Mayoritas Wanita Adalah Penghuni Neraka
Salahkah aku terlahir menjadi wanita?
Dulu saat masih sekolah dijenjang dasar SD-SMP, bagiku, bagi orang tuaku, bagi teman-temanku, bagi tetangga-tetanggaku, aku adalah anak perempuan yang pintar dan cerdas.. Aku bisa selalu mendapatkan peringkat teratas di setiap jenjang pendidikanku, tanpa perlu belajar dengan keras, tanpa perlu mengikuti pelajaran² tambahan seperti teman²ku yang (mampu) untuk membayar les..
Beranjak pada jenjang menengah atas, aku masih diposisi yang sama tapi aku mendengar sebuah kabar buruk bagiku.. Terguncang dan terheran secara bersamaan. Aku mendengat sebuah berita yang disampaikan, bahwa penghuni neraka akan dihuni banyak dari kaum wanita. Batinku bagaimana bisa?? Aku merefleksikan semuanya pada diriku, bahkan selama hidupku banyak dari teman² wanitaku lebih memiliki otak dan akal yang cerdas daripada teman² laki²ku.. Benar, bahwasannya dulu aku pernah memandang kaum laki² ini rendah..
Tapi setelah rotasi waktu menggiringku, kebanyak situasi kondisi yang menakjubkan aku tersadar bahwa kaum kami adalah kaum lemah.. Lemah fisik dan juga akal. Pola pikir kami dan cara kami memandang suatu objek atau permasalahan adalah sempit tapi rumit.. Wanita lebih menyukai sesuatu yang sederhana 'baginya' tapi cukup mengaktifkan banyak jaringan otaknya..
Itu mengapa, setelah 20th aku baru memahami bahwa wanita menjadi penghuni neraka mayoritas ketimbang kaum pria.. Wanita memiliki spontanitas tanpa akal, wanita lengah dengan perlindungan tangguhnya, wanita berpikiran sempit dengan perlindungan otak cerdasnya..
Itu mengapa, wanita membutuhkan pria untuk menyempurnakan akal dan hatinya. Agar kami tidak menjadi golongan mayoritas di dalam neraka..











