Biasanya aku kuat
Tapi entah kenapa kali ini aku lemah
Aku duduk diam dan merahasiakan yang menjadi sesak di dada, tolong lembutkan hatiku ya Allah, di dalamnya ada luka yang tak seorangpun tau obatnya kecuali Engkau.
Keni
Alisa U Zemlji Chuda
taylor price
will byers stan first human second
Cosimo Galluzzi

Discoholic 🪩
DEAR READER
we're not kids anymore.
RMH
wallacepolsom
TVSTRANGERTHINGS
No title available
Peter Solarz
Claire Keane

JVL
dirt enthusiast
tumblr dot com
Not today Justin
$LAYYYTER

祝日 / Permanent Vacation

seen from Italy

seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
seen from United Kingdom
seen from Japan
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Italy
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Greece
seen from Japan
@memomimamuf
Biasanya aku kuat
Tapi entah kenapa kali ini aku lemah
Aku duduk diam dan merahasiakan yang menjadi sesak di dada, tolong lembutkan hatiku ya Allah, di dalamnya ada luka yang tak seorangpun tau obatnya kecuali Engkau.
Meskipun kamu kalah dalam banyak hal, mari tetap jadi manusia yang tidak habis daya juangnya.
Mari berdo'a untuk diberikan kemampuan dan apa-apa yang paling baik.
Suatu saat nanti, ada masanya kamu melepaskan apa saja meski kamu masih ingin mempertahankan.
Ada masa yang menurutmu baik, tapi "tidak" menurut Tuhan.
Mungkin kamu bertanya kenapa banyak yang lepas dan pergi dari kehidupan? Jawabannya, mungkin Tuhan ingin mengganti dengan yang lebih baik lagi.
Sehat selalu untukmu, semoga senantiasa dipertemukan dengan segala sesuatu yang kamu cari.
Semoga senantiasa menemukan ruang yang tenang. Semoga temukan rumah yang nyaman untuk pulang.
Dulu, aku berpikir, hal terburuk dalam hidup adalah berakhir sendirian.
Ternyata tidak.
Hal terburuk dalam hidup adalah berakhir bersama orang-orang yang membuatmu merasa sendirian
-Robin Williams-
Ternyata..
Istiqomah yang paling sulit itu bukan menjaga pakaian syar'i, ya?
Bukan menjaga shalat tepat waktu
Bukan menjaga kebiasaan bangun malam untuk qiyamul lail
Bukan juga menjaga hafalan qur'an
Tapi menjaga hati agar tidak merasa lebih baik dari orang lain
Suatu hari, guru saya pernah berpesan :
"Jangan jadi ahli ilmu, Mal. Jadilah ahli surga"
Sontak saya langsung kaget mendengar perkataan itu. Bukankah ahli ilmu itu adalah sesuatu yang baik dan mulia? Gumamku dalam hati.
"Kenapa kok jangan jadi ahli ilmu?", Tanyaku.
"Karena orang yang berilmu belum tentu masuk surga, Mal."
"Sampai ilmunya benar-benar diamalkan dan mendapatkan belas kasihan Allah"
"Kemudian rahmat dan belas kasihan Allah-lah yang membuat seorang hamba bisa masuk surga, bukan karena ilmu atau ibadahnya", Jawab guru saya.
"Jadi, kalau belajar, mencari ilmu, hanya untuk menyombongkan diri kita di depan orang lain, hanya untuk merendahkan orang, memandang orang lain dengan pandagan sebelah mata, menganggap diri lebih baik, lah buat apa?" Lanjutnya.
"Berilmulah, lalu rendahkanlah hatimu. Rahmat Allah itu mencari hati yang merendah, sebagaimana air yang selalu mencari tempat yang rendah" Tutupnya.
Makjleeeeb.
Rasanya seperti tersembar petir. Saya hanya diam membeku.
Faghfirli Ya Rabb.
Aku, seorang perempuan, usiaku hampir menginjak kepala 3 saat ini. Belum menikah.
Kata orang, Aku sedang terlambat. Mereka menilaiku, diusiaku yang sekarang dan belum menikah adalah sebuah keterlambatan.
Padahal, Aku merasa, Aku tidak sedang terlambat, Aku hanya sedang berjalan di zona waktuku sendiri.
....
Aku bekerja, Aku suka sekali belajar dan kegiatan apapun yang berinteraksi dengan guru. Karenanya, Aku memilih bekerja sambil sekolah.
Allah karuniakan kelebihan, katanya aku anak yang cukup pintar diatas rata-rata. Dalam perjalanan sekolahku, ternyata Aku pun menemukan bakatku yang lain, mengajar.
Aktifitasku jadi bertambah. Bekerja, sambil belajar, dan juga mengajar di beberapa kelas.
Kata orang, Aku perempuan yang ambis. Mereka menilaiku, perempuan yang pintar dan punya banyak aktifitas kesibukan itu adalah perempuan yang ambis.
Padahal, Aku merasa, ini bukan sebuah ambisi. Aku hanya sedang berusaha memaksimalkan potensi dan karunia yang Allah titipkan. Karunia ilmu, karunia masa muda, karunia sehat, karunia otak yang cerdas dan banyak karunia lainnya.
....
Kata orang, Aku terlambat menikah karena Aku perempuan ambis. Mereka menilaiku, aku terlalu sibuk dengan karir dan pencapaian duniawi sehingga aku lupa untuk memikirkan tentang pernikahan.
Padahal, Aku merasa, apa yang Aku lakukan saat ini, segala aktifitas dan kesibukanku, ya semata karena Aku sedang bertanggung jawab terhadap hidupku.
Aku bertanggung jawab atas kesehatan fisikku, kesehatan mentalku, kesehatan finansialku.
Aku bertanggung jawab atas rasa ingin tahuku.
Aku bertanggung jawab atas peranku sebagai perempuan, anak perempuan, adik perempuan, dan kakak perempuan.
Aku bertanggung jawab atas komitmen yang sudah kupilih.
Aku betanggung jawab atas mimpi-mimpiku.
Aku bertanggung jawab atas hidupku sendiri.
....
Aku bukan perempuan ambis. Tapi, Aku perempuan yang bertanggung jawab atas hidupku
Pahitnya ujian, lamanya menunggu, pedihnya kehilangan hanya akan sembuh dengan kesabaran yang panjang.
Bersabarlah kamu dengan kesabaran yang baik
Be kind, for everyone you meet is fighting a battle you know nothing about
Ketika hidup di dunia yang menuntut kita untuk selalu sempurna tanpa cela,
Ketika berada diantara manusia-manusia yang juga menuntut perubahan serba cepat,
Jangan lupa luangkan waktu untuk dirimu menepi sebentar, mengapresiasi kemajuan-kemajuan kecil yang sudah kamu capai sampai hari ini, ya?
Jangan biarkan orang lain menggerus kepercayaan dirimu.
Little progress is still progress
Bulan ini adalah bulan kelahiranmu, wahai Lelaki yang selalu mendahulukan ummat dibanding dirimu. Terlintas dalam renung pikir, bahwa betapa malunya diri ini. Rasanya jauh dari kata pantas untuk menyemat diri sebagai ummatmu ya Muhammad al Musthafa.
Apalagi berharap syafaatmu kelak di hari perhitungan nanti. Berharap menikmati telaga alkautsar mu kelak. Bahkan untuk mengikuti sunnah-sunnahmu, seringkali kami masih merasa berat. Padahal engkau yang sudah dijamin kenikmatan abadi, tak pernah alpa. Hingga kulit dan kakimu bengkak. Ingin menjadi hamba bersyukur, jawabmu.
Wahai Lelaki dengan kesabaran tak terbilang, seringkali kami merasa ujian dan cobaan begitu beratnya. Menebar risalahmu tertahan malu, takut, dan berbagai alasan. Padahal semuanya tak sampai se-per-bagian dari pengorbananmu agar cahaya ini membumi.
Duhai Lelaki yang penuh cinta, kami seringkali memproklamirkan kecintaan kami padamu, namun disaat bersamaan, sikap dan sifat tak sedikitpun membayang dirimu. Padahal kau menahan darah agar tak menetes dari lututmu agar malaikat tak menghukum Bani Thaif. Padahal kau mengkhawatirkan ummatmu sedang Izrail sudah dihadapan. Dan semua pengorbananmu yang tak terbilang.
Duhai pribadi yang terjaga dari kata sia-sia, jangankan terimakasih, kata maaf pun jarang terhatur padamu. Tak merasa bahwa hidayah dan kemudahan hari ini adalah jerih dirimu dan orang terdahulu. Shalawat padamu hanya menjadi penghias acara-acara kami.
Wahai Lelaki pemberi peringatan juga kasih sayang, maka izinkan kami di bulan kelahiranmu, untuk kembali belajar mencintaimu. Mencintai dengan perbuatan. Membuktikan cinta dengan belajar mengenalmu. Membuka lembaran-lembaran sirah dirimu.
Belajar menjadi ummatMu, membuka dan menyimak lalu mengikuti sunnah-sunnahMu. Belajar menjadikan dirimu uswatun-hasanah, panutan dalam tiap gerak, jejak, dan ucap kami.
Belajar menghilangkan keraguan untuk meyakini ishadu-bi- anna-muslim, saksikan bahwa kami seorang muslim, ummatMu. Belajar menjadi kaum yang kau rindukan, meski raga belum pernah berjumpa. Izinkan kami wahai Lelaki kesayangan Rabbi.
12 Rabbiul Awwal 1445H
No, I don't think you understand
That people like me, we cannot afford to fail
I'm the only hope,
The only hope for a better future for my family
Everyone is relying on me.
Then who would you rely on to?
Just Allah
Kita Tak Paham Dunia Ini
Dibandingkan dengan yang kita ketahui, ada lebih banyak hal lagi di dunia ini yang sulit kita pahami:
Masa depan kita, Isi hati orang lain, hasil perjuangan kita, bahkan perasaan diri kita sendiri
Di titik ketidaktahuan kita tentang hidup, disanalah kita sadar, Allah-lah tempat kembali.
Dia lebih tahu diri kita, dibandingkan diri kita sendiri
Dia lebih tahu masa depan kita, jauh dibanding rencana yang kita ikuti
Dia lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, jauh dari teori-teori yang kita pelajari
Kita memang tak mampu, namun ada Allah yang mampukan
Kita memang tak tahu, namun ada Allah yang beri petunjuk dan jalan
Latar belakang keluarga dan kesulitan-kesulitan apapun, jangan sampai menghambatmu untuk mengejar cita-cita
-Mas Imam
Tak ada orang yang datang selamanya.
Suatu saat, dia akan pergi.
Sebab, pada akhirnya, kita akan melupakan dan merelakannya.
Maka, sampai saat itu tiba, perlakukan dan sambutlah dia dengan hangat.
Berita duka, layaknya mimpi buruk bagi sesiapapun yang sedang pergi merantau jauh dari keluarga.
Membayangkannya saja tak sanggup rasanya.
Namun, ternyata mimpi buruk itu akhirnya datang juga pada waktunya.
Berita kematian keluarga, hal yang selama ini paling kutakutkan, tak mampu lagi tertunda rupanya.
Kupandangi layar gawaiku, seketika tubuh ini membeku, diam, seperti tersambar petir rasanya. Kaku, tak tahu harus berbuat apa. Hanya do'a yang bisa kurapalkan.
Ingin berlari dan segera menghampiri, tapi apa daya jarak terlalu jauh memisahkan kita.
Hujan deras membasahi pipi.
Tak sanggup rasanya mengingat momen pertemuan terakhir bersamanya, saat berpamitan sebelum keberangkatanku lalu.
Padahal, saat itu kami telah saling berjanji.
Janji untuk saling menjaga diri, janji akan saling bertemu lagi, janji untuk menunggu sampai waktu kepulanganku.
Janji yang tak akan pernah sampai. Janji yang kini hanya tinggal kenangan.
Allah, sayangilah ia. Ampunilah dosanya, mohon tempatkan ia di sisi terbaikMu. Aku sangat menyayanginya.