Kesesatan Opini karena Relevansi yang dangkal
1. Ad Hominem : menyandarkan relevansi hanya krn melihat Pribadi/Religi/umur
- dia itu mantan napi jd jgn dengarkan dia bicara tentang keadilan!
- kamu msh bau kencur, jgn ajarkan saya tentang merawat lingkungan!
- apa agama kamu, sok-sokan mengajarkan saya toleransi!
2. Ad Baculum : menyandarkan relevansi hanya krn tekanan/ketakutan
- karena takut di pecat, ia sengaja berbohong
- Takut uang dari pembinanya tdk cair, ia memelintir fakta di sosial media
- Ayahmu itu punya hutang padanya! Jadi Kamu tetap salah! Ayo minta maaf!
3. Ad Misericordiam : menyandarkan relevansi hanya krn iba/terpesona
- dia orang jujur, karena ia miskin dan pendiam
- karena dia ganteng, saya banyak memberikan kesempatan padanya
- Ingat Cewe cantik itu selalu benar.
4. Ad Populum/nomerum: menyandarkan relevansi hanya krn mengikuti mayoritas
- karena banyak orang yang membelanya, Saya yakin dia pasti benar
- karena teman satu gengnya masuk ke organisasi itu, Dia ikut berorganisasi
- karena Budi tidak sepakat dgn adanya hukuman mati, Budi di anggap sebagai teroris
5. Ad Verecundiam : menyandarkan relevansi hanya pada otoritas/tokoh tertentu
- corona adalah sebuah kebohongan, karena musisi kebanggaan saya yg menyatakan.
- Candi itu di bangun oleh Nabi Sulaiman, karena Ustad saya yg menyatakan
- Awas, berenang bisa menyebabkan kehamilan, kata politisi kesukaan saya
6. Ad Ignoratiam : menyandarkan relevansi hanya krn merasa bukti keberadaannya tidak ada.
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tak ada gunanya, karena sampai sekarang korupsi masih terus terjadi.
- Bapak senang semua memahami pelajaran hari ini, karena tidak ada yang bertanya mengenai materi tadi.
- Untuk apa mencuci motor, nanti juga kotor lagi.