Monterey Bay Aquarium
No title available
hello vonnie

Jar Jar Binks Fan Club
Doug Jones
Interview Vampire Daily
RMH
Xuebing Du
The Stonewall Inn
noise dept.

Andulka

Product Placement
No title available
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
Keni

No title available
EXPECTATIONS
Lint Roller? I Barely Know Her
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Mike Driver
seen from United States

seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Belgium
seen from United States
seen from Russia

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Côte d’Ivoire
seen from Colombia

seen from Spain

seen from Colombia

seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States
@mediaberkarya-blog
Yang Terjadi, Simpanlah Dalam Peti.
Di kolong langit ini, kita akan dipertemukan dengan dua kepala yang lain pemikiran, dengan begitu tidak sedikit manusia yang saling beradu pendapat, sebagian darinya ada yang mengambil jalan sehat dan tidak bisa di pungkiri ada saja orang yang sengaja menjerat orang lain dengan memenangkan meja debat.
Yang telah terjadi biarlah menjadi catatan sesal yang patut disimpan di dalam peti.
Dan, kepada kamulah aku memberi kaki agar bisa menjalani segalanya yang sudah kita tali, kita perlu menjaga dan berjaga-jaga bahwa setiap perjalanan memiliki duri yang sama-sama melukai, sebab dengan begitu mulailah saling melindungi, karena itu aku menjadi payung dalam runtuhnya hujan kebumi, dilain kesempatan kamu bisa berbentuk arloji yang mengingatkan diri.
Yang sudah terjadi tidak semestinya kita balik menyakiti, baiknya kita merendah diri, kita tidak boleh saling makan satu sama lain, sebab ada perihal yang lebih jauh penting diurus dari pada memuaskan amarah yang tidak becus; jangan lagi berbuat angkara selama kita satu sama.
~Candra Haryadi
terpuji
sebuah berlian akan tetap menjadi berlian di manapun dia berada. meskipun kita tahu, berlian lebih cantik jika berada di ruang pameran ketimbang di tempat pembuangan akhir sampah.
sebuah arang akan tetap menjadi arang di manapun dia berada. meskipun kita tahu, arang lebih bermanfaat jika berada di tungku dapur yang kotor daripada jika berada di etalase toko yang kinclong.
kita pun tahu. karakter yang terpuji tidak tampak dari paras. karakter yang terpuji tidak dicerminkan oleh jumlah pengikut. karakter yang terpuji tidak bisa dilihat dari di mana seseorang berada dan siapa yang ada di sekitarnya.
karakter yang terpuji itu terwujud dari bagaimana seseorang bersikap dan berperilaku pada saat-saat tertentu. menerima kekalahan dengan hati lapang, misalnya. memeluk kemenangan tanpa hati tinggi, misalnya. tetap berpegang kepada kebenaran meskipun yang ada di sekeliling sudah terbiasa melakukan kebatilan, misalnya.
karakter yang terpuji itu seperti berlian yang tidak pernah menilai bahwa dirinya lebih mulia daripada arang. karakter yang terpuji itu seperti arang yang tidak pernah menilai dirinya lebih hina daripada berlian. sebab mereka sama-sama tahu, mereka ada untuk alasan dan tujuan yang berbeda. juga, bahwa mereka pada dasarnya sama.
““Carilah suami yang kamu tahu akan mencintaimu dalam jangka panjang (selamanya). Bukan hanya mencintai ketika kamu sekarang cantik.””
— kurniawan gunadi
MENCINTAI PUISI
Seperti aku menyimpanmu di kamar-kamar tubuh
Pada iringan jazz yang kian samar
Mengalunkan irama puisi yang terpenggal
Karib untuk malam yang didinginkan hujan
Tergenang kenangan, yang rimbun
Memercik bayang seorang kanak
Tumbuh dewasa dalam dirimu
Mencari sebab
Mengapa rindu
Mesti redam
Dalam kisah
Tak Tak-sudah
Banjarbaru, Januari 2019
-Muhammad Daffa-
SAJAK ORANG KAGET
orang kaget mudah nyerempet
rapat kabinet bisa
macet macet pikiran menggerus logika macet
kebijakan ditebus rekayasa
macet elektabilitas dijurus citra
orangutan kaget MASUK mendapat gorong-gorong
di kolong ketemu hantu kecebong
menyampaikan mimpi siang bolong
ditanya Persoalan negeri Hanya terbengong
orang kaget bikin mantra mobil esemka
jampi mujarab seketika masuk Jakarta
tak lama membuka gerbang istana
tapi di Istana tak tahu harus mau apa
orangutan kaget terkaget kaget berentet rentet
kaget kehormatan guru Rendah Sekali
kaget harga Tiket Pesawat Begitu Tinggi
kaget harga jagung Tak Terjangkau Lagi
kaget Masih Banyak pungli
kaget racun kalajengking Jadi Solusi
kaget dipatil udang Oposisi
kaget mikrofon mematuk Mulut Sendiri
kaget Tak industri tahu APA Yang Terjadi
orang kaget terkaget kaget berentet rentet
besok jangan kaget
kompilasi kursi hilang ke awang-awang
kutukan melayang terbang
rakyat menjemput harapan
cerah rakyat girang indonesia menang
Fadli Zon, Jakarta 13 Februari 2019
Selamat teman-teman semua Siapa nih yang menggunakan hak pilihnya hari ini? Semoga semua teman-teman MDK menggunakan hak pilihnya ya Karena dengan menggunakan hak pilih kalian itu pasti memberikan kontribusi besar bagi Indonesia Selamat beristirahat :) ❤ Salam Literasi
waktu sakral
kita semua punya waktu sakral, yaitu waktu di mana kita tidak sedang bekerja, tidak sedang belajar (di kelas), tidak sedang melaju, tidak sedang melakukan kegiatan harian seperti mandi makan dan ibadah, tidak sedang tidur, tidak sedang mengurus keluarga. waktu-waktu itu sangatlah sakral karena menentukan siapa diri kita tanpa seluruh embel-embel yang kita punya.
sadar tak sadar, semakin dewasa, waktu sakral kita semakin sedikit. jalanan semakin macet, urusan semakin banyak, media sosial semakin menarik, pekerjaan tak habis-habis. waktu sakral kita semakin tipis dan kita kerap mengeluh mengapa hanya ada 24 jam dalam sehari.
kita, anak muda, seperti pesawat yang akan menuju suatu tempat. kita baru saja terbang dan masih bisa berbelok atau berputar arah jika perlu. dalam satuan waktu yang besar–seperti tahun–kita masih punya waktu untuk bisa “menjadi sesuatu”, masih punya energi untuk “menuju ke suatu tempat”.
sayangnya, dalam satuan waktu yang kecil–seperti hari dan jam–kita seakan tak punya apa-apa. waktu kita sering menguap untuk hal tak perlu. energi kita terkuras untuk hal yang tak membawa kita ke mana-mana.
sekarang adalah saat terbaik untuk menyelamatkan waktu sakral kita. tutup lini masa, bukalah kitab. berhenti memikirkan masa depan, mulailah merencanakan. sudahi menonton orang lain menyinyiri orang lain, mulailah menulis kebaikan.
lakukan sesuatu, apa saja, dengan tekun sehingga sesuatu itu membesar dan menghasilkan. menghasilkan apa pun yang membuat kita lebih bermakna, bahagia, dan bersyukur.