Banyak tulisan yang lahir dari patah hati karena; rindu tak berbalas; cinta di tolak; suka tapi di-elak
Show & Tell

ellievsbear
cherry valley forever
Game of Thrones Daily
One Nice Bug Per Day
ojovivo
sheepfilms
Cosmic Funnies
art blog(derogatory)
Sweet Seals For You, Always
I'd rather be in outer space 🛸
Xuebing Du
todays bird
🩵 avery cochrane 🩵
The Bowery Presents
No title available
The Stonewall Inn
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Claire Keane
Misplaced Lens Cap
seen from Brunei

seen from Albania

seen from Russia

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Kenya
seen from Germany

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Canada

seen from United States
@medpuccino
Banyak tulisan yang lahir dari patah hati karena; rindu tak berbalas; cinta di tolak; suka tapi di-elak
Banyak kerikil dan sesekali jalanan yang terjal untuk menuju baik. Tapi yang kita butuhkan hanyalah, bismillah... Tak akan menjadi masalah.
the wonderful indonesia: marsiti and landingan from bromo
For me, it is extraordinarily enchanting to see humans who—despite their limitations—do not lose their generosity, curiosity, and eagerness to learn.
JOSHI Daniel, a new friend and a professional photographer from India invited by The Ministry of Tourism of Republic of Indonesia to travel to some of Indonesia’s favorite tourist destinations, held back his laughter as he saw me struggling with peeling landingan or mountain petai (stink bean), a task requested by Marsiti. The bowl in front of me still looked empty while a pile of landingan seemed unchanged.
‘You’re so slow!’ He teased.
I was not bothered at all by his remark. The skin of petai was finally peeled, and out came the green beans. ‘You see! I did it!’ I said proudly.
‘Yeah. It took you centuries just to peel one bean.’
‘You try, then!’
‘My job is taking pictures. Yours, cooking!’ He said calmly. Marsiti’s kitchen appeared crowded just by the presence of Joshi. He sat while hugging his legs so his big figure could fit in a narrow gap between the table and plywood wall.
Marsiti, the hostess, entered the kitchen. She laughed when seeing Joshi sitting hunched on a tiny wooden stool.
‘Just go inside,’ she said while waving her hand. I translated Marsiti’s words to Joshi. He shook his head. He’d rather stay in the kitchen with us and make sure I was doing my job right, he said. Had he not been an invited guest of the Ministry of Tourism, I would have thrown a handful of landingan to his face.
Keep reading
Walau diusir dari surga karena dia, Adam masih mencari Hawa. Padahal bisa saja Adam meminta Tuhan menciptakan orang lain yang tak akan lagi menjerumuskannya. Mungkin begitulah cinta, tetap percaya walau pernah dibuat kecewa.
(via kujagabulanbersinaruntukmu)
Aku punya sebuah lagu. Tentang seorang Peri Penebar Suka yang kehilangan sayapnya. Ia terasing oleh teman2nya sebab ia tak lagi memiliki sayap. Saat ini, hidupnya menderita oleh bayang-bayang ia tak dapat menebar bahagia. Dan pada suatu ketika, ia menangis sejadi-jadinya. Hingga ketika langit mendengarnya, hujan tak akan berhenti menitihkan derai air pada pundaknya. Dan kepada manusia yang mendengarnya, jangan harap telingamu akan selamat dari dengung mengerikan yang tak akan pernah ada habisnya. Maka, hanya ada satu cara untuk meredamkan tangis Si Peri Penebar Suka tersebut..... dengan cara para manusia tertawa bahagia, salah satunya. . Nah, kau tak ingin mendengar tangis si Peri itu, bukan? Maka, mari bernyanyi bersamaku! Gelakkan tawa hingga Kalahkan merdu melodi sepi bersama angin. Agar si Peri tak lagi kesepian di pengabaian. 🌈 . . In frame: Humaida, Yushila, Khisna Taken by: @jalaludinkudo
“Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengand amai menerima masa lalumu. Buat apa dilawan? Dilupakan? Itu sudah menjadi bagian dari hidup kita. Peluk semua kisah itu. Berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Itulah cara terbaik mengatasinya. Dengan kau menerimanya, perlahan-lahan dia akan memudar sendiri. Disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan baru yang lebih bahagia. Apakah mudah melakukannya? Itu sulit. Tapi bukan berarti mustahil.” ― Tere Liye, Novel "Rindu" . . . Jadi, intianya membiarkan kisah itu tetap ada seberapapun menyakitkannya apabila kita baca?
Hallo, pagi. Sudah bersiap menulis kisah baru untuk hari ini? Atau... kisah kemarin masih melulu ingin kau lanjutkan lagi? ☀🍃💐 Tertanda, perempuan yang sama.
Nah, bagaimana? Saya pinjam gambar ini dari @pal_abiyyu
Ini, kupukupu terbang bebas. Meliuk liuk diantara meronanya mawar. Menerbangkan lemasku, menggigil. Kau yg terbang. Aku tertahan disini. Harapharap cemas menunggu. Menjadi teman melodi sunyi. #Nueva #Esperanza #Red #Rose #Poems #FYI #Hujanyangdirindukan
secangkir cappucinoku bercerita kepada saya. Beberapa waktu lalu, ada secangkir coffee yang pernah menemaninya berkelakar mengenai sebuah dongen bulan tersenyum yang menyebabkan beku pada setiap hati yang terluka sebab rindu yang menanti sapa.... ---------------- #coffee #instacoffee #coffeeaddict #coffeelover #coffeetalk #coffeeholic #coffeelife #coffeefeels
Di sela sendiriku... aku kurang begitu paham perihal 3 merpati putih mendarat tepat di hadapanku. Pada sendiriku dan sepiku.... Selepas kepergianmu.... Diantara puisi-puisiku.... Yang disana terletak debar yang tak aku paham ketika aku menuliskannya.... karena ada.... Kamu! Salatiga, 28 Agustus 2015
Ada yang berbeda pada seduhan kopiku malam ini. Aroma dan cita rasanya sengaja agar tak kubiarkan seperti kemarin-- hanya hitam dengan takaran gula setengah sendok seperti biasa. Kali ini kubiarkan kopiku bercumbu dengan susu dan takaran gula sesendok penuh. Terlalu manis, buatku, memang. Malahan, Kali ini... lidahku nyaris tak peka terhadap pahitnya kopiku, yang seperti biasanya. Berbeda. Manis. Sudah kubilang, malam ini, ada yang berbeda dari kopiku. Maka, Tak kubiarkan aku meneguk habis cangkir kopiku....tanpa sisa. Bukan! Bukan karena aku tak suka. Melainkan karena aku tak ingin membiarkan malamku berlalu begitu cepat malam ini. Maka, tak kan kubiarkan habis kopiku tanpa sisa di malam (red. Yang berbeda) ini... seperti halnya nasib kopi-kopiku pada malam-malam biasanya. Ah ya.... Aku tahu. terlalu sering mengonsumsi hitam dan pahitnya hanya akan membuat dadaku berdebar tak karuan. Maka, malam ini.. ku biarkan saja kopiku bercampur dengan susu sekaligus. Aku ingin menyudahi debar karna kopiku(red. yang seperti biasanya) untuk malam ini... Sebab aku tahu.... Malam ini, aku masih ingin hidup tanpa debar dari kopi hitam dengan takaran gula setengah sendok itu. Sebab aku tahu.... Malam ini, aku akan berdebar melebihi debarnya kopiku pada malam-malam seperti biasanya. :) Salatiga, 19 Agustus 2015
Baca Jatuh Cinta adalah cara terbaik untuk Bunuh Diri-nya mas Bara. Speechless dengan bab ini, Seorang Perempuan di Loftus Road. Tentang dongeng seorang permpuan yang memilih untuk menjadi sebatang pohon, sebab terlalu lama menanti sebuah janji--padahalpadaakhirnyadiingkari. Dan sebuah selalu di masalalu yang hanya berbalas segunduk kadang di kemudian.
Bayangmu hanyalah siluet dari kejauhan. Ingin kugapai lalu ku bawa pulang. Namun, agaknya aku tidak sampai untuk melakukan hal itu. Cukup seperti ini.. Aku lebih suka menatapmu diam2 dan memperhatikanmu dari belakang.. dari kejauhan... dengan diam diam
Tanpa kita sadari, kita tengah mengukir tapak pada penyesalan. Menyesali yang tidak seharusnya di sesalkan, misalnya.
Selamat malam, sepi, tanpa kopi.... selamat malam, malam, (kuharap) tanpa runyam. Selamat malam, pena, dan rasa... Ada kabar untuk kalian. Ada seorang perempuan tengah kesepian, menugasi kalian untuk menafakuri keadaan. Jangan lupa siapkan melodi yang menggembirakan. Sebab sepi meningkahi perempuan dalam kenangan..
Seseorang bilang kepada saya, bahwa ada yang lebih tabah dan ikhlas dari langit. Dialah laut! Luasnya gagah. Namun tak membuatnya congkak menuntut untuk-seharusnya- ia berada di atas. Keberadaannya di bawah langit seakan mengisyaratkan bahwa dia selalu bersikap rendah hati. Dan... bagian terpenting. Dia istiqomah, masa air tak pernah mengubahnya menjadi berlebih, ataupun berkurang. seperti dalam alquran yang menjelaskan mengenainya. Bantul, 8 Agustus 2015