Rasanya, semua buntu, ya? Dan, sekarang, kamu merasa jadi seperti seonggok beban tak berguna yang terus terluka, kan?
As cliché as it sounds, please, bertahan. Kalau kamu nggak mampu lagi bertahan untuk dirimu sendiri, at least, bertahan untuk Allah,
yang telah menciptakanmu penuh hikmah, memberimu privilege hidup;
yang masih setia memberimu oksigen bahkan di saat kamu sedang lupa kepada-Nya; dan…
yang menghendakimu agar membaca tulisan ini.
Bukankah ini juga tanda yang kamu cari-cari? Doesn’t it mean you still matter?
Insyaallah, nanti, di waktu yang tepat, Allah akan menganugerahimu kematian yang tenang nan indah, sebab…
Di hari-hari yang susah untuk bertahan ini, kamu tetap bertahan untuk Allah, menjaga dirimu dari menyakiti diri sendiri, menjauhi dirimu dari jalan-jalan yang salah. Sungguh, Allah menyaksikan usahamu.
Dan, surga mahal harganya, mungkin, rasa sakit ini adalah tabungannya.
Now, please reach out. And, keep praying and hoping and fighting and struggling and waiting, sampai kematian yang baik datang sesuai waktunya.
- Alvi Syahrin, @alvisyhrn, 2/7/2020, alvisyahrin.com
Please share this. Kita nggak tahu siapa di antara teman kita yang lagi feeling suicidal today. Mungkin, tulisan ini akan membantu mereka… or, maybe you.