Aku tidak akan pernah mencintai siapa-siapa karena rasa ku telah habis sudah.
Sekalipun kamu membelakangi dan pergi atau kamu tetap ada tapi tak peduli, perasaan bukan hal yang mudah hilang, hanya karena terluka yang berulang.
$LAYYYTER
AnasAbdin
No title available

blake kathryn

@theartofmadeline
Claire Keane
we're not kids anymore.
d e v o n
Mike Driver
Keni

No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Kaledo Art
todays bird
No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

祝日 / Permanent Vacation

pixel skylines
Alisa U Zemlji Chuda
I'd rather be in outer space 🛸

seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from France

seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Jordan

seen from Italy
seen from Thailand
seen from France

seen from United Kingdom

seen from France
seen from Portugal
@mihawkzak-blog
Aku tidak akan pernah mencintai siapa-siapa karena rasa ku telah habis sudah.
Sekalipun kamu membelakangi dan pergi atau kamu tetap ada tapi tak peduli, perasaan bukan hal yang mudah hilang, hanya karena terluka yang berulang.
Milo machiatto
Semua orang punya titik jenuh, membekap rasa dalam belenggu.
Tak banyak yang menghargai, sebab itu tak mudah ditemui.
Kemudian aku terpikir kembali, apa yang sedang aku genggam.
"Cintakah atau Keegoisan"
Hubungan ini enggan yang tak ingin menyerah, namun cukup lelah untuk berbalik arah.
Mungkinkah harus dipikirkan kembali, karena sendiri tidakkan mampu mempertahankan hubungan dua arah.
"Hanya satu pihak yang selesai, di depan satu pihak yang belum mau usai".
Bila saya lenyap dalam senyap, kamu adalah berisik dalam ramai yang akan selalu hidup dalam jiwa yang telah tiada.
Bila saya adalah pengecut yang tak beranjak, kamu adalah pemberani yang membuat saya melawan dunia demi cinta .
Bila saya adalah perwujudan dari kehancuran, kamu adalah megah dalam indah nya tuhan mencipta.
Bila saya adalah seorang egois yang memaksamu mencintai saya, kamu adalah orang baik yang membiarkan saya tetap hidup dengan fantasi.
Bila saya adalah akhir, semoga kamu adalah awal dari semua hal yang pernah saya pertaruhkan.
Menarilah meski lagumu telah lama mati, karena musik tidak selalu hadir melalui telinga, ada beberapa yang abadi dalam jiwa yang akan terus kamu dengarkan meski sepi yang sedang kamu rasakan.
Bersamamu, seringkali membingungkan, seperti berada di tengah-tengah pertanyaan yang jawabannya menakutkan. Banyak rasa membuncah dalam dada, membiarkan retak pada rusuk, memaknai jantung yang berdebar setiap mendengar suaramu.
Namamu saya tunggu dalam perapian, sebab mendengarnya mampu menghangatkan.
Memang banyak waktu dimana saya duduk sendiri menatap api yang menyala, namun sedikit waktu tersisa yang diberikan dengan cuma-cuma, adalah syukur yang tak terhingga.
Saya mungkin terbakar dengan memori usang yang kamu sebut kenangan, tapi dalam proses kesakitan saat api melahap, kamu menjadi hal terakhir yang saya pikirkan.
Bebas untuk menyebut apa tentang masa lalu yang pernah ada, dan dengan sadar saya terlalu keras dalam memaksa.
Seperti permintaan terakhir sebelum dihukum mati, saya ingin mengenang bagaimana bibir saya menyentuh rambutmu.
Terasa kaku dalam pilu, tentu sebuah runtuh yang ku peluk, dan bila mencintaimu adalah perasaan seumur hidup, rindu akan menjadi penyiksa yang tersisa dalam seluruh waktuku.
Sekarang, aku ditinggalkan oleh seseorang yang berkata,
"Aku cinta banget sama kamu"
"Aku sayang banget sama kamu"
"Aku gak mau kehilangan kamu"
"Kita wujudin impian kamu sama2 ya"
"Kita nikah ya"
"Aku berharap kamu masa depan aku"
"Selama ada aku, aku bakal tetap ngurusin kamu, kecuali aku ga ada"
"Aku bakal masakin kamu, beresin semuanya, manjain kamu"
"Aku bakal jadi orang yang nemenin kamu setiap kamu tidur"
"Aku bakal nemenin kamu saat susah maupun senang"
"Aku engga akan ninggalin kamu"
"Umur 21, kita nikah. Aku janji"
Oleh seseorang yang selalu,
Memelukku di semua keadaan
Mengelus rambutku
Menciumku
Menghapus air mataku
Menenangkan ku
Mengetahui semuanya hingga hal yang tidak penting
Aku sangat mencintainya, tidak bisa melepasnya bukan karena aku tidak ada cadangan seperti ucapannya. Aku hanya benar-benar tidak bisa melepasnya. Sekuat apapun aku mencoba mengikuti keinginannya, aku hancur dalam tangisan yang tidak berhenti semalaman.
Sebenarnya banyak hal yang kami bicarakan lebih dari ini, tapi ucapannya selalu terngiang-ngiang. Banyak pula, yang ia lakukan untukku, namun mungkin aku terlalu berharap menjadi masa depannya, padahal kenyataannya aku berakhir sebagai masa lalunya.
Pagi ini, aku bertemu seorang teman dan kami berbincang, "Apabila kamu tidak merasakannya, jangan berucap seolah ini mudah, jangankan untuk melupakannya, berhenti peduli dengannya saja aku tidak bisa. Aku tidak perduli berapa kalipun dia berusaha menyakitiku, mencari cara agar aku membencinya, meninggalkanku setelah aku berulang kali menemukannya, berapa banyak orang yang tidak menyukai hubungan kami, berapa orang yang mengganggap hubungan ini salah"kataku.
Temanku menatapku lalu menjawab "lantas apa yang kamu perdulikan?" Aku menatapnya balik, "kamu benar-benar tidak mengertiku, kamu malah menanyakan itu? Tentu saja yang aku perdulikan adalah dia."
"Apabila kamu peduli dengannya, seharusnya kamu melepas dia, karena itu adalah keinginannya. Seharusnya kamu tau jika kamu tidak bisa membahagiakannya, jangan membuatnya bertahan bodoh"jawabnya.
Aku menghela nafas panjang, "Aku memang tidak bisa membahagiakannya, tapi aku tidak bisa melepaskannya"ucapku. Dengan meremas bahuku dia berkata, "lalu apa yang kamu lakukan selanjutnya? tetap mengganggunya hingga ia muak denganmu? Cinta ga harus memiliki fa".
Dengan meremas bahunya aku menjawab "Aku tau, tapi bukan itu yang akan aku lakukan han". Reyhan tampak bingung dan mengangkat alisnya, "lalu apa fa?"
"Yang aku lakukan adalah terus mencintainya"kataku.
"Cerita hubungan yang berakhir"
Part 1
Setelah beberapa tahun tidak membuka aplikasi ini, aku menyadari ternyata patah hati adalah rutinitas yang harus aku hadapi.
Seperti malam ini, aku sedang memandang langit-langit kamar dan memutar lagu. Kebiasaan ku berubah saat patah hati, aku akan menulis semua yang aku rasakan menjadi tulisan yang diketik dan disebarkan di sosial media serta mendengar lagu dengan lirik terluka.
Sebenarnya melihat dari sudut pandang manapun, yang lebih sakit adalah dia. Aku mengetahui dengan pasti, keegoisan ku yang tidak bisa dikendali, memaksanya pada hubungan yang tidak dia kehendaki.
Kami diibaratkan saling berhadapan di dalam sebuah lingkaran. Aku yang tidak tau diri memegangnya terlalu erat hingga saatnya dia penat, dia mencoba melepas genggaman, dan aku mulai ketakutan. Lalu aku menggenggamnya dengan lebih erat, menyisakan luka goresan akibat kuku yang bergesekan dengan kulitnya. Aku tau dia terluka, aku tau dia menahan tangisan, aku tau hubungan ini adalah keeegoisan.
Tapi aku tetap membeku, menatap matanya dengan lekat, memintanya untuk tetap disini.
Ia dengan keputusasaan memintaku mengikhlaskan sesuatu yang bagiku tidak akan aku lakukan. Aku dengan keegoisan memintanya tetap bertahan. Tak lama ia sedikit meringis, ternyata tanganku terlalu erat hingga kuku jari ku menancap pada kulitnya. Darah itu menetes diantara kami, aku meneguk ludah, tenggorokan ku terasa kering, aku sadar aku telah melukainya, semakin aku memaksanya, semakin ia terluka.
Sayangnya, tanganku tidak melemah menggenggamnya. Aku masih memintanya untuk tidak melepaskan, dia mulai menangis terisak. Aku makin hancur, dihadapkan 2 pilihan. Melepasnya dan aku terjatuh atau terus menggenggamnya dan aku hancur.
Aku merasa tidak bisa menentukannya dan lalu aku memeluknya, dia memukul dada ku dan berkata "lepaskan aku fa, aku mohon". Aku menjawab dengan suara yang terbata, "aku enggak bisa dy, maaf". Dia menarik bajuku, "aku mohon fa, sudah cukup aku udah engga bisa".
Aku berlutut di depannya, menundukkan kepalaku lalu memeluk pinggangnya. Aku hanya diam tanpa menjawabnya. Dia meremas bajuku dan berkata "fa, lihat aku, aku benar-benar udah gabisa." Dengan mata merah aku menatapnya, sedikit terisak dan sangat pelan aku berucap "aku tau"
Aku melepas genggaman tangannya yang terluka, dan memeluk pinggangnya dengan erat. Aku menangis sejadi-jadinya di depan dia. Dia mematung. Aku meremas bajunya lalu menggigit bibirku hingga berdarah, tetesannya mengenai baju biru yang ia pakai. Aku tiba-tiba teringat baju biru itu sewarna dengan langit yang aku suka.
Entah kenapa dia menyukai langit yang hanya membentang luas berwarna biru cerah ditemani awan putih dengan bentuk yang beraturan. Tak sadar bibirku tersenyum, aku berkata lirih berharap ia tidak akan mendengar, "tanpa sadar aku melakukan apa yang kamu suka, mencari tau apa alasannya. Sebelumnya aku tidak pernah peduli tentang langit, melihatnya saja bagiku adalah sesuatu yang tidak perlu diperhatikan hingga aku mengetahui kamu menyukai itu. Sejak saat itu, kapanpun aku keluar rumah, aku berhenti sejenak untuk melihat langit hari itu, aku berbicara pada langit perihal aku mencintai mu lebih dari langit meski aku bukanlah warna biru yang cerah, tidak ditemani awan putih, tidak berada diatasmu dan tidak dipotretmu. Setiap aku merindukanmu aku mendengarkan lagu BTS "spring day", aku tidak mau kamu tau. Aku terlalu gengsi untuk itu. Aku tidak mau kamu tau aku menyukai lagu itu karena mengingatkan aku denganmu. Musiknya ga sedih padahal, tapi kenapa setiap aku mendengar itu dada ku sesak. Mungkin benar kata lagu itu, semakin aku berucap aku merindukanmu, semakin aku jatuh dalam kerinduan. Kamu mungkin melihat aku dislike video nya, ya itu yang aku ss ke kamu. Namun sebenarnya aku like video itu, aku tau mendengar lagu itu membuatmu tersenyum. Aku menampakkan membenci mereka bukan karena aku engga suka mereka, tapi aku benci saat aku tidak percaya diri. Seperti kata kutipan dilan, cemburu itu untuk orang yang tidak percaya diri. Dan aku sangat tidak percaya diri dibanding mereka, aku cemburu kamu tersenyum hanya melihat fotonya, kamu senang melihat dia, mendengar suaranya, menjadikannya wallpaper HPmu. Aku benci karena aku cemburu. Meski dia hanya idola kamu, aku hanya merasa ga adil, dia tidak melakukan apapun, dia tidak mengenal kamu, tapi kamu bisa jatuh sama pesonanya. Dan aku? Yang jelas-jelas mengenalmu tidak dapat menjadi mooboostermu dengan kehadiranku. Aku tidak percaya diri dibanding v, tapi aku menyukai mereka karena aku tau saat nanti ga ada aku, dia yang akan selalu bikin kamu tersenyum. Dengan itu aku sedikit merasa tenang, karena tanpaku kamu tetap bahagia, meski aku benci. Percayalah, aku lebih menginginkan kamu dari siapapun di dunia ini, aku mempertahankanmu dengan semua yang aku miliki dan aku membenci siapapun yang bersama denganmu nanti dy".
1:51
09/31
Putarlah sepatumu, arahkan badanmu ke arah barat dan kan kuarahkan badanku ke arah timur, lalu berjalan dan berbelok lah di persimpangan. Lalu rasakan, bagaimana sebuah jarak? Apakah mampu membuat mu bertahan ataukah kamu sedang ragu dan berfikir aku membagi perasaan pada orang yang kutemui di persimpangan?
Ya, pada saatnya kita akan menuju perpisahan. Masuk ke dalam pintu berbeda dan melewati jalan setapak yang di sekelilingnya penuh dengan kenangan. Menyesakkan memang, tapi aku bertahan untuk tak berbalik arah meski raga ini melangkah dengan terpaksa. Sejujurnya, aku terluka akan perpisahan yang ku pilih, perpisahan yang akan membuatmu terbiasa tanpaku dari hari ke hari. Tolong jangan berkata , masih sayang. Itu hanya akan melukaiku lagi, karena dapat ku pastikan rasa sayangku lebih besar dari rasamu. Aku melepasmu karena mempercayai takdir tuhan yang akan memberikan kebahagiaan setelah kekecewaan. Jangan kenang aku, tapi pertahankanlah luka itu, luka yang ku buat setiap kali meminta berhenti dan kamu memohon tanpa henti agar aku tidak pergi. Biarkan luka itu menjadi pengingat, agar kamu tak perlu mengenang lagi kerinduan. Luka itu akan menyesakkanmu, biarlah seperti itu. Aku hanya tak ingin kamu sesak karena rindu, cukup aku yang merindumu dengan semua rasa kecewa pada semesta yang mencipta matahari dan bulan untuk tidak datang bersamaan. -R
Putus
Part 1
Mulailah untuk melupakan
Mulailah untuk mengikhlaskan
Mulailah untuk tidak pernah menghubungi
Mulailah untuk tidak saling mengenal
Mulailah untuk bersikap seolah tak pernah ada yang terjadi
Dan mulailah mengerti, putus bukanlah saat dimana seseorang harus melakukan itu.
Putus adalah saat kita harus mengusir pikiran yang berkeliaran ketika kenangan memutar dirinya sendiri dan berbisik "kita pernah sangat bahagia, bukan?"
Putus adalah saat kita harus melepaskan tangan yang telah kita genggam sejak awal perjalanan menaiki lereng terjal menuju puncak yang disebut bahagia.
Putus adalah saat kita harus mengontrol diri untuk tidak menghubungi karena alibi agar dapat mudah melupakan hubungan yang telah diakhiri.
Putus adalah saat kita mendadak amnesia dan berpura-pura lupa ketika dia muncul di depan mata.
Putus adalah saat kita berusaha tertawa dan mendoakan dalam batin untuk kebahagiaannya saat mendengar "fa, si anu lagi deket sama yang lain"
Putus itu soal menerima konsekuensi dari sebuah perjalanan yang belum sampai puncak tapi dipilih berhenti hingga menyisakan letih.
-Mihawkzak
Sialan! Kau bahagia setelah meneterpurukkan aku . Tapi mengapa alasan bahagia itu adalah orang yang baru?
23:26