d e v o n

bliss lane
Sade Olutola
hello vonnie

blake kathryn
Monterey Bay Aquarium
Keni

izzy's playlists!
Fai_Ryy
Cookie Run:Kingdom Official!

No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
occasionally subtle
Sweet Seals For You, Always

ellievsbear

gracie abrams
Cosimo Galluzzi

Jimmy Eat World

Love Begins

PR's Tumblrdome

seen from Hungary
seen from Brazil
seen from Indonesia
seen from United States

seen from Ecuador

seen from Venezuela
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from Argentina
seen from United Kingdom
seen from Kazakhstan

seen from United States

seen from India

seen from Argentina

seen from United States
seen from Colombia

seen from Türkiye

seen from Saudi Arabia
seen from Italy
@meymelyana
Pohon Tumbuh Tidak Tergesa-gesa
Makin dewasa, kadang tidak sadar membandingkan diri sama orang lain. Mengukur diri dengan alat ukur yang tak seharusnya kita gunakan; persepsi orang lain.
Waktu pulang ke rumah orang tua minggu lalu, aku menyadari jika banyak pohon di sekitar rumah ini yang umurnya lebih tua dari umurku, mereka adalah pohon kelapa, mangga, rambutan, dan nangka. Bahkan, foto mereka saat masih tumbuh masih ada, menjadi latar fotoku saat masih kecil dulu.
Mereka masih berbuah hingga hari ini, memberi manfaat meski menetap tak berpindah sama sekali. Bahkan, seiring kesibukanku, aku tak menyadari pertumbuhannya.
Entah kenapa, sulit bagi kita meneladani pohon. Andai kita petani, kita pun akan sadar tidak bisa memaksa padi tumbuh hingga menghasilkan bulirnya dalam sebulan. Mangga yang baru bertunas, tak bisa kita paksa segera berbuah dalam enam bulan. Apalagi tanaman-tanaman yang lebih lama lagi seperti durian. Mereka, para petani, amat sabar merawatnya dari bibit hinga berbuah, hingga layak panen.
Entah kenapa kita nggak pernah sabar sama hal-hal yang lagi kita tanam sendiri, dari pekerjaan ingin segera punya pekerjaan yang baik dengan gaji besar, dari pendidikan ingin segera selesai dengan nilai memuaskan, dari berkeluarga ingin bergegas menikah - punya anak - hidup bahagia - punya rumah - punya apapun, dan entah apapun yang lagi kita mulai. Kita tergesa untuk segera lihat hasilnya, tidak hanya itu, tapi juga berekspektasi bahwa kita akan mendapatkan hasil yang baik.
Entah kenapa, kita terasa begitu tergesa-gesa. Seolah jika sudah sampai kepala tiga, semuanya telah terlambat. Seolah kita kalah dari perlombaan yang sebenarnya tidak pernah ada.
Dan karena begitu tergesa-gesa, kita kadang nggak sadar bahwa bisa jadi kita adalah pohon durian yang iri kepada padi. Kata terfamiliarnya adalah kita kehilangan jati diri. (c)kurniawangunadi
@wholesome-animal-images
Jane Hirshfield || from "For What Binds Us"
You don't need butterflies in your stomach. You need someone who calms your nervous system.
Ternyata banyak hal yang aku tidak tahu selama ini. Dan alat tukar dari ilmu-ilmu baru itu dimulai dari patah dan kehilangan...
[Selamanya pembelajar, hal terkecil apapun itu, syukurilah...]
"Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dan bagi agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku. Mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku."
— Doa, 9 Ramadhan 1446
Memaknai Proses
memahami bahwa ada hal yang kita tidak perlu ikut campur. tugas kita itu berikhtiar, bukan mengendalikan hasil. percaya aja, semuanya itu Allah yang atur.
menata pandangan hidup dengan tepat selama berproses. kalau pandangan hidup clear, proses decision making juga bisa lebih singkat.
misal: kalau sudah punya pandangan hidup tentang pernikahan seperti apa, maka memutuskan dengan siapa itu akan menjadi lebih singkat.
cek pandangan hidup kita. perlu cek objeknya apa, pandangan hidup terhadap objek itu seperti apa, dan asalnya dari mana? ini di evaluasi. barangkali ada pandangan hidup yang eror dan justru mempersulit proses kita.
setiap perubahan hanya mengubah keadaanmu, bukan mengubah rezekimu. salah satu hal yang membuat kita takut mengambil keputusan adalah takut rezekinya berkurang. padahal rezeki itu sudah ada yang mengatur, sudah ditentukan.
keadaan yang dijalani hanya tak sesuai dengan ekspektasimu, bukan tak sesuai dengan rencana-Nya. apa yang kita jalani sekarang, ini udah yang terbaik, sesuai dengan rencana Allah.
belajar untuk memahami bahwa proses kitalah yang akan dinilai. hasil akhirnya itu tidak perlu kita kontrol.
kadang kepekaan kita terhadap jawaban dari doa-doa itu, eror. maka dari itu kita butuh kepekaan untuk melihat tanda.
_____________
ini adalah pelajaran setelah melewati proses. exercise value-value ini ke dalam proses masing-masing. dan untuk menginternalisasi satu value, kita harus melewati banyak hal terlebih dahulu.
Yaa Allah, ampunilah kami yang amat mudah menilai cara orang tua kami mendidik kami dahulu, padahal kami sama sekali tidak mengetahui bagaimana perjuangan mereka untuk menghidangkan sesuap nasi.
Yaa Allah, ampunilah kedua orang tua kami atas kesalahan-kesalahan mereka yang telah lalu dan yang akan datang. Beri kami kesabaran sebagaimana mereka telah bersabar menghadapi kami sewaktu kecil.
Meski belum menjadi orang tua, mengamati mereka di usia dewasa ini terkadang bisa menyentuh hati. Kuatkanlah mereka yaa Allah…
“Sometimes you have to forget what you feel, and remember what you deserve.”
— Unknown
Let's see.
“WHEN SOMEONE HELPS YOU AND THEY STRUGGLING TOO, THAT’S NOT HELP THAT’S LOVE”
— Unknown
Cheesy Roasted Garlic Pull Apart Bread (x)