
bliss lane

@theartofmadeline
YOU ARE THE REASON
we're not kids anymore.
Claire Keane
Sade Olutola
Jules of Nature

No title available
Monterey Bay Aquarium
𓃗
One Nice Bug Per Day
🪼
Fai_Ryy
The Stonewall Inn
art blog(derogatory)
KIROKAZE
trying on a metaphor
EXPECTATIONS
noise dept.
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
seen from United States

seen from Italy

seen from Malaysia

seen from Philippines
seen from United States

seen from Indonesia

seen from Colombia

seen from Italy

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Russia

seen from Canada
seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from Hungary

seen from Poland

seen from Israel

seen from United Kingdom

seen from United States
@mrnajib
Tips menghapalkan Al Qur-an ala Ustadz Adi Hidayat.
Sudah mau berlalu lagi satu tahun, mungkin juga kamu tahun lalu berjanji ke diri sendiri untuk bisa menghapalkan Al Qur-an, kali ini kuatkan dan mantapkan niat ya.
Jangan kasih kendor :D
#disclaimer ini bukan tulisanku ya :) semoga pemilik tulisan ini berlimpah pahalanya Aamiiin
Jodoh itu bertemu, karena : Dipertemukan oleh tuhan Dipertemukan oleh harta Dipertemukan oleh komunitas
(via keduamata)
dan dipisahkan juga oleh ketiga hal itu. hwe he he he.. ~
(via narasibulanmerah)
Kadang, ada yang baru menyadari bahwa seseorang itu begitu baik ketika ia telah menjadi pasangan orang lain. Barangkali orang-orang yang selama ini dilewatkan, atau mungkin di siakan, bisa juga karena diabaikan. Jadi, mengenalah melalui hati.
Setiap perempuan berpotensi untuk menjadi seorang istri yang baik -bahkan teramat sangat baik-, sepanjang ia tidak salah dalam memilih lelakinya.
Begitu juga sebaliknya.
Kalimat ini dibuat demikian karena keputusan untuk menerima/menolak laki-laki ada ditangan perempuan. Maka, libatkanlah segala hal yang di imani dalam menentukan pilihan tersebut. Semoga Allah senantiasa membimbing.
Kurniawan Gunadi
(via kurniawangunadi)
Sensei Said
"Yang ngerti diri kita ya kita, kalau kita sudah mengenal diri kita dengan baik, pasti kita sangat sangat tau apa saja kekurangan yang ada" -Dr.rer.nat.dr. Muhsin-
Perbanyaklah bermuhasabah diri wahai diri, sempatkan sehari saja diam dan memikirkan diri ini, dosa ini, hidupmu kau buat apa dan untuk apa?
Cranial Nerves. The Harry Potter Way.
As a Harry Potter fanatic, I am proud to present you with the Harry Potter Cranial Nerve Mnemonic!
Before I introduce you to the mnemonic, let me briefly talk about cranial nerves.
Few things you need to know about cranial nerves:
1) They emerge from the brain (duh - cranial = brain)
2) There are 12 pairs
3) Some are sensory, some are motor, some are both
4) They pretty much control your body’s functions
Here are the 12 pairs:
I - Olfactory (smell)
II - Optic (vision)
III - Oculomotor (pupil constriction)
IV - Trochlear (downward movement of eyes)
V - Trigeminal (jaw movement, sensation of face and neck)
VI - Abducens (lateral movement of eyes)
VII - Facial (facial movement, taste on anterior 2/3 of tongue)
VIII - Vestibulocochlear (hearing and balance)
IX - Glossopharyngeal (swallowing, taste on posterior 1/3 of tongue)
X - Vagus (swallowing, speaking)
XI - Spinal/Accessory (flexion and rotation of head)
XII - Hypoglossal (tongue movements)
Now, the mnemonic.
Oh, Oh, Oh, They Traveled And Found Voldermort Guarding Very Secret (Ancient) Horcruxes
And to remember the type of nerve (sensory, motor, or both), you can use this mnemonic.
Severus Snape Meets Malfoy, But Mad Bellatrix Stays Behind Bushes Misusing Magic.
(S = sensory, M = Motor, B = both)
Now, let the study begin!
Book Dinosaurs
Posting on Tumblr my art in the past few months.
Semoga visi misi kita masing-masing terwujud ya. Semangat menempuh koas! Semangat @itsabrandnewlife
Tulisan : Lakukan
Kita tidak perlu menjelaskan tentang siapa kita dan bagaimana kita. Tentang kita yang (mungkin) baik, bekerja keras, penuh toleransi, bertanggungjawab, dan segala hal yang menurut kita adalah yang terbaik dari diri kita sendiri. Orang lain akan mengenal kita bukan dari penjelasan tersebut, tapi dari apa yang kita lakukan.
Dan seperti itulah sebenarnya diri kita. Saya mengenal beberapa orang yang cukup “keren” di negeri ini. Bagaimana saya mengenal mereka mungkin berbeda dengan orang-orang yang kenal hanya dari apa yang mereka tampilkan di media sosial. Mengenal mereka dengan lebih detail dan menyeluruh, bukan hanya satu arah seperti kita membaca mereka di media sosialnya.
Dan bukankah memang seperti itu diri kita? Orang yang “mengenal” kita bisa dihitung jari. Dari segala hal pencapaian kita selama ini, dan mungkin orang lain menganggap kita luar biasa dengan pencapaian organisasi, prestasi, dan segudang hal lainnya. Yang benar-benar mengenal kita hanya sedikit. Dan kita tidak pernah menjelaskan tentang diri kita kepada mereka yang sedikit itu.
Sebab mereka tidak memerlukan penjelasan apapun, sebab mereka mengenal siapa diri kita dan siapa sebenarnya. Barangkali orang lain di luar sana terkagum-kagum denganmu, mereka tidak.
Lakukanlah apa yang kamu yakini dan percayai bahwa itu baik dan benar. Benar yang tidak hanya dalam definisi kita sendiri, tapi kebenaran yang berasal dari sumber-sumber utama. Baik yang tidak hanya baik menurut kehendak kita sendiri, tapi kebaikan yang berasal dari tuntunan-tuntunan utama.
Kita tidak perlu menjelaskan, cukup lakukanlah.
Yogyakarta, 12 Februari 2017 | ©kurniawangunadi
Ujian hidup yang selalu menerpamu Yang berjuang untuk hidup yang hanya sementara Rasa perihnya hujan di hatimu Yang diberikan oleh rasa yang hanya sementara Kita hidup di dunia yang penuh tanda tanya Yang tak mungkin kau ubah dan terpaksa mengikutinya Kita berada di antara benar atau salah Yang tak mungkin dapat kau ukur dengan rasa Berdoalah, sampaikan pada Tuhan semua keluh kesahmu Dia 'kan menjawabnya Percayalah, dia kan menunjukkan kasihnya padamu Melalui jalannya, percayalah Wahai kamu yang tak seperti mereka Yang terlihat cerah menjalani hidupnya Pandangan hidup yang selalu lihat ke atas saja Jadi pemicu keinginan yang tiada habisnya Bersujudlah, akui pada Tuhan semua kelemahanmu Dia 'kan menguatkannya Memohonlah, Dia kan memberikan yang terbaik untukmu Melalui caranya, percayalah Berdoalah, sampaikan pada Tuhan semua keluh kesahmu Dia 'kan menjawabnya Percayalah, dia kan menunjukkan kasihnya padamu Melalui jalannya, percayalah
Miskin
Miskin itu adalah urusan jiwa, bukan harta. Apalagi sebagai seorang yang berislam, Allah telah mencukupkan nikmatnya kepada kita. Memang yang saya maksud tidak berarti kaya raya bergelimang harta, tapi cukup. Allah mencukupkan segala sesuatunya.
Kalau ada dari kita merasa dirinya miskin. Maka itu adalah sebuah penghinaan atas diri sendiri. Penghinaan kepada Yang Mecukupkan segala sesuatunya untuk kita.
Sebab kita tahu bahwa setiap makhluk telah Allah cukupkan rezekinya. Apalagi kita sebagai manusia yang diberikan akal. Kalau kita masih merasa miskin, maka tengoklah jiwa itu.
Apakah kita senantiasa bersyukur? Apakah kita masih terus menerus merasa kurang? Apakah ada percikan iri atas rezeki milik orang lain?
Miskin itu urusan jiwa. Miskin itu sangat dekat dengan kekafiran. Maka hati-hatilah saat kita merasa miskin padahal kita memiliki begitu banyak hal. Kita dicukupkan atas kebutuhan kita.
©kurniawangunadi
Loop
Aku mempercayaimu. Bodohnya aku mempercayaimu dan melonggarkan seluruh pertahananku untukmu.
Aku tahu seharusnya aku tidak boleh begitu. Aku tahu itu salah. Benar-benar salah.
Beberapa bagian hati kecilku terus saja memperingatiku untuk tidak membuka hati untukmu. Tapi apa daya? Sebagian besar organ yang lain justru menyetujui keputusan bodohku untuk jatuh cinta lagi. Kau tahu? Ada begitu banyak yang kupertaruhkan untuk keputusanku yang satu ini.
Untuk kali pertama aku percaya kau akan berbeda. Lebih baik, lebih menyenangkan, tidak akan pergi, tidak mengulang kesalahan-kesalahan yang sama.
Untuk kali pertama aku mampu percaya untuk jatuh cinta lagi. Tapi ternyata,
Untuk kesekian kalinya; Aku salah lagi.
Menjadi Pembelajaran Berharga
Jika kamu pernah ditinggalkan, atau dikecewakan, atau tentang apapun yang membuat hubunganmu dengan seseorang menjadi tidak begitu semenyenangkan dahulu. Entah tentang pertamanan atau kisah cinta. Kemudian kamu melihatnya hari ini, orang itu tumbuh bahagia dan sukses bahkan mungkin kamu merasa dia segala lebih darimu. Lebih bahagia, lebih sukses, segala kelebihan yang membuatmu mungkin sedikit iri.
Maka, berbahagialah.
Sebab barangkali memang harus demikian ceritanya. Dan kamu adalah seseorang yang menjadi jalan baginya untuk mendapatkan apa yang dia dapatkan saat ini. Dan kamu adalah seseorang yang menjadi perantara pembelajaran-pembelajaran berharga yang berhasil dia ambil dalam hidupnya.
Meski, mungkin itu harus membuat hubunganmu dengannya menjadi tidak menyenangkan. Tapi bukan di situlah titik fokusnya. Melainkan tentang bagaimana setiap orang sebenarnya menjadi perantara orang lain dalam meniti takdirnya, memperoleh pemahaman dan pembelajaran hidupnya.
Seperti setiap hari kita bertemu dengan banyak orang, dari mulai pedagang di pasar, tukang parkir, supir bus, dan orang-orang yang tidak kita duga silih berganti. Barangkali, dari pertemuan tak terduga itulah pembelajaran hidup disematkan, juga takdir kita kemudian bekerja, dan bisa jadi berubah.
Jika kamu kemudian mengeluh dan bertanya-tanya mengapa dia bisa menjadi lebih dari kamu. Pertanyaan itu justru lebih layak ditanyakan ke dirimu sendiri, apakah kamu sudah berhasil mengambil pembelajaran dari kejadian yang menimpamu dan orang tersebut?
Jika dia berhasil, mengapa kamu belum juga menemukan pembelajaran itu?
©kurniawangunadi
Ada kalanya aku juga lelah. Bukan ingin menyerah, hanya terkadang bingung, kenapa rasa-rasanya hanya aku yang berjuang sendiri?
(via mbeeer)
Aku bisa pergi saat itu; Mencari yang lebih baik segala-galanya dan meninggalkanmu. Tapi nyatanya aku memilih untuk tidak. Kukira kau akan melakukan hal yang sama untukku. Namun sejenak setelah aku berkedip, kau pergi ke pelukan orang lain.
(via mbeeer)