Mahar Mahal VS. Zina Murah . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hari ini ada tiga jenis orang yang berkumpul ramai turun ke jalan untuk berdemo : 1. Orang berdemo untuk menurunkan harga BBM 2. Orang berdemo untuk menurunkan pemimpin pengadu domba 3. Orang berdemo untuk menurunkan harga mahar . Para pemuda berjengot tipis dengan karton tipis bertuliskan : “turunkan harga mahar!”, “turunkan harga mahar!”, “turunkan harga mahar!”. . . Kalau mahar mahal maka zina murah. Kalau harga mahar tinggi maka zina merajalela. Kalau jalan benar ditutup maka jalan batil akan dibuka. Hukum sebab akibat. . . Yusuf Qardhawi pernah menjelaskan, Rasulullah SAW mengawinkan putri-putrinya dengan mahar yang paling mudah dan paling ringan. "Sesungguhnya nikah yang paling besar berkahnya ialah yang paling ringan maharnya." (HR Ahmad dari Aisyah). Demikian dengan yang dilakukan para sa lafus salih. Mereka tidak pernah menanyakan kekayaan calon menantu dan tidak pula menanyakan apa yang akan diberikan kepada anaknya. . . Ringan itu bukan berarti murah. Ringan itu berarti memudahkan. Karena sebaiknya-baiknya mahar adalah yang mendekatkan kepada Tuhannya, seperti seperangkat alat sholat, kitab al-Qur’an, hafalan dan mengajarkan bacaan Al-Qur’an kepada wanita. . . Sebaik-baik perempuan adalah yang paling ringan maharnya. Dan sebaik baik laki-laki adalah yang memberikan mahar yang terbaik. Maka terima kasih ku ucapkan kepada wanita dan orang tuanya yang meringankan mahar bagi calon pengantin, yang penting “sah” bukan “wah”. Wallahu'alam...










