang “broken home” akan sulit sekali melahirkan anak-anak yang kokoh kepribadiannya. Karena tak lain, ia tak mendapatkan teladan itu di rumahnya. Tempat di mana kegemilangan generasi itu bermula.
Beberapa kali saya menemui kasus perempuan yang abai pada suaminya setelah hadirnya anak-anak. Mereka menganggap peran suci sebagai ibu di atas segalanya. Kemudian menuntut suami untuk paham bahwa kini sudah hadir makhluk kecil yang patut diprioritaskan dari pada suami. Ternyata ini keliru, perempuan cenderung mengikuti perasaannya untuk terus dipahami. Lihat saja betapa banyak literasi yang membahas tentang betapa peliknya peran perempuan sebagai istri dan ibu sekaligus. Bahkan lengkap dengan sajian data bahwa peran ini rawan depresi. Sampai pada kasus bunuh diri. Terus diulas gangguan psikologis yang sering sekali terjadi pada mereka.
Saya tak hendak menafikan fakta tersebut, tetapi saya ingin setiap wanita paham tentang urutan prioritas yang telah dirumuskan wahyu. Bukankah kita tak pernah ragu bahwa alquran itu adalah sebenar-benar petunjuk?
Seperti nasihat yang disampaikan ustazah saya di suatu siang ketika membahas tentang pengasuhan anak. “Sajikan pengabdian dan bakti terbaik yang bisa kita lakukan kepada suami, maka perhatikan keajaiban yang akan terjadi. Pengasuhan anak-anakpun menjadi kian mudah”.
Berapa banyak kejadian emak yang temperamen kepada anak-anaknya hanya karena masalahnya dengan suami yang belum selesai. Maka sekali lagi, perhatikan prioritas penting ini ya Mak. Menangkan dulu hati lelaki kita.
Adalah tak mudah mencari tulisan dari lelaki yang mengulas tentang ini. Jikapun ada, maka ini tema yang tak menarik. Kurang dramatis. Bagi perempuan yang kapasitas perasaannya lebih mendominasi, menganggap hal ini adalah “lebay”. Makanya kemudian mereka menjuluki suami sebagai “bayi besar”.
Saya tertarik sekali dengan pengalaman seorang teman ngaji yang ikut suaminya tugas belajar tinggal di Jeddah. Maka hal pertama yang saya tanyakan padanya waktu itu adalah “Wah.. enak ya kalau akhir pekan bisa sering-sering ke Mekkah buat umrah, terus ramadhan juga bisa iktikaf di masjidil haram”. Mengingat jarak antara kedua kota itu tak begitu jauh.
Saya sukses melongo ketika ia menjawab “Nggak juga, aku tuh gak enak mikirin ibadah sunnah, sementara yang wajib terbengkalai”.
“Maksudnya?” tanya saya bodoh.
“Iya.. hatiku nggak plong gitu kalau pergi iktikaf ataupun umrah sementara suami di sini makan minumnya gimana? yang nyiapin bajunya siapa? ininya terus itunya?”
Jleb!
Dan pikiran egois saya langsung meleleh takjub. Masya Allah..
Dialog lain yang terjadi belasan tahun silam antara saya dan dosen tingkat pertama di bangku kuliah dulu juga masih begitu melekat erat. Ketika beliau mengkhawatirkan gelar paska sarjana dan penghasilan bulanannya berada di atas gelar dan gaji sang suami.
“Aku khawatir gelar dan penghasilan ini menghalangiku dari bakti pada suami”.
Sungguh kesadaran yang keren pada zaman di mana perempuan hari ini ribut menuntut kesetaraan gender dalam bungkus kemasan emansipasi yang salah kaprah. Dan bangga dengan kemampuan dirinya yang bisa mandiri menghasilkan sejumlah rupiah dari keringatnya sendiri. Perlahan ketundukan dan ketaatan pada suami sedikit demi sedikit tergerus. Ini keniscayaan. Hukum alam kepada mereka yang di dalam hatinya bersemayam biji kesombongan dan jauh dari majelis ilmu.
Betapa seringnya kita, eh saya maksudnya merasa segala pekerjaan melayani suami dari mulai menyiapkan hal-hal kecil itu adalah pekerjaan sepele. Dan berpikir keras mengejar amalan lainnya. Kehadiran bayi dan suami seperti penghalang antara diri kita dan ibadah yang nyaman. Bagaimana sulitnya mencari waktu untuk sekadar tenang membaca alquran tanpa interupsi ini dan itu. Bangun tahajud susah waktu si bayi bentar-bentar bangun malam minta Asi. Padahal syarat masuk surga seorang istri itu tak disebut harus tahajud atau tadarusan.
“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany).
Coba perhatikan lagi hadits yang luar biasa ini. Ah, semoga kita tidak termasuk istri yang “ngeyelan” sampai “ngambekan” hanya gara-gara menganggap amalan masa lajang dulu jauh melesat pencapaiannya dibanding ketika kita menjadi “emak-emak”.
Camkan lagi kata-kata terakhir dari sabda Sang Nabi tersebut, : “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”.
Ganjaran keren yang bagaimana lagi coba yang mau kita kejar?
Taubat yuk Mak.. ❤️
#10YearsChallenge
#EmakNgeyelerToEmakTaubater
Source: FB Fri Okta Fenni Banda Aceh, 17 Januari 2019
Aku tau, kau sedang sama gusarnya dengan diriku. Terimakasih untuk tetap tenang menjalani hari-harimu bersamaku.
Aku tau, kau sedang merasa ketakutan seperti diriku. Namun anehnya, kau tak pernah menampakkan guratan ketakutanmu didepanku.
Aku ingin tau, bagaimana kau menghadapi harimu. Yang tetap tenang meski dighibahi, yang tetap anggun meski dicaci, dan tetap tegak meski berkali-kali dijatuhkan.
Aku ingin tahu, sungguh!
Aku ingin tau, seperti apa kau menjalani hidupmu yang semua orang mengatakan bahwa hidupmu berat sekali untuk dijalani. Namun senyum dan syukur tak pernah henti-hentinya kau tunjukkan.
Aku ingin tau, bagaimana dirimu bersikap. Yang tetap tenang meski seluruh dunia menyalahkan. Yang tetap cantik meski manusia ramai tak pernah mengakui kecantikanmu.
Aku ingin tau, bagaimana bisa kau melakukan sedemikian rupa. Yang tetap memberikan nasihat meski dalam relung hatimu sendiri kau sedang membasuh lukamu sendiri.
Aku ingin tau,. Tidak bisakah kau beritau kepadaku? Atau setidaknya pinjamkan aku satu hari saja perasaanmu. Agar aku paham, bagaimana menjadi cantik menurut versimu. Dimana bumi hening, namun langit dengan riuhnya menceritakan kebaikan-kebaikanmu.
Aku ingin tau, mengapa kau selalu membuatku kagum berkali-kali karena kebaikan budi pekertimu. Tak sedikitpun kau ingin berbagi kepahitan itu semua kepadaku. Bukan tak ingin berbagi, tapi kau tak ingin aku merasakan kepahitan yang sama sepertimu.
Terimakasih sudah menjadi langitku, yang sabarnya tidak berujung, yang syukurnya selalu membuatku kagum.
((Perempuan dalam dekapan Tuhannya))
CL Terry - https://es-es.facebook.com/clterryart - https://www.instagram.com/clterryart
so cute lah!
Moodbooster🙈🙈
Cubalah TAHAJUD walaupun sekali dalam seminggu, nanti kita akan nampak perubahan dalam diri. . Bahagia, tenang, tawakal yang tinggi, menyembuhkan sakit dan tanpa sedar bantuan Allah datang mencurah-curah merupakan antara 1001 rahsia terkandung dalam TAHAJUD. Yakinlah, ia berhasil bagi mereka yang sudah lakukan.