Manusia Kurang Ajar
"Tahu tidak apa yang lucu dari manusia?"
"Apa?"
"Ketika susah ia merengek-rengek meminta pertolongan kepada Tuhan. Tapi, saat kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, ia malah menyalah-nyalahkan."
"Tidak semua manusia, hanya beberapa."
"Iya, dan bukankah hal seperti itu sangat kurang ajar?"
"Kurang ajar bagaimana?"
"Sikapnya seolah sedang menyaingi Tuhan, bertingkah sok paling tahu tentang apa yang sedang menimpanya. Meminta, tapi tidak menerima dengan apa yang telah diberikan-Nya. Pertanyaan semacam ini sering kali dilontarkan; Kenapa jadi begini? andai dulu tidak begitu. Andai dulu aku begitu, pasti tak akan jadi seperti ini.
Padahal, sudah jelas-jelas Tuhan sampaikan bahwa,"boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” (QS Al-Baqarah: 216). Lihat! Tuhan Maha Mengetahui, sedangkan manusia tidak, hanya sok tahu saja!"
"Bukankah kau juga sering bersikap demikian?"
"Haha begitulah. Aku tak akan menyangkal, aku memang manusia kurang ajar. Kadang juga bertingkah seolah tak punya Tuhan."
"Maksudmu?"
"Coba saja kau pikir, berapa banyak kekhawatiranku saat ini? berapa banyak keluhanku hari ini? tentang masa depan, jodoh, pekerjaan, pendidikan dan lainnya. Kekhawatiran semacam "besok aku makan apa, ya? besok bagaimana, ya? bagaimana jika besok aku kesusahan? bagaimana jika hari esok aku tidak pernah bahagia?" bukankah hal-hal semacam itu seperti meragukan kekuasaan Tuhan? seperti tidak yakin bahwa Dia tak akan pernah menelantarkan hamba-Nya!
Seolah segala sesuatu diatur oleh diri sendiri, seolah segala sesuatu yang dicapai adalah berkat usaha diri sendiri. Padahal tidak sama sekali."
"Tapi, bukankah wajar jika kita mengkhawatirkan banyak hal?"
"Iya memang, tapi, sekali lagi, kalau berlebihan jadinya kurang ajar. Tentu saja manusia diberi akal untuk berpikir bagaimana cara bertahan hidup di dunia ini, pun mencari bekal untuk di akhirat nanti. Bagaimana cara menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-hari. Manusia juga diberi kemampuan untuk melakukan banyak hal. Hanya saja kadang manusia banyak mengeluh dan tidak sadar."
"Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan?"
"Sebenarnya, tugas manusia sederhana; berusaha dengan semaksimal mungkin, berdo'a dengan sekencang mungkin. Kalau merasa do'anya tidak dikabul, berarti usahanya belum full. Kalau merasa usahanya sudah maksimal tapi (merasa) do'anya tak dikabul, berarti memang (sebenarnya) bukan itu yang dibutuhkan.
Usaha tanpa do'a sama dengan sombong, do'a tanpa usaha sama saja bohong. Kuncinya tetap sabar. Sisanya biar Tuhan yang atur, hasilnya diterima dengan penuh rasa syukur."
"Ada yang bilang hidup ini berat. Tapi, perkataanmu itu ringan sekali, ya? Memang mudah kalau hanya sekadar berbicara. Haha"
"Tentu saja, dan itulah yang jadi masalah sebenarnya."
"Apa?"
"Masalahnya, manusia kurang ajar seperti aku ini kadang tak tahu diri. Bicara begitu begini, tapi prakteknya minim sekali."
Wong Cilik, 07 Desember 2024















