hasil tak pernah menghianati hasil, kecuali kasus mata kuliah "sejarah sumut".
pengalaman sudah memberitahuku!!

tannertan36
No title available
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

Love Begins
Interview Vampire Daily
🪼
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Cookie Run:Kingdom Official!
Mike Driver
Sweet Seals For You, Always
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
The Stonewall Inn
Doug Jones
Keni
macklin celebrini has autism

oozey mess

PR's Tumblrdome
almost home
Color Me Curious
$LAYYYTER

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from Kazakhstan

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from Brazil
seen from Colombia

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Singapore

seen from Bangladesh
seen from France
seen from Singapore
seen from Uruguay

seen from Türkiye

seen from India
@mrs-zonk-blog
hasil tak pernah menghianati hasil, kecuali kasus mata kuliah "sejarah sumut".
pengalaman sudah memberitahuku!!
sehari harinya aku mengagumi mu, pun hari ini masih juga begitu
berusaha nyaman dengan kata kagum!
sejujurnya saya tak pernah cocok dengan dunia
pecundang
ibu
ibu bila kau bertemu dengan sepertiga malam nanti jangan selalu menyebut nama ku sebagai yang pertama lalu memanggil nama mereka dengan air mata
ibu bila kau bertemu dengan sepertiga malam nanti jangan hanya meminta baik ku lalu meminta syurga untuk mereka
ibu bila kau bertemu sepertiga malam nanti jangan hanya meminta panjang umur ku lalu meminta ikhlas ku atas mereka
ibu di sepertiga malam nanti sebut diri mu minta kemudahan bagi mu lantas aku akan menjadi pinta mu dengan segala mudah mu!
lalu mengapa harus takut dengan pahitnya hidup? bukankah kopi ini justru terasa sempurna karena pahitnya?
bukan takut, tetapi sesuatu yang ku pikir aku sudah siap menghadapinya terkadang justru malah sebaliknya. hingga aku merasa kewalahan menghadapi pahitnya dan mulai mengabaikan aroma dan sensasinya.. sungguh tak semudah ketika menulis kalimat di atas!
perihal kehilangan, meskipun sudah berpengalaman, ternyata rasanya masih saja menyesakkan
boleh kah aku jujur? rasanya kehilangan kali ini lebih menyakitakan dari pada pertama kalinya. entah karena aku sudah sembuh dari yang pertama atau aku sudah melupa. akh ku rasa tidak, aku belum sembuh dan belum juga berhasil lupa
sebenarnya aku memelihara iblis di hati ku dan dia baru saja terbangun karena seseorang yg di sampingmu
mereka bersama ku tapi aku tak bersama mereka
aku bersama ingatan ku tentang mu
mengapa?
Ibu.. Mengapa dunia kita begitu sempit? Selalu saja kita berpindah dari duka satu ke duka yang lainnya? Ayah.. Mengapa dunia kita begitu sepi? Selalu hening bahkan saat kita mencoba bernyanyi..
Ibu... Mengapa air mata itu bisu.? Bukankah akan ramai jika dia bisa bersungut setiap kali dia jatuh?
Ayah... Mengapa begitu banyak tanyaku yang tak di jawab semesta? Seperti mengapa aku misalnya...!
Medan, 25 november Nalsalisa pinem
dear u
hai.... abang oky
sudah berapa tahun semenjak kau meninggalkan aku? meninggalkan saudara perempuan mu yang hanya satu satunya ini. kau memutuskan melimpahkan tanggung jawab mu sebagai anak tertua kepada ku. kau memutuskan diam dan tak peduli.
kau pergi, dengan dalih kematian, tepat pada hari ini beberapa tahun yang lalu. pergi dengan cara yang dingin...
hari ini harusnya menjadi peringatan kepergian mu
tapi,... mengapa harus di peringati.
bukan kah hal menyedihkan seharusnya di lupakan?
abang oky,,
jangan khawatir pada ku.
jangan mencemaskan aku lagi
adik mu ini sudah dewasa
adik perempuan mu ini sudah besar,
dia sudah tau seberapa besar tanggung jawabnya
dia sudah tau harapan semua orang bertumpu padanya..
maka dari itu, kau tak perlu khawatir lagi,
akan ku jaga ibu dan ayah kita
akan ku jaga adik kecil yang bahkan tak sempat bertemu dengan mu..
toh alasan dia hadir adalah karena pergi mu,
maka menjaganya sama seperti mengabdikan diri ku pada mu
pengabdian adik perempuan kepada kakak laki lakinya..!
jangan kawatirkan masa depan ku juga,
masa depan ku mungkin tak akan secerah seperti masa depan mu dulu,
tapi aku melakukan yang terbaik..
maka dari itu tenang lah di sana
dan jika kau cukup mempercayai doa
doakan ayah ibu kita..
ayah ibu terkuat yang pernah ada,..
adik perempuan mu yang selalu rindu!
selepas kau pergi, kursi di meja makan itu tak lagi berpenghuni, teronggok sepi!
tak ada lagi makan bersama di sini, toh jika di lakukan hanya akan mengingatkan kami pada kursi kosong ini...! kursi yang seharusnya ada kamu di atasnya...
saat tertawa dengan mereka sore itu, gambar wajahmu tiba tiba mengambil alih sadar ku sejenak. apa kau juga pernah tertawa seperti ini??
bersama teman teman mu barangkali...
jangan meminta lebih dari yang bisa ku beri! itu akan membuat ku sedih!!
lalu apa yang harus kau perjuangkan, saat semua yang ku minta sudah terlebih dahulu ada!
Sebelum hari ini, cinta adalah kita. Sebelum hari ini, rindu tak pernah biru. Sebelum hari ini, memelukmu adalah hangat, sehangat rasa kita yang menyatu. Lalu, apa yang dapat kau gambarkan tentang hari ini? Perpisahan? Akhir dari perjalanan? Genggaman tangan yang sengaja kita lepaskan? Atau bahkan awal baru, sebagai tahap akhir dari selamat tinggal? Kurasa bukan itu, bukan itu semua, sayang. Hari ini adalah hari dimana kita saling tersenyum dengan pandangan tetap memandang ke depan, lalu kita akan berikrar dalam hati masing-masing : ‘Kau harus bahagia, karena melepaskanmu tidak pernah mudah.’ Tangerang, 4 Agustus 2012 - Tia Setiawati Priatna
sebelum hari ini katanya...!
tidak ada yang dapat menyelami kedalaman hati bahkan dengan pikirannya, zarry… bukan karena aku tak ingin ada cinta bagi nafas kehidupanku, namun karena aku tak pernah siap untuk mati sekarat dengan nafas tercekat. ada pintu yang tetap harus kututup rapat. agar aku dapat berlindung tetap hangat di dalamnya meski dalam senyap jangan kau sia siakan dirimu di dalam sekat, ketika ada yang mencintaimu dan memberimu tempat, datangilah. aku pun ingin kamu bahagia di dalam sebuah dekap. karena kau tak akan sanggup bersahabat dengan waktu, bersamanya kita mungkin akan menjadi manusia yang pelupa, pada setiap detik yang terlalui menjadikan keasingan sebuah keakraban akan sendiri dan tiap gulir yang berputar maju, membuatmu hilang rasa pada yang sesungguhnya tak pernah ada untukmu. waktu. karena padanya aku tengah berguru, zarry. untuk menyembuhkanku. melangkahlah sendiri pada jalanmu, dan aku pun akan begitu. bukan karena aku tak mencintaimu, tapi karena aku tak utuh, aku rapuh. aku bukan kejam. aku hanya tak ingin kau mendendam pada yang tak kauh ketahui. jangan biarkan namaku tersimpan di dalam tubuh,, aku mohon. buanglah jauh-jauh.
Setelah malam itu, aku sungguh tak pernah tahu, bagaimana kabarmu? Baik-baik sajakah? Terluka? Menangis dalam hati? Atau bahkan, tertawa karena sudah merasa melepaskan satu beban masa lalu? Entah… Sampai suatu waktu, aku membaca tanda yang diberikan Tuhan padaku, : melalui waktu Sang bijak pernah berkata padaku, ‘banyak hal mampu dibuktikan waktu, cinta, kesetiaan, kesalahan, kebenaran.’ Mungkin benar. Waktu membuat aku tak ada lagi, dalam setiap tulisanmu. Waktu membuat aku menghilang, dari setiap ingatanmu akan cinta. Waktu pula akan membuat, hatimu menerima bahwa aku sudah seharusnya pergi, dari hidupmu yang mendekati sempurna. Jadi, apakah benar adanya, kamu sudah melupaku dengan sebenar-benarnya? Jakarta, 26 Juli 2012 - Tia Setiawati Priatna
Musikalisasi Puisi
~Demi apapun kamu melebihi apapun~
Adalah hal yang bodoh meninggalkanmu yang terseorang diri
Adalah hal yang pintar meninggalkan semua yang mengejarku
Karena demi apa pun, kamu melebihi apa pun
Lempari saja aku dengan senyum, aku takkan pernah bosan
Asal kau jangan melemparku jauh-jauh lalu tersenyum, sama sekali jangan
Dan lagi jangan kau tersenyum lalu melemparku sangat jauh
Karena aku bisa saja suatu waktu menjadikan senyum sebagai kata yang sangat hina
Tapi tetap tersenyumlah selalu padaku
Karena aku masih memandang senyum itu adalah hal yang paling indah
Hal yang paling indah darimu yang bisa masih kudapat
Ratusan hari aku menanti hari ini akan tiba
Tak apa jika hanya senyummu
Tak apa jika kau dengan tak sengaja
Karena senyummu adalah senyumku
Karena senyumku, hanya karenamu
Aku ingat kali saat pertama aku melihatmu
Kamu dipenuhi kata yang tak berujung.. “keindahan"
Satu kata yang membuatku sulit untuk tidak untukmu, dan aku cinta
Banyak orang bilang, cintailah seseorang sewajarnya saja
Aku tidak tahu, batasan wajar dan wajar itu seperti apa
Karena yang aku tahu, wajarku adalah apa pun untukmu
Aku pikir aku pernah bergerak dengan apa yang aku yakini
Nyatanya tidak
Aku hanya mematung disini, seolah pengemis yang menunggu tuannya datang
Aku memang sangat mencintaimu, teramat sangat
Sulit membedakan antara aku mencintai jantungku atau aku kehilangan denyut nadimu
Benar, apapun ku kan lakukan untuk menjaga hidupnya nadimu, yang ku harapkan itu, hangat
Aku rela jika harus menggantikan seluruh nadimu yang sudah tak lagi mengikatmu itu
Tak apa jika kau tak tahu, tak apa jika kau tak tahu
Karena demi apa pun, kamu melebihi apa pun
on twitter : @panjiramdana