7 Juni 2026
Terimakasih yaAllah, ini sudah sgt lebih dr cukup🥺🤲
Three Goblin Art

tannertan36
Sade Olutola
No title available
ojovivo
NASA
trying on a metaphor

PR's Tumblrdome

★
will byers stan first human second
Peter Solarz
KIROKAZE
Lint Roller? I Barely Know Her

祝日 / Permanent Vacation

JBB: An Artblog!
taylor price
AnasAbdin

pixel skylines

⁂
DEAR READER

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Australia
seen from United States

seen from Ireland
seen from Tanzania

seen from United States

seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Germany
@paaiii
7 Juni 2026
Terimakasih yaAllah, ini sudah sgt lebih dr cukup🥺🤲
[Hidden]
Tersembunyi. *Self Remainder* *Notes to My Self* Ikhlas itu tersembunyi. Adanya di hati yang terdalam. Tiada yang bisa mengukur derajat keikhlasan seseorang, kecuali Dia. Ketika berlelah-lelah berbuat sesuatu, namun tak seorang pun yang mengetahuinya. Ketika Berusaha keras akan tujuan tertentu dan tidak ada yang menghargainya. Ketika niat sudah lurus dan langkah yang kokoh, namun ada saja yang mencibirnya. Kecewa? Futur? Berbelok arah? Bercermin lah terhadap diri dan tanyakan lah pada hati.. Sudah ditingkat mana kah keikhlasan kita berada? Masih kah kita berharap akan angan-angan semu, menginginkan pujian manusia semata. Sementara hanya Allah lah yang bisa membuat manusia mulia ataupun hina. Tiada seorang pun yang berhak menjustifikasi semulia dan sehina apa diri kita ini. Sahabat Rasul sekali pun, pernah merasakan kekecewaan terhadap manusia, seperti kata beliau, “Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia” –Ali bin Abi Thalib. Tak ingat juga kah akan nasihat Imam Syafi’i yang sering didengar : “ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke pada kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.” Sudah saatnya.. luruskan niat, tancap gas dan teruslah begerak! Landaskan semua kerja-kerja hanya untuk Allah. Tak peduli berapa orang yang akan melihat dan menghargai mu atau sebaliknya justru mencibir dan mencemooh mu. Jangan gubris dan risau, karena Allah yang akan menilai semua jerih payah itu. One’s more. Harapan satu, hanya kepada Allah! Thats way.. Aku ingin bersembunyi. Aku ingin tak seorang pun melihat ku. Karna aku takut.. takut akan bergejolak nya kembali sifat hati yang aku benci. Sifat ujub, sombong dan puas atas diri. Serta harapan kepada makhluk yang tiada pasti. Hati ini begitu rentan. Keikhlasan ini seperti buih. Tak terlihat, dan akan lenyap begitu saja jika hati yg kotor mencampuri. Aku ingin membunuh waktu. Aku ingin membuatnya tak bernyawa dan berhenti menyiksaku dengan detik-detik yang hanya membuat hati dan jiwa ku terkukung oleh pengharapan kepada selainNya. Just, Wanna try and try To be Hidden
Di semesta yang sering mengajarkanmu untuk menjadi lebih, lebih kuat, lebih pantas, lebih tak tergantikan, kau diam-diam lupa bahwa ada tempat di mana kau tak perlu menjadi apa-apa selain dirimu sendiri. Tempat di mana hadirmu bukan sekadar tambahan, melainkan alasan mengapa dunia terasa sedikit lebih lengkap, sedikit lebih bernapas dengan sempurna.
Kau mungkin terbiasa mengukur dirimu dari seberapa sering kau gagal, seberapa banyak luka yang kau sembunyikan, atau seberapa keras kau mencoba agar tetap terlihat utuh. Namun, di mata yang tepat, semua hitungan itu gugur sebelum sempat disebut. Di sana, kau tak pernah dipandang sebagai kekurangan yang harus diperbaiki, melainkan sebagai cerita yang layak dipahami, tanpa syarat dan tanpa jeda.
Ia tak datang untuk menghakimi retakmu, tak pula menimbang masa lalumu seperti neraca yang kejam. Ia hanya berdiri cukup dekat untuk melihat, betapa setiap luka yang kau bawa adalah bukti bahwa kau pernah berani mencintai, dan setiap diam yang kau pilih adalah cara paling sunyi untuk tetap bertahan.
Di mata itu, lelahmu bukan kelemahan, melainkan keberanian yang tak pernah kau sadari. Jatuhmu bukan kehancuran, tapi bagian dari tarian panjang menuju pulang. Bahkan ketika kau merasa hilang arah, di sana kau tetap terlihat, bukan sebagai seseorang yang tersesat, tapi sebagai jiwa yang sedang belajar menemukan dirinya sendiri.
Dan mungkin, pada akhirnya, kita semua hanya mencari satu hal sederhana; sepasang mata yang tak berusaha mengubah kita, tapi memilih tinggal—menyaksikan, memahami, dan menerima—hingga kita pun perlahan percaya, bahwa kita memang layak dicintai, bahkan dalam bentuk kita yang paling rapuh sekalipun.
Aku percaya, jika kita menyelamatkan hati orang lain, suatu saat Tuhan akan menyelamatkan hati kita.
Pengen cerita/konsultasi/sekedar nanya sama orang yg ga dikenal.
Ada gak yg mau denger cerita aku? --
Knp ga cerita ke suami? Engga, krn ini cerita ttg dia xixoxixi
Salah gak sih klo aku punya pemikiran..
"Ujian apa ya yg akan menanti di depan? "
Alhamdulillah wa syukurilah, lagi ada di tahap bersyukur selalu utk semua nikmat yg Allah beri. Walau kadang ada sedih nya klo begini begitu.. Tp syukur nya lebih banyak. Kebaikan Allah banyak bgt buat gue yg ga pernah baik buat Allah🥲🥲. Ibadah masih kurang, sering lalai, dzolim dan banyak alasannya.. Tp kebaikannya gapernah berhenti.
Lagi ada di kondisi lapang, dan berdoa selalu agar memiliki hati yg seperti ini terus. Tp klo lg bersyukur, kadang tebersit takut setelah datang nya pelangi akan ada hujan lagi. Astagfirullah... Benerin mindset aku yaAllah
Jurnal kebaikan #2
Aku mau cerita, pagi ini..
Pagi ini.. Ada sedikit drama indosiar, doi dg keasbunan nya tbtb nyeletuk, "ya kamu harus nya langsung blablabla.. " Denger kata² itu, entah hati ku yg lg sensitif rasa nya spt sebuah petir menyambar.
kata² itu seperti memunculkan banyak spekulasi di otak ku, like.. "Salah mulu ya aku" "Kenapa blablabla" Spekulasi itu langsung muncul seketika .
Aku langsung diem, membete dan agak marah.. Doi wara wiri nyambi siap2 mau berangkat kerja, dan menyiapkan bbrp kebutuhan domestik yg gabisa aku kerjain. Tbtb mendekat..
"Maaf yaa.. Aku salah." Bukan petir lagi, kata itu spt geledek yg siap menurunkan hujan. Tp klo ini hujan dr kelopak mata. Padahal cuma kata maaf.
"Jaga omongan kamu.." aku membalas dg terbata diiringi rintikan yg semakin deras.
"iyaa.. Maaf aku salah, maafiin yaa.. mau kan? aku minta maaf, biar kerja nya berkah. Sini peluk dulu" Duarrrr, gelombang air itu sudah tak terbendung lagi. Deras tp Hangat. Banget.
Terimakasih yaAllah, terimakasih engkau kirimkan manusia seperti ini. Yang tidak menomor satukan ego nya. Yg bisa saja klo ego nya jalan.. beliau berfikir, "baper bgt sih kamu, aku kan cuma ingetin doang." tapi ini engga, doi tundukan ego nya, dan meminta maaf plus minta doa pula biar berkah kerja nya.
Ga kuaat yaAllah, kasih sayangMu melalui nya yg membuat aku ingin selalu bersyukur berkali lipat. Berilah rasa ketenangan ini selalu. Berilah rasa kasih dan sayang ini selalu kepada kami. Berkahi selalu hidup nya, mudahkan selalu, lindungi selalu, jaga kami selalu dalam ketaatan, jadikan kami hambaMu yg semakin baik dari hari yg lalu. aamiin
"Doain ya, biar berkah aku kerja nya." Kata-kata simpel yang sangat bermakna
Aku suka bgt sama suami klo lagi kerja. YaAllah beri lah pekerjaan yg tepat untuk nya. Agar kami bisa memberikan rezeki kami ke orang tua, orang sekitar dan orang yg membutuhkan.
Ya Allah lembutkanlah hati kami untuk terus bersangka baik terhadap segala bentuk takdir-Mu
Ya Allah bimbinglah diri kami dalam kehidupan ini dengan hidayah-Mu agar kami tidak tersesat dan tidak lena dengan kehidupan yang sekejap ini
Ya Allah rahmati lah kami dengan kasih sayang-Mu. Lindungi kami agar tidak pernah berputus asa dalam mengharap rahmat dari sisi-Mu
Jadikanlah kami termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sabar, dan semoga dari kesabaran itu, Engkau meridhai kami, mengampuni dosa-dosa kami dan memberikan kami kebaikan yang indah. Aamiin ya Rabbi..
Ramadhan ke 25, 15 Maret 2026 09.59 wita
- udh di tf uang bulanan
- di tf THR
- THR udh dikasih, masih dibelanjain juga..
- dibeliin apapun jg keperluan, sepeda anak, kue2an, hampers.
YaAllah, aku bersaksi dia org yg sgt loyal thd istri nya.. Berkahi dan lancarkan selalu rezeki nya, buka kan pintu keran rezeki seluas2 nya dan jadikan rezeki nya mengalir spt air sungai yg mengalir deras. Aamiin
hal yang perlu dipupuk lebih dalam adalah mustahil bagi Allaah memberikanmu kesulitan tanpa adanya kemudahan, kesempitan kepadamu tanpa adanya kelapangan, kesedihan yang kamu rasakan dengan begitunya tanpa adanya kebahagian.
sesuatu yang indah, butuh waktu. bunga yang kuncup butuh waktu untuk mekar. bahkan seporsi mie instanpun tetap butuh waktu untuk menyajikannya. semua itu memiliki waktu. maka perluas lagi sabarnya ya, perbanyak lagi doanya, bila telah tiba waktunya segala harap kan menjadi nyata, segala urusan akan punya jalan keluar.
jika Allaah yang menjadi tujuan dari perjalananmu, maka segala sesuatunya akan terasa mudah. tidak ada rasa kata risau, tidak ada rasa takut, karena setelah engkau berusaha semampu yang kamu bisa, kamu akan menyerahkan segala hasilnya hanya kepada Allaah.
Allaah akan memberikan kepada mu balasan yang indah di dunia, karena niat mu yang tulus, engkau lebih mengutamakan kehidupan akhirat daripada kenikmatan dunia yang hanya sesaat. Allaah sama sekali tidak menyia-nyiakan hamba-Nya, Allaah tidak akan menyia-nyiakan keyakinanmu, imanmu. dan kamu tidak akan dibiarkan berjalan sendirian tanpa pengetahuan dan petunjukNya.
Sebaik apa pun niatmu, akan selalu ada yang salah paham. Karena tidak semua orang melihat dengan hati yang jernih. Sebagian melihat lewat luka, sebagian lagi lewat prasangka.
Benar kata Ali bin Abi Thalib:
“Orang yang membencimu tidak akan pernah melihat kebaikanmu, meski kamu berbuat baik sepanjang waktu.”
Maka tugasmu bukan membuat semua orang mengerti. Tugasmu hanya menjaga niat tetap lurus, dan hati tetap tenang.
Karena pada akhirnya, yang tahu isi hatimu bukan mereka — tapi Allah.
IRT yang di rumah dengan anak kecil, bukan lah pekerjaan remeh, apalagi "hanya". Adalah suatu amanah dan mandat besar yang tugasnya bukan lagi dari bos atau atasan -manusia-. Tapi dari Pencipta mereka, Allah. Bahwa amanah itu sudah dititipkan, dan bahwa hendaknya makhluk kecil titipan-Nya dijaga, dirawat, dididik, ditumbuhkan dan ditemani dengan sebaiknya.
Mereka lahir dengan keadaan bersih, tanpa dosa. Maka jangan sampai dengan berjalannya waktu, mereka "kotor, buta" dan tidak tahu "jalan membersihkan diri, dan kembali" pada kondisi bersihnya.
Orangtua memang tidak memegang kunci hidayah, tapi mereka bisa menjadi wasilah memberikan bekal terbaik untuk anak-anak menyusuri dunia yang begitu ramai dan beraneka warna. Ilmu mengenal Rabb-nya, ilmu agama, syariat, Al-Qur'an, dan lain sebagainya; semoga dari kita -orangtua-, atau lewat kita, anak-anak kita bisa mendapatkannya, dan menjadi pribadi yang sebaik-baiknya.
Namun tentu saja, kitalah sebagai orangtua yang paling pertama perlu dididik. Ya, mendidik diri sendiri. Sebab, salah satu perangkat terbaik dalam pembelajaran adalah lewat keteladanan. :')
12/02/26
"Generasi Yang Tidak Sabar Memetik Buah"
Kutipan di atas merupakan perkataan seorang ulama dalam menyoroti kondisi generasi saat ini. Bukan untuk judgement, sekali lagi bukan untuk itu, namun untuk melihat realita agar mampu menemukan formula penyikapan terbaiknya.
Bagi saya kutipan tersebut tidak salah, malah saya merasa masuk di antaranya. Contoh, secara ringan kita bisa menamatkan konten-konten video pendek di sosial media dengan hanya geser layar HP, scroll down. Perilaku seperti ini yang dilakukan secara memanjang akan membuat kita tidak punya daya tahan dalam waktu belajar. Kita jadi terbiasa dan merasa cukup menyerap sesuatu dari konten berdurasi 20-40 detik.
Sehingga, kita tidak cukup tahan, tidak bisa tenang, fokus terpecah dengan ada aja hal yang dilakukan saat menonton siniar panjang oleh pakar dan praktisi.
Kesimpulan sederhana yang saya petik adalah pentingnya meningkatkan "stamina". Stamina dalam forum untuk berdiskusi, stamina dalam menamatkan buku yang sedang dibaca, stamina dalam mengelola masalah, stamina bertemu dengan sesuatu yang tidak kita inginkan, tentu stamina dalam berjuang mewujudkan cita-cita.
Generasi, segeralah beranjak dari situ. Banyak soal yang perlu andil banyak tangan terlibat. Semoga Allah memudahkan jalan kita semua aamiin.
Alhamdulillah.
Lagi ada di fase pingin bersyukur terus terusan. Allah baik bgtt, tp kayak aku nya ko ga maksimal dlm ibadah, padahal Allah udh maksimal bgt buat ngasih kebaikan2 yg banyak. 😿
Katanya sih kebetulan
Ternyata benar, tidak ada yang namanya kebetulan. Akan selalu ada alasan dibalik 'mengapa kamu dipertemukan oleh seseorang?'. Entah kehadirannya membawa pelajaran ataupun kejutan. Pun, seluruhnya tidak ada yang sia-sia.
'Kebetulan' adalah bahasa matematika yang digunakan manusia ketika gagal memetakan hubungan sebab akibat (rancangan Tuhan) suatu fenomena di alam semesta ini.
Dalam kerangka iman, yang disebut kebetulan oleh manusia adalah takdir yang berjalan sebagaimana ketentuan-Nya. Atau yang disebut qadar maupun sunnatullah.
Allah tidak bekerja secara acak, tetapi mengatur melalui sebab-akibat yang selalu bertaut. Segala sesuatunya telah terukur, tertulis, dan saling bertaut.
Nah, dari ketidakmampuan panca indera manusia dalam membaca ayat-ayat Nya itulah yang menyebabkan lahirnya ilusi yang namanya kebetulan.
Kebetulan sejatinya bukanlah bukti ketiadaan suatu makna, melainkan pengakuan diam-diam atas keterbatasan akal manusia dalam menyingkap keteraturan ilahi.
Hematnya, ketika ilmu berhenti maka manusia akan mengatakan itu hanya sebuah kebetulan; namun ketika iman menyala, ia akan berkata ada ayat-ayat Nya yang belum mampu untuk kupahami.
Dalam kutipan al-Hikam;
Janganlah engkau menamai sesuatu sebagai kebetulan hanya karena akalmu gagal menelusuri sebabnya. Apa yang luput dari perhitunganmu tetap tercatat dalam ilmu-Nya.
Bila mata batinmu terbuka, engkau akan tahu bahwa tidak ada peristiwa yang berjalan tanpa ukuran, dan tidak ada kejadian yang datang tanpa kehendak.
Kebetulan hanyalah nama yang diberikan oleh akal ketika ia berhenti, sedangkan bagi Tuhan, segala sesuatunya bergerak dalam tatanan yang rapi dan penuh hikmah.
Menuju terpejam, 23.15 || 02/01/26
Mantra hidup tenang:
Gak semua orang cocok sama aku dan aku juga belum tentu cocok sama semua orang. Yaudah sih, next, skip!