terucap kata-kata yang tidak diinginkan oleh seorang yang menjadi panutan terbalaskan dengan ucapan yang menjadi penyesalan sama-sama melakukan kini rasakan
YOU ARE THE REASON
Jules of Nature
Cosimo Galluzzi

Janaina Medeiros
he wasn't even looking at me and he found me
Alisa U Zemlji Chuda

❣ Chile in a Photography ❣
Three Goblin Art

titsay
Misplaced Lens Cap
Sweet Seals For You, Always

Andulka
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Product Placement
No title available

No title available
NASA
KIROKAZE
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
styofa doing anything

seen from India

seen from Netherlands
seen from United States

seen from Venezuela
seen from Iraq
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Brazil
seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Dominican Republic
seen from Malaysia
@meikind
terucap kata-kata yang tidak diinginkan oleh seorang yang menjadi panutan terbalaskan dengan ucapan yang menjadi penyesalan sama-sama melakukan kini rasakan
Entah mengapa perasaan sedih tiba-tiba menyerang. Selain memiliki pemikiran yang abstrak, aku juga memiliki perasaan yang abstrak. Sungguh sebuah anugrah(?). Sejak siang tadi aku memang melakukan research kecil mengenai kesehatan mental, untuk keperluan sebuah organisasi yang sedang kuikuti. Ternyata gangguan tidur, makan, dan mood yang sering berubah, itu semua termasuk dalam gangguan mental. Kuduga, karna diriku telah terlalu banyak membaca, aku telah mendiagnosa diriku sendiri. Pikiranku menjadi kacau, karna sekarang aku melebeli diriku sebagai orang yang mengidap "gangguan mental". Mengapa? Ya karena aku memang memiliki gangguan terhadap jam tidurku, jam makanku, dan moodku yang sering berubah tidak jelas. Tentu saja dari research yang kutemukan, tidak baik, tidak pantas, tidak layak, dan tidak akurat jika kita mendiagnosa diri kita sendiri sebagai orang yang mentalnya sedang terganggu. Sedih sekali rasanya perasaan ini tidak bisa diluapkan dengan baik sehingga membuat perasaan ini sendiri menjadi semakin buruk.
Sudah 3 jam, dan kau masih berpura-pura Mengapa betah sekali? Siapa dia!!!???? Arghhhhh Aku ingin berubaaaah
Jika ditanya, apakah aku ingin memiliki jenjang karir? Tentu saja ya.. Tapi, entah mengapa aku tidak bisa mengajak diriku sendiri untuk berkompromi Berkompromi untuk menjadi ambisius Susah sekali rasanya Apakah ada urgensi untuk itu? Aku rasa tidak.. Wah keren sekali, aku ingin seperti dia Nah.. Batin ini berejolak Suara hati mana yang harus diikuti Terlalu lama mengabaikan suara hati Aku takut lama-lama akan menjadi tumpul Takut
penipu menipu penipu penipu tertipu penipu penipu ditipu penipu penipu menipu penipu
No more. That’s it. I’m done.
Why am I here? Really? You ask the question again. Oh why.. Life is to short to questioning why you here, where you will go..is anything certain in life? Please...s t o p Don't you tired, huh? Can you just live your life? You may never find all the answers, but I know and I have faith you will find the half or maybe more.
Please, Courage, dear heart. Keep the faith and The spirit carries on.
Ingin menangis rasanya melihat tujuan yang tidak tentu Ingin menangis rasanya menyadari kata-kata adalah palsu Ingin menangis rasanya meminta tapi tak diberi Ingin menangis rasanya menyayangi tapi tak disayangi Ingin menangis rasanya merindukan bapak dan ibu Ingin menangis rasanya berbincang dengan diri sendiri Ingin menangis rasanya mengikhlaskan kenyamanan demi ketidaknyamanan Ingin menangis rasanya membayangkan masa depan Ingin menangis rasanya menemani tapi tak ditemani Ingin menangis rasanya seorang diri tidak ditemani Ingin menangis rasanya ketika hal baik mendapat curiga Ingin menangis rasanya masalah datang bertubi-tubi Ingin menangis rasanya karna tak seorang pun ada disana Ingin menangis rasanya karna tak bisa menangis Ingin menangis rasanya membawa beban yang berat Ingin menangis rasanya mendeskripsikan diri sendiri Ingin menangis rasanya bergejolak dengan batin Ingin menangis rasanya menanam tapi tidak menuai Ingin menangis rasanya semuanya sia-sia Ingin menangis rasanya mengingat masa lalu Ingin menangis rasanya teman-temanmu semu Ingin menangis rasanya tak ada yang perduli denganmu Ingin menangis rasanya memohon tapi tak terkabul Ingin menangis rasanya mengulang kesalahan yang sama Ingin menangis rasanya Aku tidak ingin menangis lagi (didalam hati)
Beberapa kali aku melakukan hal yang tidak sesuai dengan budaya hidup. Pembangkangan yang justru membantuku menemukan makna hidup.
Karna ada saja hal yang perlu basah Supaya kita sadar Karna ada saja hal yang kering tanpa sadar Karna kita sudah basah
Tak perlu menampung, Ember kosong sudah penuh diisi air hujan Bunga yang segar sudah disiram air hujan Jalanan kembali bersih menjadi hitam Atap sangat meriah Tanah kembali basah Berserahlah Jangan lupa angkat jemuran
Hujan yang berlomba-lomba untuk merintikkan airnya ke atap rumah, turun tak beraturan, keroyokan seorang daging yang ingin basah tapi takut air, mimpi tuk impian Adakah petir? Bantu ingatkan Khawatir.. Jangan tubrukan Jaga lampu Jangan sampai redup Hidup harus tetap hidup
There are so many path I got overwhelmed Overthinking hit me Abstract sorrow Where do you want me to go?
Now sleep is really hard It was easy I miss the time when it is not hard
Mom your daughter is confused Life's keep pressuring her Did you feel the same when you 22 Got worried in life Lost control...
Aku merindukan mereka setiap hari.
Boleh dibilang ini adalah momen langka. Anak bapak & mamak berkumpul dalam satu layar membicarakan tentang kehidupan, saling mentransfer beban & memberikan saran. Mereka adalah tempat yang paling nyaman untuk mengeluh. Tempat yang paling aku butuh. Dan yang pasti di sesi ini ada yang menasehati dan ada yang dinasehati. Jangan lupa jaga diri, jangan cepat puas diri dan tetap tegap berdiri menggapai mimpi tuk membangun negri.
Semoga kita kuat & bijak untuk menapak.
Ingat pesan Bapak. Ingat pesan Mama. Tuk selalu ora et labora.
Ketika ada kesempatan dan aku tidak memanfaatkannya.
Padahal aku sadar.
Kenapa belakangan tamu tak diundang ini semakin betah singgah ditempatku ya? Aku tidak merasa aku memberi tamu ini makanan. Mengapa dia tinggal? Aku khawatir, tamu ini semakin lama dapat mengendaliku, semakin menjadi. Setengah dari aku habis digerogotinya. Dasar benalu. Aku menjadi kurang gizi. Bantu aku bagaimana cara mengusir benalu.
Aku mengalami banyak sial hari ini Tapi tak apa