Apa yang kau rasakan?
Apa yang kau rasakan ketika kau tahu bahwa ayahmu baru mengizinkanmu menikah setelah umurmu 30?
Yaa Rabb, kuatkan hamba Yaa Rahman Yaa Rahim... 😢😢
🪼

blake kathryn
trying on a metaphor
Noah Kahan
cherry valley forever
Not today Justin
Misplaced Lens Cap

ellievsbear
No title available

⁂
DEAR READER
No title available

❣ Chile in a Photography ❣
Sweet Seals For You, Always
Cosmic Funnies

pixel skylines
noise dept.
he wasn't even looking at me and he found me

izzy's playlists!
official daine visual archive
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from Singapore
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Brazil
seen from Brazil

seen from Germany

seen from Canada

seen from Malaysia

seen from France
@mulakatajadimakna
Apa yang kau rasakan?
Apa yang kau rasakan ketika kau tahu bahwa ayahmu baru mengizinkanmu menikah setelah umurmu 30?
Yaa Rabb, kuatkan hamba Yaa Rahman Yaa Rahim... 😢😢
Untuk Apa Manusia diciptakan?
1. Untuk Beribadah kepada Allah
Allah Ta’ala berfirman
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).
2. Menjadi Khalifah di muka bumi
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan (ingatlah) tatkala Rabbmu berkata kepada malaikat , ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah’. Berkata mereka, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau?’. Dia berkata, ‘Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al Baqarah : 30)
.
.
#ntms #mulakatajadimakna #semangatberbagiilmu #menulismanfaat #baikberisik
Meskipun orang lain meremehkanmu. Allah tahu, betapa berharganya dirimu. Tetaplah ceria.
untitled
I chose you because you chose me as I am
I chose you because you accepted me this simple
Remember heart is not there just because you made it there because you come complete
.untitled.
red, why you so make me easy for get emotion and sensitive
red, when you come, i can't near my god for pray
red, when you come, i can't tell any story and hope in my pray
red, now i feel so alone
red, i think he fine that i tell him about my feeling and my story everyday
that so sorry for him, now i must keep my story just for God..
Satu kali kita membiarkan suatu hal yang menurut hati kita itu dosa, maka bersiaplah akan datangnya dosa-dosa berikutnya. Maka jagalah hatimu agar tak terpedaya oleh rayuan syaitan.
me
Bersyukur di saat mendapatkan yang sedikit..adalah pembelajaran agar jika mendapatkan yang lebih dari ini dapat lebih bersyukur
ntms
Renungan Ujung Tahun
Bagaimana cara membuang jauh-jauh berbagai bentuk kekhawatiran yang semakin hari semakin tinggi kadarnya?
Bagaimana mengusir berbagai jenis ketakutan akan masa depan yang terus menggerus prinsip hidup—yang diam-diam mulai kita ragukan?
Bagaimana melepas kecintaan kita pada materi yang begitu berlebihan sampai-sampai membuat kita lupa pada makna?
Entahlah…
Tapi,
Dunia ini, kata Rumi, seperti anak tangga.
Dan anak tangga ada untuk dipijak lalu kita tinggalkan begitu saja, bukan untuk dihuni lama-lama.
Waktu terasa sedikit bila kita berbuat kebaikan. Waktu terasa lama jika kita gunakan untuk berbuat dosa. Seakan-akan kita punya banyak waktu untuk memperbaikinya.
me
Kamu masih punya tugas
apa itu tugasnya? adikmu masih bertanya, mana cerita tentang dirimu mbak? atau tulisan-tulisanmu atau tulisan-tulisan tentang ceritamu seperti abang. Lah, kan mbak udah pernah buat ini (sambil menyodorkan jilidan buku skripsiku). Kemudian dia hening membaca. Lah, kalau ini kan bukan tulisan mbak. Saya jadi tertegun, bukankah itu tulisan jerih payah saya untuk mendapatkan toga kelulusan kuliah. Kenapa adik saya yang sudah kelas 2 smp, malah meminta saya untuk membuat tulisan yang memang benar-benar saya tuliskan. Seakan-akan skripsi itu bukan tulisan saya. Jadi?
Percakapan di suatu siang...
mbak : dek, mbak minta tolong. Tolong belikan bakso.
adik laki2 : iya mbak, beli berapo bungkus?
mbak : beli 4 bungkus ajo dak?
adik laki2 : jadi, campur galo kan?
mbak : jangan... ingek, yang mbah idak pakai kuah, pakai mie kuning ajo
adik laki2 : jadi
mbak : yang am dak pakai mie kuning, biaso, campur
adik laki2 : idak pakai kuah jugo?
mbak : yo, ehh..kenapo idak pakai kuah
adik laki2 : lah kan tadi katonyo dak pakai kuah..cakmano mbak ni?
mbak : o iyo dak, maaf, salah sebut mbak, dak pakai kecap maksudnyo
adik laki2 : ckck..ikolah garo-garo micin
mbak : hihi😂😂😂
Tanpa cita-cita, mendidik anak akan melelahkan. Tanpa arah yang jelas, kita mudah bingung oleh berbagai tawaran metode mendidik anak yang begitu beragam. Tanpa orientasi yang kuat, kita pun akan mudah goyah dalam melangkah. Kita memerlukan semua itu. Tak perlu jauh-jauh mencari. Agama ini telah memberikan bekal yang memadai. Kitalah yang perlu berusaha menemukannya dalam agama kita sendiri. Kadang atau bahkan kerap kali lalai sehingga seolah “tak cukup hanya berbekal agama”. Padahal tuntunan, arah dan hal-hal penting yang seharusnya memenuhi dada kita saat mendidik anak, telah ada. Kegiatan ini hanyalah sebagian ikhtiar dari diri-diri yang masih miskin ilmu; bertemu untuk berbagi dan belajar. Semoga Allah Ta'ala limpahkan ilmu dan tambahkan lagi dengan ilmu yang manfaat. Semoga Allah Ta'ala fahamkan diri ini dengan ilmu yang telah tercurah.
Mohammad Fauzil Adhim (via fauziladhim)
i need someone to lead the direction. You are give the direction, then i need a partner ya Allah, give me from You’r side.
(via likalulu)
Pernikahanmu, Semoga Selalu Indah Walaupun Tak Selamanya Mudah
Alhamdulillah, kali ini dua orang teman saya ternyata berjodoh. Saya mengenal mereka berdua ketika mengikuti pelatihan Forum Indonesia Muda angkatan 16 tahun 2014.
Kala itu, Sabtu, 18 Maret 2017 di Mesjid Al-Khabii, Kopo. Rintik hujan yang lembut penuh berkah menemani suasana khidmat pengikraran janji suci itu. Semua berjalan lancar sehingga jarak yang sangat jauh diantara mereka hilang seketika, saat kata “sah” menggema di mesjid itu.
Selamat Menempuh hidup baru, @yulialatifah dan Dwi Bremani, Semoga pernikahan kalian bersemi sampai surga-Nya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan cinta-Nya pada keluarga kalian berdua.
Berikut ini adalah catatan singkat khutbah nikah mereka yang saya rangkum dengan bantuan seorang teman, Aji Nur Affifah. Yuk kita resapi bersama! Semoga bisa menjadi pembelajaran baharga untuk kita kedepannya ya.
Adakah yang galau nikah? Hehe….
Galau nikah boleh banget, asalkan dibarengi dengan semangat menuntut ilmu, terus memperbaiki diri, dan yang gak kalah penting adalah terus menjaga diri. Agar sesuatu yang fitrah ini menjadi berkah. Semangat dan selamat berjuang ya!
Begini isi khutbah nikah mereka :
Jika diambil tema besarnya, nasehat yang disampaikan kala itu mengandung sebuah tanda tanya “Bagaimana memaknai pernikahan agar cinta tak lekang oleh waktu dan terus bersemi hingga ke Surganya?”
aahh yaa, setiap hati yang bertaut karena Allah tentu saja mendamba cinta hingga surga. Namun, untuk mencapai hal itu, ada beberapa makna yang harus ditanamkan pada mitsaqon ghaliza ini. Sebelum ia bertumbuh lebih tinggi, maka fondasinya harus diperkuat terlebih dahulu, agar ketika angin menerpa lebih kuat, maka ia tak mudah rapuh dan tak gampang rubuh.
Ialah perjanjian yang kuat, perjanjian yang agung, dan perjanjian yang disaksikan langsung oleh Allah SWT, yang apabila sepenggal kalimat itu di ucapkan maka para malaikatpun akan memenuhi seisi ruangan seraya mengaminkan doa-doa yang bertebaran disana.
Jadi, apakah yang harus ditanamkan, ditumbuhkan dirawat hingga ia bersemi sepanjang waktu?
Tolong tanamkanlah beberapa makna ini didalam hatimu, ya!
Pernikahan adalah rahmat Allah, pasangan kamu adalah yg terbaik dunia akhirat. Terimalah ia dengan segala rasa penuh kesyukuran. Terimalah ia, baik kebaikannya maupun apa-apa yang tidak ada padanya. Sadarkah jika, di antara miliyaran manusia di bumi ini, tapi Allah telah memilihkan dia untuk melengkapi agamamu. Maka, janganlah biarkan dia pudar. Karena pernikahan itu amanah bagimu, hanya ia yang dititipkan Allah pada kamu. Muliakakan ia dengan sebaik-baiknya cara. Lalu berlomba-lombahlah menjadi seseorang yang mulia dengan cara memuliakan pasangan kamu.
Pernikahan adalah jembatan untuk beribadah kepada Allah SWT. Maka setiap waktu yang kamu habiskan bersamanya akan bernilai ibadah. Luruskan setiap niat yang mengawali setiap harimu, setiap langkahmu hanya untuk Allah. Menata setiap satuan tangga surga bersama dan senantiasa menanti ridha-ridha Allah.
Pernikahan adalah dakwah. Dakwah adalah merangkul dan dirangkul. Menjadikan diri sendiri sebagai teladan untuk pasangan. Kamu tak harus memberikan khutbah didepan banyak orang, karena dengan memberikan teladan yang baik dalam rumah tangga maka akan menjadi jalan dakwah bagimu. Hadirkanlah perbuatan, perkataan dan sikap yang baik, yang penuh cinta dan kasih sayang. Kemudian,berpegang teguhlah pada alqur'an dan sunnah, maka tidak akan ada perpecahan keluarga dan tidak ada perceraian diantara kalian. Dengan mengajarkan one day one ayat, one day one hadist maka rumah tangga itu akan dipenuhi cahaya dan hati akan ditumbuhi iman yang berlipat-lipat pula.
Pernikahan adalah sebuah kepercayaan dari Allah. Allah akan meminta pertanggungjawaban nanti. Untuk apa waktu yang kamu habiskan bersama, kemana tujuan kamu menempuh perjalanan berdua dan kontribusi apa yang dibangun saat bersama. Karena pernikahan adalah jalan menuju surga bersama-sama. Jadi, pastikan apa-apa kepercayaan ini dijaga dengan sebaik-baiknya.
Pernikahan adalah taklim. Ia merupakan awal dari pembelajaran. Perbedaan yang ada dalam pernikahan adalah pelajaran berharga. Setiap kejadian yg terjadi dalam pernikahan adalah bagian untuk kita menjadi manusia yg lebih baik. Sikapi perbedaan itu dengan penuh rasa cinta.
Begitulah beberapa makna tentang pernikahan yang bisa dijadikan fondasi untuk menjadi keluarga yang dirindukan surga. Pernikahan adalah rahmat, ibadah, dakwah, amanah, dan taklim.
Semangat berbenah, dan semoga diberi kesempatan untuk mengamalkannya ya!
Bandung, 22 Maret 2017
Separuh Menuju Utuh
Aamiin Allahuma Aamiin semoga Allah mampukan untuk mengamalkannya :)
Rasa Bahagia Kita terlalu banyak memikirkan hal yang sebenarnya tak dibebankan pada kita, atau...
Rasa Bahagia Kita terlalu banyak memikirkan hal yang sebenarnya tak dibebankan pada kita, atau merasa harus memiliki apa yang sebetulnya tak perlu, ini yang menambah beban dalam hidup kita Sebenarnya, kita hanya memerlukan hal yang sederhana dalam hidup ini, dan bahagia itu tidak tergantung oleh banyaknya yang kita punya, tidak pula pada terpenuhinya semua keinginan Rasa lapar ada batasnya, tapi keinginan untuk makan tak terbatas. Keperluan kita tertentu, tapi keserakahan itu tak punya definisi. Tentukan nilai cukup, maka kita tak mudah terombang-ambing dunia Ingat baik-baik, bahwa semua yang fana itu pasti ada batasnya, akan berakhir, dan makin berkurang bila dinikmati. Maka jangan cukupkan diri mencari yang fana, carilah yang abadi dan kekal Sama seperti ikan di tangan saya, hasil tangkapan nelayan di belakang saya, dia tak merasa bahagia seperti saya sebab sudah biasa. Bagi saya, saya bahagia tanpa harus menangkap sendiri Bahagia pun tak semua kekal adanya, sebab bahagia yang hakiki adalah bila itu didapatkan di ujung taat. Maka yang memberinya adalah Allah, Dia semai dalam hati kita bahagia itu Dalam ketaatan, ada bahagia dalam sulit, dalam lelah, dalam kehilangan dan juga pengorbanan. Ada bahagia bahkan dalam perpisahan, ada bahagia dalam kematian, sebab semua di jalan Allah Mengapa kita masih mencari bahagia pada sesuatu yang akan hilang? Sementara Sang Pemberi Bahagia malah kita jauhi? Bukankah harusnya kita malah mendekati sumber bahagia? Taatlah pada Allah, cintai Allah melebihi semua makhluk, cintai apa yang Allah beri berupa keimanan, cintai pula dakwah, insyaAllah manisnya hidup akan kita rasa, bahagia akan mengikuti kemana pergi (RSS generated with FetchRss)
Menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia.
Kecantikanmu itu berbeda. Aku melihatnya setiap hari dengan mata kepalaku. Cantikmu itu mengalir dalam sifat, seperti ketaatan, keikhlasan, kesabaran, dan hal-hal yang membuatku merasa tentram.
Aku sengaja menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia. Sebab, dunia kita adalah dunia yang kita bangun dengan kepercayaan bahwa yang kita lihat dengan mata ini adalah fana. Semuanya akan berakhir, cantik akan menua, kekayaan takkan dibawa mati, dan hal-hal lain yang akan berakhir.
Aku menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia, biar orang melihat dan merasakan kecantikanmu dari akhlakmu. Bukan dari hasil riasan berjam-jam dan baju kekinian yang kemudian kamu pajang di halaman media sosialmu. Orang akan mengenalmu dari kebaikan budi, kebermanfaatan, peran, pemikiran, kecerdasan, sumbangsihmu pada umat, dan hal-hal lain yang jauh lebih bermakna dari pakaian dan riasan.
Aku akan menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia. Agar kamu bisa menjadi dunia yang terbaik bagi anak-anak kecil yang lahir di rumah tangga kita. Menjadi dunia yang layak untuk tumbuh besar mereka. Dunia yang akan mengajarkan mereka dan membuat mereka tumbuh menjadi manusia yang lebih baik.
Biar dunia kita ini sunyi, sepi.
Kita tidak harus dikenal banyak orang untuk bisa menjadi lebih bermanfaat, untuk memiliki nilai lebih sebagai manusia. Kita hanya perlu menjadi orang baik, berbuat baik, membantu banyak orang, berkata-kata yang baik, lemah lembut terhadap semua makhluk, bekerja dengan ikhlas, berbakti kepada orang tua, berbuat baik pada tetangga, menyanyangi anak-anak, dan semua kebaikan lain yang bisa kita lakukan tanpa harus berdandan terlebih dahulu, tanpa harus memiliki kuota internet untuk memuatnya dalam live video.
Kita tidak perlu mencatatnya, dua malaikat kecil di sisi kita sudah melakukannya untuk kita. Setiap hari, tanpa lelah.
Untuk itu, izinkan aku untuk menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia, istriku :)
Yogyakarta, 7 November 2017 | ©kurniawangunadi
TIGA (Untuk Anakku)
Kemi, nanti kalau kau sudah dewasa jangan jadi penakut ingin membuktikan kalau kau berani seperti cacing menggeliat-geliat agar lemahnya tak terlihat nanti kalau kau sudah dewasa jangan sombong mengecilkan orang-orang memberatkan kepala batumu kantuk perlahan membunuh nuranimu Nak, nanti kalau kau sudah dewasa jangan pelit berbagi semua yang tergenggam akan hilang kau jadi kaya bukan sebab banyak menyimpan tetapi karena tak berhenti memberi nanti kalau kau sudah dewasa jangan berkhianat, pada apapun: kebenaran, darah, persahabatan segala yang fana akan dilibas waktu kecuali apa-apa yang setia kepada cinta Jagoanku, kini kau sudah besar kakimu kuat, tanganmu kekar matamu nyalang ke bentang lazuardi diri langkahmu menyongsong cakrawala tetapi kau belum dewasa pada saatnya kau akan mengerti semua yang kutulis di hari ulang tahunmu ini akan kau baca perlahan saat dekapmu kosong rindumu menebal di dada dan aku tak di sana : Selamat ulang tahun, Kem.
FAHD PAHDEPIE
TIGA (Untuk Anakku)
Kemi, nanti kalau kau sudah dewasa jangan jadi penakut ingin membuktikan kalau kau berani seperti cacing menggeliat-geliat agar lemahnya tak terlihat nanti kalau kau sudah dewasa jangan sombong mengecilkan orang-orang memberatkan kepala batumu kantuk perlahan membunuh nuranimu Nak, nanti kalau kau sudah dewasa jangan pelit berbagi semua yang tergenggam akan hilang kau jadi kaya bukan sebab banyak menyimpan tetapi karena tak berhenti memberi nanti kalau kau sudah dewasa jangan berkhianat, pada apapun: kebenaran, darah, persahabatan segala yang fana akan dilibas waktu kecuali apa-apa yang setia kepada cinta Jagoanku, kini kau sudah besar kakimu kuat, tanganmu kekar matamu nyalang ke bentang lazuardi diri langkahmu menyongsong cakrawala tetapi kau belum dewasa pada saatnya kau akan mengerti semua yang kutulis di hari ulang tahunmu ini akan kau baca perlahan saat dekapmu kosong rindumu menebal di dada dan aku tak di sana : Selamat ulang tahun, Kem.
FAHD PAHDEPIE