1 Gambar banyak makna :
Makna 1 : lagi mencoba keluar dari zona nyaman, klo gk dicoba dulu kita gk tau sampai dmn kemampuan kita
Makna 2 : investasi skill itu penting, yg bisa membuat diri kita berharga ya diri kita sendiri
Semangat 💪💪
Today's Document

titsay

❣ Chile in a Photography ❣
Misplaced Lens Cap
Peter Solarz
d e v o n
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Origami Around
Lint Roller? I Barely Know Her

shark vs the universe
trying on a metaphor
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Jules of Nature

Kaledo Art

No title available
noise dept.
Sade Olutola
No title available
will byers stan first human second
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from Mexico
seen from Bangladesh
seen from Brazil

seen from Brazil
seen from Brazil
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Mexico
@mineandmymind
1 Gambar banyak makna :
Makna 1 : lagi mencoba keluar dari zona nyaman, klo gk dicoba dulu kita gk tau sampai dmn kemampuan kita
Makna 2 : investasi skill itu penting, yg bisa membuat diri kita berharga ya diri kita sendiri
Semangat 💪💪
Kepo
Kepo dan peduli itu sangat berbeda. Jangan bilang kamu peduli padahal kenyataannya kamu hanya kepo. Untuk peduli gak mesti tau secara detail sebuah permasalahan, cukup ketika melihat dia dalam kesulitan km menawarkan bantuan dengan tulus. Klo kamu hanya kepo dan hanya ingin menjadikan permasalahn dia konsumsi pikiran burukmu please tahan saja, km gak tau seberapa menderitanya dia menghadapi permasalahannya. Cukup menjauh dan biarkan orang yang benar2 peduli untuk mendekat. Kadang memilih untuk tidak mau tau itu lebih baik.
Labelling
“ Seorang menjadi menyimpang karena proses labeling, pemberian julukan, cap, etiket, merk yang diberikan masyarakat kepadanya.”- Teori labeling (Edwin M. Lemert)
Labeling adalah identitas yang diberikan oleh kelompok kepada individu berdasarkan ciri-ciri yang dianggap minoritas oleh suatu kelompok masyarakat. Labeling cenderung diberikan pada orang yang memiliki penyimpangan perilaku yang tidak sesuai dengan norma di masyarakat. Seseorang yang diberi label akan mengalami perubahan peranan dan cenderung akan berlaku seperti label yang diberikan kepadanya (Sujono, 1994).
Teori labeling mengatakan bahwa makin sering dan makin banyak orang yang memberikan label kepadanya, orang atau kelompok tersebut akan menyerupai bahkan dapat menjelma menjadi label yang diberikan kepadanya. Reaksi ini muncul karena seseorang yang diberi label merasa terkurung dalam label yang diberikan kepadanya (Hikmat, 2008 ).
Dulu pas smp belajar sosiologi dan diajarin cara menghapal teori-teori perilaku menyimpang dengan dibuat kayak lagu, dan dari semuanya yang paling diinget sampe sekarang itu cuma yang teori labelling. Kenapa yang paling diinget itu yang teori labelling ? karena menurutku yang paling banyak terjadi di sekitar kita itu teori labelling. Sadar maupun gak sadar ketika ada orang melakukan suatu kesalahan kita langsung ngelabel-in orang tersebut buruk padahal baru sekali itu dia melakukan kesalahan. Dan orang cuma inget sama kesalahannya tanpa mau mengingat perbuatan baik yang pernah dia perbuat. Orang-orang gak sadar atau tidak mau sadar dengan mereka ngelabel-in orang justru bisa melahirkan bibit-bibit penjahat di muka bumi ini. Dan ketika orang-orang tersebut menjadi penjahat semua orang gak ada yang mau bertanggung jawab dengan kembali menyalahkan penjahat tersebut. Apa susahnya sih untuk intropeksi diri sendiri dulu baru menghakimi orang / keadaan ? Daripada merutuki orang yang berbuat salah bantulah dan beri kesempatan orang yang berbuat salah itu untuk memperbaiki kesalahannya. Kesempatan yang kalian kasih itu sangat berharga karena itu bisa mencegah dia merusak dirinya sendiri. Apakah kita mau jadi orang yang berkontribusi untuk merusak / menghancurkan pribadi orang lain ? gak mau kan ? jadi stop labelling dan rangkul temen kita yang melakukan kesalahan.
nb : cuma mau mengeluarkan isi kepala, mungkin pemilihan katanya masih kurang bagus karena emng lagi berusaha belajar menulis apa yang dipikirin biar gak hilang dalam kesia2an hehe
LAMPU MERAH
“Kayaknya ini deh jodoh aku, dia baik banget sama aku soalnya”
“Aduh, kalau enggak sekarang jadian, aku takut gak nikah sama dia”
“Eh dia ngechat duluan, kayaknya dia udah ditakdirkan sama aku”
—
Bertemu dengan seseorang, itu sama dengan bertemu dengan lampu lalu lintas.
Ada orang yang seperti lampu hijau, ketika kita bertemu dengannya, iman kita terus maju, tidak terhenti, karena kita tidak tertarik untuk berhenti padanya.
Ada orang yang seperti lampu kuning, ketika kita bertemu dengannya, iman kita kadang melambat sejenak, dan biasanya ada keraguan untuk lanjut atau berhenti.
Ada orang yang seperti lampu merah, ketika kita bertemu dengannya, iman kita terhenti, karena ada hal dalam dirinya yang membuat kita berhenti.
Banyak dari kita, yang akhirnya salah mengartikan lampu merah. Tatkala kita berada di lampu merah, kita kadang merasa nyaman, berhenti sejenak, bersantai-santai lebih dulu, sampai pada akhirnya, kita tidak mau beranjak pada lampu merah ini.
Orang-orang seperti ini, akan menghentikan keimanan kita dengan berbagai caranya yang kadang nampak indah di mata kita. Ada yang berawal dari senyum dengan kita, berawal dari sering berpapasan, berawal dari mulai chattingan, hingga akhirnya kita mulai mengendorkan iman kita. Kita jadi mulai sering memikirkan dia, sering merasa bertanggung jawab dengan dia, dan banyak hal lainnya.
Hati-hati, banyak dari kita keasyikan dan akhirnya berhenti di lampu merah. Sampai-sampai lupa, bahwa kita harus terus melaju, memacu iman kita. Sampai-sampai lupa, bahwa kita harus lanjut pada tujuan kita.
Karena sesungguhnya, ketika kita terus memacu diri kita dan iman kita, maka kita akan bisa tiba di sebuah tujuan akhir kita, yakni rumah.
Rumahlah, yang membuat kita nyaman, membuat kita tenang, membuat kita bisa beristirahat, membuat kita ingin selalu pulang kepadanya, membuat kita berhenti tanpa harus melanjutkan mencari. Dan rumah inilah yang kita kenal dengan jodoh yang baik.
Ya, kadang kita berjumpa dengan lampu merah. Tapi ingat, ketika kita bertemu manusia-manusia lampu merah, jangan keasyikan berhenti, karena itu hanya sementara, karena sesungguhnya ia akan menjadi lampu hijau, ia akan menjadi orang yang kita lupakan dan kita tinggalkan di belakang. Dan setiap orang, pasti akan bertemu dengan lampu merahnya.
Jadi, mau berhenti di lampu merah? Atau mau berhenti di rumah?
LAMPU MERAH Bandung, 3 Mei 2017
YAKIN GAK MAU HIJRAH?
Aduh, nanti kalau aku pakai yang halal, rezeki aku gimana?
Kalau aku putus, nanti aku gak sama dia dong?
Kalau aku tutup aurat, gimana pekerjaan aku?
Kalau aku keluar kerja ini, nanti keluargaku makan apa?
—
Baru saja 2 minggu yang lalu, saya mendapatkan sebuah hidayah yang datang dari arah tak terduga. Berawal dari sebuah permintaan teman-teman dari komunitas pemudahijrah, untuk mengedit video tilawah qur’an.
Dalam perjalanan pulang, kala itu saya sedang mendengarkan kajian ceramah dari ust. Khalid, lalu muncul sebuah pertanyaan.
“Ust, bagaimana hukumnya menggunakan aplikasi bajakan milik orang kafir, untuk berdakwah?”
Lalu Ust. Khalid menjawab “Tentu tidak boleh, karena cara mendapatkannya dengan tidak halal. Nabi pun tidak mencuri dagangan orang kafir ketika dulu berdakwah.”
-terlepas dari apakah dagangan tersebut milik kafir harbi dan sebagainya-, pertanyaan itu ternyata menjadi hidayah bagi diri saya.
Keesokan harinya, ketika akan mengedit video tersebut, ada hal yang mengganjal di dalam hati saya. Ganjalan itu muncul, karena aplikasi yang saya gunakan adalah aplikasi bajakan, All of it, bajakan.
Di satu sisi, saya butuh aplikasi untuk mengedit, apalagi saya sering mengedit video, foto atau desain. Tapi di satu sisi, ketika saya mau membeli aplikasi ori nya, ternyata biayanya sebesar 1 juta lebih/bulan untuk semua aplikasi, saya tidak punya uang sebesar itu.
Ada gundah yang sangat besar dalam hati saya, antara kepentingan dakwah, keberkahan aplikasinya, serta kondisi keuangan. Di satu sisi, saya takut jika diminta pertanggung jawaban di akhirat, tapi saya juga takut kalau proyek ini gak beres. Ini begitu simple, tapi begitu sulit.
Lalu, keesokan harinya, ketika saya dalam perjalanan ke kantor, saya mendengarkan kajian dengan tema “hijrah” Rasulullah SAW dan para sahabat. Dan dalam kajian itu, saya dipertemukan dengan ayat ini
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak” Q.S An-nisaa 4:100
“Wah, janji Allah nih, kalau misalnya hijrah, rizki kita makin banyak euy” Itulah kalimat yang masuk ke hati saya.
—
Maka, setiba di kantor, saya berikhtiar untuk mencoba mencari alternatif lain untuk mengedit video, mencari yang lebih halal, dan gratis, karena harganya sangat mahal bagi saya.
Sungguh rizki Allah, setelah saya cek lagi, ternyata di toko aplikasi tersebut, ada pilihan “student package”, dimana kita cukup membayar Rp. 270 ribu/bulan. Dan kebetulan sekali, di kantor ada seorang teman yang masih kuliah. Akhirnya saya meminta izin untuk menggunakan Identitasnya untuk berlangganan aplikasi tersebut. Ini adalah janji Allah.
Akhirnya, saya langsung menghapus semua aplikasi bajakan.
“Bagaimana saya bisa mendakwahkan islam, tapi cara saya mendapatkan aplikasinya tidak islami?” Itulah yang terbersit dalam pikiran saya.
Tidak hanya itu, saya juga menghapus semua game-game bajakan yang sering saya download dari internet.
“Bagaimana saya bisa bersenang-senang dengan cara yang tidak halal?” itu pun terbersit dalam pikiran saya.
Akhirnya, sebisa mungkin saya bersihkan komputer dari aplikasi-aplikasi bajakan.
—
Seminggu berselang, saya bersilaturahmi dan bertemu dengan sobat saya @dilukmankan . Entah datangnya dari mana, tiba-tiba beliau menawarkan proyek editing video Kemendikbud. Akhirnya, saya memberanikan diri untuk mengambil proyek tersebut.
Alhamdulillah, tidak sampai seminggu sejak saya membeli aplikasi tersebut, saya bisa mendapatkan penghasilan yang bisa menutup pembelian aplikasi selama beberapa bulan ke depan. Ya, ini adalah rizki, ini adalah Janji Allah.
—
Pernahkah kita takut untuk berhijrah dari sebuah keburukan menuju sebuah kebaikan hanya karena takut kehilangan dunia? Takut tidak dapat jodoh jikalau putus? Takut tak mendapat nafkah karena keluar dari tempat yang tidak berkah? Takut tidak bisa hidup jika lepas dari pekerjaan sekarang? Takut ini dan takut itu?
Padahal, tatkala kita berhijrah untuk Allah, mungkin kita kehilangan dunia, tapi tanpa disadari, kita mendapatkan ridho Allah. Dan tatkala mendapat ridho Allah, bisa jadi Allah juga memberikan dunia bagi kita.
Pacar akan diganti dengan pasangan yang soleh/solehah. Uang yang haram akan diganti dengan uang yang halal. Teman yang buruk akan digantikan dengan teman yang dekat. Harta yang sedikit akan diganti dengan harta yang halal. Segala keburukan yang kita tinggalkan, akan diganti dengan yang lebih baik dan juga lebih berkah.
Bukankah sudah janji Allah bahwa Ia akan memberikan rezeki yang banyak bagi mereka yang berhijrah di Jalan Allah?
—
Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat bagi saya agar terus istiqomah, juga penyemangat bagi teman-teman yang akan atau sedang ragu-ragu untuk berhijrah di Jalan Allah.
Jangan ragu, barangsiapa ragu, maka tidak sempurna hijrahnya. Tapi barang siapa yakin, maka Allah juga akan yakin untuk menurunkan keberkahan bagi hambanya.
Yuk guys, hijrah!
YAKIN GAK MAU HIJRAH? Bandung, 4 Mei 2017
Assalamu'alaykum wr wb. Kak, saya seneng baca Q&A kakak dan saya jadi terbesit juga ingin bertanya. Saya mhs semester 13, skripsi masih Bab 1 dan mandek sampai sekarang. Saya ingin berhenti kuliah. Alasannya, karena saya saya trauma pergi ke kampus bertemu dengan orang-orang dan teringat kejadian tertentu yang membuat saya down, dan karena saya sudah tidak ada niat serta kemauan untuk menyelesaikan kuliah. Kalo dari saya sendiri, saya sudah bulat dengan keputusan ini. Bagaimana menurut kakak?
Waalaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh Anon
maaf agak panjang ya anon, insyaallah dengan membaca ini 2 menit , bisa menjadi sebuah pandangan terhadap sikap yang harus kamu lakukan terkait skripsimu.
—
KAMU MAU MENYERAH DALAM SKRIPSI? SAMA, SAYA JUGA PERNAH.
Wahai anon, bukan cuman dirimu yang pernah merasa seperti itu, saya juga merasakan hal seperti ini. Dan banyak alasan yang membuat saya juga sempat ingin berhenti kuliah.
Yang pertama, dari awal kuliah, saya sudah salah jurusan. Dulu, saya milih jurusan pertama FTTM ITB, pilihan ketiga adalah FITB ITB, dan saya asal milih saja di pilihan keduanya. Saya memilih SITH karena namanya keren. Dan setelah masuk, ternyata jurusannya adalah biologi. Dan biologi, adalah mata pelajaran yang sangat tidak kuasai, bahkan semasa SMA, itu adalah mata pelajaran yang selalu tidak lulus KKM, dari kelas 1 hingga kelas 3 akhir.
Lalu, ketika pemilihan dosen pembimbing, akhirnya saya terlempar. Saya ingin melakukan penelitian tentang pengaruh pakan ikan yang terbuat dari serangga. Alih-alih mendapatkan dosen yang paham tentang pertumbuhan ikan, saya terlempar dan mendapatkan dosen ahli serangga. Dan ketika saya ajukan kepada dosbing saya, beliau menolak, karena tidak memahami ikan. Dan saya? Saya malah tidak memahami serangga. Saya tidak tahu mau TA apa.
Lalu, karena salah dosbing, saya jadi sempat enggan mengerjakan TA. Saya banyak menunda-nunda. Dan salah satu alasan menunda saya, adalah karena saya mendapatkan pekerjaan pada tingkat akhir, yakni diterima di sebuah perusahaan gas sebagai penyelenggara training. Kalau mau diadu gaji, bahkan gaji saya jauh diatas rata-rata seorang lulusan S1. Hal ini juga yang menjadikan saya agak malas meneruskan TA, dengan dalih “Untuk apa lulus kuliah? Kan kuliah cari uang. Sedangkan saya sudah bisa menghasilkan uang.”
—HIDAYAH UNTUK LULUS
Setelah 1 tahun menjalani kehidupan yang menyenangkan tersebut, ada sebuah kejadian yang membuat saya tersentuh. Salah seorang saudara saya yang juga sedang berkuliah, dia tiba-tiba mengundurkan diri dari kuliahnya, tanpa memberitahu orangtuanya.
Alasannya sederhana, dia tidak kuat menghadapi kuliahnya. Dia bilang kuliah terlalu berat baginya. Namun, setelah saya tanya lagi, ternyata kesalahannya terjadi pada dirinya sendiri.
Ia seringkali bermain games hingga larut pagi, jika tidak, ia seringkali menonton film-film yang ia download sehingga menjelang subuh. Karena perilakunya tersebut, ia seringkali melewatkan subuhnya, dan juga melewatkan kuliah paginya jam 7. Karena itu, ia berdalih bahwa ia tidak sanggup menghadapi kuliahnya.
Pertanyaannya, siapa yang sebenarnya menciptakan kondisi yang sulit tersebut? Apakah lingkungannya, atau sebetulnya kesalahan sendiri?
—
Dan setelah itu, orangtua dari saudara saya, selalu menyesali perbuatan tersebut. Karena uang kuliah yang sudah dikeluarkan selama ini, hanya menjadi uang yang tidak bermanfaat bagi keluarga, hanya hilang dan menjadi biaya pembangunan untuk kampus tersebut.
Uang mungkin bisa diganti, tapi rasa percaya dari orangtua, itu yang agak sulit diganti. Uang mungkin bisa diganti, tapi waktu yang sudah digunakan, itu yang tak bisa dibeli. Uang mungkin bisa dicari, tapi rasa kecewa dari orangtua, tidak bisa diperbaiki.
Maka setelah kejadian itu, saya langsung merenungi satu hal.
SAYA HARUS LULUS!
—
MENYELESAIKAN SKRIPSI
Akhirnya, setelah 1 tahun saya tidak mengontak dosbing saya, saya memberanika diri menghubungi dosen saya. Menceritakan kisah saya, dan memohon bantuan agar dibimbing dengan baik. *fyi, dosen saya itu dosen yang killer dan super tegas.
2 kali saya melakukan penelitian besar, dan 2 kali pula saya harus ganti judul. Banyak hal yang bagi saya begitu berat. Mulai dari belajar dasar ilmu serangga, membaca penelitian, melakukan penelitian, belum lagi rekan-rekan saya yang sudah lulus sehingga saya banyak bergaul dengan adik kelas yang kadang membuat saya malu, belum lagi harus mengurus ribuan kecoak dengan baunya yang menyengat sebagai bahan penelitian saya.
Ya, ini berat, ini berat, tapi memang hal ini terjadi juga karena kelalaian saya pribadi di masa lalu, maka saya harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan ini. Selalu, ketika down, saya membuat motivasi sendiri agar terus semangat, dan bagi saya, membawa orangtua saya bisa masuk ke gedung Sabuga (tempat wisuda anak ITB), melihat anaknya dipanggil menggunakan toga, adalah motivasi terbesar untuk menyelesaikan Skripsi ini.
Saya pun minta cuti pada tempat saya kerja untuk bisa menjalani TA saya. Untungnya, mereka mau mengizinkan hal tersebut. Hal yang unik adalah, ketika bos saya bertanya “Mau cuti sampe kapan?”, lalu saya jawab “Sampai lulus”, dan bos saya tertawa sambil berkata “Yaudah, cepetan. Jangan lama-lama”.
Ya, memang berat, tidak mudah, sepintar apapun orangnya, mengerjakan skripsi itu sulit, seperti memindahkan gunung besar. Bisa dikerjakan, tapi harus dijalani secara perlahan. Kenapa sulit? Karena di skripsi lah, kita belajar untuk menyelesaikan permasalahan kita sendiri.
Tapi luar biasanya, ketika kita niat mengerjakan skripsi, maka akan datang kemudahan juga yang tidak kita duga. Mulai dari, teman-teman saya yang sudah lulus, sering bertanya dan membantu memberikan penjelasan, selain itu dosen bimbing saya juga memberikan jurnal-jurnal yang mudah dipahami, dan banyak kejadian lainnya.
Dan akhirnya, setelah 1,5 tahun saya mengerjakan TA, dan berbagai kasus yang ada (dan sempat menghebohkan 1 fakultas dengan kaburnya ratusan kecoak dari kandang), akhirnya saya menyelesaikan skripsi saya.
—
JANGAN MENYERAH, KAU SUDAH MELIHAT GARIS FINISH
Wahai anon, dan juga seluruh jagat tumblr yang kini sedang dilanda kegalauan karena skripsi, saran saya adalah selesaikan skripsimu secepat mungkin. Ini bukan masalah menunda skripsi adalah menunda hari nikah, atau menunda skripsi menunda hari resepsi, bukan, bukan tentang itu. Jauh lebih bermakna, skripsi adalah sebuah pertanyaan kecil yang jawabannya berdampak besar bagi hidup, “Mampukah kamu melewati ujian ini?”
ketika kamu datang dengan berbagai alasan, ada banyak orang yang datang dengan ratusan alasan namun akhirnya menyelesaikannya. Ketika kamu datang dengan ratusan alasan, ada banyak orang yang datang dengan ribuan alasan namun akhirnya menyelesaikannya.
Selesaikan, selesaikan skripsimu, jangan merasa “ah gapapa”, karena ketika kamu masuk jurusanmu, tempat kuliahmu sekarang, ada 1 orang yang berhasil kamu singkirkan, dan bisa jadi ketika mereka gagal masuk, mereka sedih dan tidak bisa dihibur dengan kata-kata “ah gapapa”.
Kini kamu tingkat akhir, sudah sedikit lagi, kamu sudah melihat garis finish, sudah nampak garis membentang yang harus kamu lewati, yang jika kamu melewatinya kamu bisa tidur-tiduran, kamu bisa beristirahat, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau, tinggal sedikit lagi. Namun memang, jalan ini lebih menanjak dari biasanya, tapi itu tidak jadi masalah, karena garis finish sudah di depan mata. Lari lagi sedikit lagi, agar teman-temanmu bisa bahagia, agar keluargamu bisa bahagia, dan yang terpenting agar kamu bisa bahagia.
Jangan, jangan pernah berfikir mundur ketika kamu sudah dekat dengan garis finish. Jika kamu berfikir untuk mundur, coba fikirkan kembali “Kenapa aku ikut berlari selama dan sepanjang ini di jalan ini sejak awal?”
Jangan jadikan Bill Gates, Mark Zuckenberg, dan berbagai tokoh lainnya, sebagai alasan untuk keluar dari kuliahmu. Mereka keluar, karena mereka mengerjakan mimpi-mimpi yang besar. Sedangkan kita, banyak yang keluar, hanya karena tidak bisa menghadapi permasalahan skripsi tersebut.
Apakah skripsi saya sempurna? Tidak. Tapi, skripsi saya, selesai. Dan skripsi yang selesai, jauh lebih baik dari skripsi yang sempurna.
Saya, dengan berbagai alasan, bisa menyelesaikan skripsi. Maka, begitu juga dengan semua orang yang ada di dunia ini. Pasti bisa, kamu juga.
Semangat anon, mari kerjakan skripsi mu. Jika kamu punya waktu untuk mengeluhkan skripsi mu, maka kamu juga punya waktu untuk mengerjakan skripsi mu.
Teruntuk seluruh jagat tumblr yang sedang dilanda galau skripsi.
—
ada yang mau share pengalaman juga? Silahkan guys.
Teh tawar atau teh manis ?
Es teh atau teh hangat/panas ?
Teh hitam atau teh putih ?
Selalu ada pilihan disetiap langkah kita, bisa menghasilkan yang sama ataupun berbeda
Berjalan menuju puncak itu emang susah dan melelahkan tetapi ada kepuasan tersendiri ketika sudah sampai :)
Kata siapa gelap itu menyeramkan ? padahal ada keindahan yang hanya bisa dilihat ketika gelap :)
Apa yang dilihat oleh kita belum tentu sama dengan yang dilihat orang lain, penting melihat sesuatu hal dari berbagai sudut pandang
Tidak ada salahnya tersenyum ketika sedih bukan ? karena kebahagian itu dibuat bukan dicari :D
Ternyata galau karena cinTA lebih berat daripada galau karena kamu, iya kamu :v #error
Kenangan denganmu ada yang manis ada yang pahit, tp bisakah banyaknya kenangan manis menghapus kenangan pahit ? #2