Saatnya Finansial Produktif.. Jalani Hidup Positif.. Kurangi Perilaku Konsumtif!!
Salah satu gaya hidup anak muda yang lagi hype saat ini, yaitu nongkrong di warung kopi alias kafe.
Nongkrong di kafe atau restoran siap saji selesai pulang kerja atau kuliah seakan sudah menjadi tren gaya hidup yang maklum ditemui di kawasan perkotaan dan sekitarnya. Everything it’s okay, but the problem is.. jika kebiasaan tersebut bisa menyebabkan ‘kantong jebol’ pada anak muda..
Jika hanya sesekali, it’s okay, tapi jika sudah menjadi kebiasaan itu yang bisa bikin khawatir.
Akhirnya, fenomena yang terjadi banyak dirasakan oleh anak muda yang berusia 20-an hingga 30-an tidak jauh dari..
💸 Gaji cuma numpang lewat di rekening dari bulan ke bulan..
💸 Pengeluaran lebih besar dari pendapatan..
💸 Gak sempet nabung, karena bayar tagihan, utang, dan cicilan tiap bulan..
💸 Gak bisa tahan belanja kalau lihat promo cashback, flash sale dll dari market place..
💸 Cuma ngandelin satu sumber pemasukan, akhir bulan cuma bisa bingung gaji pada lari kemana..
Lalu gimana caranya biar kebiasaan konsumtif ini bisa sedikit demi sedikit terkontrol dan tidak bikin ‘kantong jebol’ lagi?
Jika kamu memiliki kebiasaan nongkrong seminggu mungkin bisa lebih dari 2x, maka hal pertama yang pastinya harus dilakukan adalah menguranginya. Coba mulai lebih menghemat pengeluaran kamu dengan jajan yang memang benar-benar sesuai kebutuhan.
Fokuskan anggaran untuk hal-hal yang menjadi prioritas. Akan lebih baik jika bisa menyiapkan kebutuhan makanan secara lebih mandiri, jadi bisa mengurangi jajan atau nongkrong lagi.
Bila memiliki kebiasaan nongkrong bersama teman, coba cari tempat yang tidak memerlukan biaya besar, agar pengeluaran bisa lebih ditekan.
2. Perbaiki Cara Berpikir
Kabanyakan orang berpikir bahwa mereka memiliki kecerendungan konsumtif karena hanya memenuhi hasrat untuk memiliki, padahal tidak terlalu dibutuhkan. Mereka meyakini akan mendapat kepuasan setelah memilikinya. Memang benar, tapi itu hanya sementara.
Pikirkan lebih mendalam untuk melihat efek dalam jangka panjang. Jangan hanya karena gengsi, kamu menuruti kemauan yang sejatinya itu tidak terlalu berdampak.
Mudahnya, pikirkan sekali lagi, apakah itu memiliki dampak positif atau negatif di 5 tahun ke depan. Jika tidak memiliki dampak yang begitu berarti, maka urungkan niat Anda untuk melakukan hal yang cenderung konsumtif.
Saatnya cerdas finansial, selamatkan masa depan mu dari sekarang!