Celoteh si Anak no 2
Di sabtu pagi (20/1/18) di sela-sela ritual memainkan gawai, si anak no 2 mencolek lengan ayahnya terus berkata "ayah nait motol, nait ojet telus ayah tablatan, telus ayah menindal ayah mati." Seperti biasa, setiap dia bercoleteh si ayah pasti akan menimpali 'oh gitu' kemudian dilanjutkan 'kenapa emang?' atau 'kok bisa gitu?'. Diajukan pertanyaan seperti itu tidak seperti biasanya, kali ini tidak ada kalimat cerita lanjutan. Senyuman yang lebar menjadi balasan. Itu hanya celoteh dalam benak si ayah, atau itu akan menjadi nyata?, who knows.
Beberapa detik kemudian cerita bersambung, "ayah nanti Lizti mau main sama Azela." Si ayah membalas "hah Azelia?, itu kan nama kakak." "Butan, namanya Azela, lumahnya jauh. Nanti Atu mau main sepeda sama Azela." Ayah si anak sejurus kemudian berpikir ini anak punya teman khayalan, ya wajar nanti juga akan hilang dengan sendirinya. Apa mungkin kurang teman bermain?, dalam kesehariannya memang lebih banyak menghabiskan waktu dengan pengasuhnya dan tayangan Disney Junior. Temannya hanyalah anak tetangga, yang umurnya lebih tua tiga tahun diatasnya.
Jika diingat-ingat, si ayah juga punya kenangan tentang si anak. "Ayah telual yuk liat lumah Pitel Pen." Si ayah dengan sedikit keraguan menuruti kemauan si anak. "Mana dek rumah Peter Pan?." Sembari menunjuk ke atas. "Itu, lumah pitel pen." Si ayah menjawab "oh itu namanya bintang". Kemudian disanggah, "butan itu lumah Pitel Pen (dengan nada tinggi), talo yan itu lumah tapten Jet (dengan telunjuk ke arah bulan). Si ayah membalas si anak dengan senyuman dan kecupan di kening.
NB: Karena masih cadel huruf R = L, K = T, G = D, Ng = N.














