Band-Band Indie yang Berani Menyuarakan Kondisi Sosial Indonesia di Tahun 2018
Tahun sudah bergulir, impian dan resolusi makin mepet tak terjamah bagi gue, namun tidak bagi band-band ini. Dulu mungkin kita hanya mendengar Efek Rumah Kaca, Marjinal, Tigapagi dan kawan-kawannya saja yang aktif bersuara menyampaikan masalah sosial di Indonesia.
Namun, pada tahun 2018 kemarin, ada banyak band-band indie papan atas yang mulai ikut aktif menyampaikan masalah sosial ini. Ini adalah beberapa band yang suaranya sampai ke kuping gue:
1. .Feast
Band yang pertama kali gue denger karena ada nama Rayssa Dynta, salah seorang musisi baru dengan lagu-lagunya yang di iringi musik elktronik. Berita Kehilangan menjadi salah satu single yang berani bercerita tentang orang yang menjadi korban, orang-orang yang telah hilang. Terutama cerita tentang para korban 1965 dan 1998.
“Badanku terkujur kaku Bentuk malang melintang Tertutup mataku namun cahaya semakin terang Jiwaku mengambang tinggi terus melayang-layang
Nyawaku dirampas namun kita yang jaya perangBiarkan aku pergi dengan tenang Bunda kali ini saja jangan menangisi jasadku Namaku abadi Kebencian takkan pernah menang karena ....”
Lagu ini juga dibarengi dengan single “Peradaban”, dimana single ini bercerita tentang budaya manusia akan terus hidup atau tertelan zaman. Dan tidak lama single ini keluar, mini album “Beberapa Orang Memaafkan” hadir menambah suara-suara perjuangan.
2. Polka Wars
Jika di album-album sebelumnya Polka Wars sering membuat lirik dengan bahasa Inggris, tetapi di single, “Rekam Jejak”, mereka membuat lagu dengan lirik bahasa Indonesia.
“...Rekam jejakku Dapat kau telusuri Dalam pustaka...”
Polka Wars memposting video berupa lirik lagu dan video klip dari lagu ini. Dalam video lirik lagu kita akan melihat cuplikan Wiji Thukul, aktivis cum penyair, yang hilang pada akhir era orde baru. Lalu kita akan melihat beberapa foto dari korban-korban kekerasan negara maupun penguasa seperti, alm. Munir, alm. Marsinah dan korban penghilangan paksa lainnya.
Menolak Lupa harus dibarengi dengan mengetahui, dengan apa, salah satunya adalah membaca. Kita tidak akan lupa dan akan terus memperjuangakan keadilan dengan mengetahui apa permasalahannya. Semua ini dilakukan agar hal-hal seperti ini tidak terjadi di masa depan.
3. Kelompok Penerbang Roket
Band rock yang satu ini memang sudah beberapa kali menyuarakan masalah sosial seperti “Dimana Merdeka”. Di akhir tahun 2018 mereka menghadirkan “Ironi” di kanal video lirik official
4. Barasuara
Mereka sudah berada di panggung-panggung yang besar, sudah lama sejak mereka mengeluarkan album “Taifun”. Di beberapa pentas mereka mungkin sudah membawa beberapa lagu, namun “Guna Manusia” adalah lagu yang mereka keluarkan official audionya.
“...Cengkareng Barat 26,6 cm Pantai Mutiara 24,7 cm Ancol 12,9 cm Kelapa Gading 20 cm Kebayoran Baru 13,9 cm...”
Adalah potongan lirik tentang tanah yang semakin turun. Jakarta semakin tahun semakin penuh, sebagian besar orang-orang di Indonesia ke Jakarta untuk mencari peruntungan. Tidak meratanya lapangan pekerjaan menjadi salah satu penyebab Jakarta semakin padat.
“...Kita mencari celah Untuk bertahan Mencari ruang Kita mencari celah (mencari guna manusia) Untuk bertahan (tiap langkah rusak semua)...”
5. Efek Rumah Kaca
Lagi-lagi Efek Rumah Kaca (ERK) tidak absen dalam membuat musik. Dengan kondisi Cholil yang sedang tinggal di Amerika, Popie di Yogyakarta dan Adrian di Jakarta, tidak membuat ERK berhenti kreatif. “Seperti Rahim Ibu”, lahir di antara kondisi Indonesia dengan berabagai masalah di dalamnya. Lagu ini di buat ketika Najwa Sihab, meminta ERK untuk mengisi musik programnya Mata Najwa, Cholil menyarankan untuk membuat lagu baru, yang menyesuaikan program ini. Lirik lagu ini dibuat oleh Najwa yang di bantu Cholil, berkirim pesan menjadi salah satu cara kreatif mereka untuk tetap vokal menyampaikan perasaan mereka agar masyarakat tahu.
“...Kemanusiaan itu Seperti terang pagi Rekahkan harapan Menepis kabut kelam
Niatkan Tinju terkepal Pekik menebal Terjang aral Pagi pasti terkejar...”








