Monorel Gantung Pertama di China
Monorel, mono artinya satu rel artinya jalan, alias kereta dengan satu rel, ada yang di darat ada yang diatas alias mengambang. Di Jakarta, monorel sudah digagas sejak jaman Sutiyoso, diteruskan oleh FOke dan dihentikan oleh Ahok. Tapi di China, terutama kota Chengdu, monorel adalah salah satu moda transportasi untuk wisatawan keliling kota. Untuk lebih menarik minat, pemerintah Kota Chengdu China membangun monorel gantung dan berhasil diujicoba. Monorel gantung artinya berjalan dalam posisi tergantung di bawah rel. Tercatat sudah ada kota-kota di dunia yang memakai monorel jenis ini, yaitu adalah Kota Memphis Amarika, kota Wuppertal Jerman, kota Tokyo, Jepang. Di China, suspension railway di Kota Chengdu ini adalah pertama kalinya beroperasi di Negeri Tang Wei tersebut. Dilansir dari Kantor Berita Xinhua, Rabu (12/10/2016), proses uji coba monorel gantung ini telah sukses diselenggarakan sekitar dua minggu yang lalu. Monorel gantung warna putih ini berhasil menempuh jarak sejauh tiga ratus meter di rel yang tersedia. Kereta monorel gantung Chengdu menggunakan baterai lithium ion sebagai sumber tenaganya. Berkat tenaga baterai, kereta ini mampu mencapai kecepatan maksimal hingga enam puluh km per jam. Monorel ini didesain oleh tim dari Universitas Jiaotong dengan pemimpin insyinur Zhai Wan Ming. Zhai bilang, cost/ biaya pengoperasian monorel ini lebih murah 20%, bahkan 12,5% kali, dibandingkan dengan kereta bawah tanah. Zhai juga yakin bahwa baterai lithium yang dipakai lebih ramah lingkungan, dibandingkan dengan sumber tenaga yang lain. Di masa depan, monorel gantung akan diujicoba sampai menempuh jarak seribu kilometer untuk menguji performa dan ketahanannya. Bukan tidak mungkin monorel gantung dengan kapasitas 120 orang per gerbongnya ini, akan menjadi moda transportasi publik paling diidamkan yang bisa traveler coba bila liburan ke Kota Chengdu di China.













