Dunia memang tidak pernah menjanjikan kenyang.
Ia hanya mahir menyajikan sesuatu yang tampak cukup untuk membuat kita terus mengejarnya. Hari ini mengejar nama, esok mengejar pujian, lusa mengejar rasa aman. Begitu seterusnya.
Anehnya, setiap selesai menggenggam satu hal, hati kembali mengulurkan tangan kepada hal yang lain.
Barangkali bukan karena nikmatnya kurang.
Melainkan karena hati diciptakan untuk mencintai Yang Mahakekal, sementara yang terus kita suapkan kepadanya hanyalah yang fana.
Mungkin itulah sebabnya, semakin dunia dipenuhi, belum tentu dada ikut penuh.























