Kelas Menulis ala Nurunala dibuka lagi! Klik ikut kelas untuk daftar. Sampai ketemu di zoom. :)
AnasAbdin
YOU ARE THE REASON

blake kathryn
hello vonnie
Keni

Andulka
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
$LAYYYTER
Today's Document
will byers stan first human second

⁂

No title available
Cosmic Funnies
trying on a metaphor
TVSTRANGERTHINGS
almost home

Kiana Khansmith

❣ Chile in a Photography ❣

Discoholic 🪩
No title available

seen from Germany
seen from United States

seen from Germany
seen from Canada
seen from Netherlands
seen from Malaysia
seen from Indonesia
seen from Morocco

seen from Canada

seen from Taiwan

seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Canada
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Canada
seen from Malaysia

seen from Indonesia
@nurunala
Kelas Menulis ala Nurunala dibuka lagi! Klik ikut kelas untuk daftar. Sampai ketemu di zoom. :)
Animal Farm
Apa jadinya kalau hewan di peternakan memberontak pada manusia, tapi setelah berhasil, mereka justru jadi penindas yang lebih kejam?
Itulah yang terjadi di Animal Farm!
Bayangkan..
Hewan-hewan di peternakan lelah diperas tenaganya, disuruh kerja keras, tapi hidup tetap pas-pasan.
Mereka marah, lalu berontak kepada manusia. Sekarang, peternakan udah jadi milik mereka.
Tapi...
Saat hewan berkuasa, mimpi akan kebebasan justru berubah jadi mimpi buruk. Kehidupan para hewan ternak nggak jadi lebih baik, justru jadi makin berat. ☹️
Yang lemah tetap diinjak, yang kuat makin rakus!! 😤
Si penguasa (para babi) mulai mengubah peraturan sesuka hati, manipulasi kebenaran, dan manfaatin hewan lain demi kepentingan sendiri. Mereka rela ngelakuin apa pun biar golongannya sejahtera, tanpa sedikit pun peduli sama nasib kelompok lain.
Meski ngerasain ketidakadilan, hewan yang lemah nggak punya daya untuk melawan. Akhirnya, mereka hanya bisa pasrah sampai tubuh mereka menua dan nggak sanggup lagi bekerja. 😔
Dari luar, Animal Farm kelihatan cuma cerita hewan yang memberontak karena bosan ditindas. Tapi makin dibaca, makin kerasa sindirannya: kekuasaan itu bikin hati jadi buta. Pihak yang lemah selalu jadi korban, sekeras apa pun mereka berjuang. 😢
Novel ini berhasil memotret realita kehidupan. Walau ditulis 70 tahun lalu, isinya masih relevan sampai sekarang. Kayaknya, cerita tentang penindasan nggak akan pernah benar-benar hilang.
***
Judul: #AnimalFarm Tebal: 140 halaman Penulis: George Orwell Penerbit: Bentang Pustaka
Laut Bercerita
“Pada titik yang luar biasa menyakitkan karena setrum itu terasa mencapai ujung saraf, aku sempat bertanya, apa yang sebetulnya kita kejar?” - Biru Laut
Sampai di bagian ini, aku bisa ngerasain sisi paling manusiawi dari seorang Biru Laut. Di balik keberaniannya, masih ada rasa takut: ‘gimana kalau kali ini aku nggak akan bisa pulang?’
Ini cerita tentang Biru Laut, aktivis yang jadi korban penculikan dan penghilangan paksa di masa Orde Baru, akhir 1990-an. Bareng teman-temannya, Laut memperjuangkan masa depan Indonesia yang lebih adil.
Bukan hanya kerasnya penyiksaan yang dialami para aktivis, penulis juga mengajak kita ikut merasakan pilunya jadi keluarga yang ditinggalkan. Mereka harus melanjutkan hidup dalam ketidakpastian. 😢
Rasanya sedih, nyesek, hancur jadi satu. Sulit rasanya nerima kalau cerita fiksi ini terinspirasi dari kisah nyata. Ternyata, kenyataan itu bisa jauh lebih kejam dari apa yang bisa kita bayangkan.
Kuatnya sosok Asmara, adik Laut, bikin ceritanya makin pedih. Dia nggak sanggup menunjukkan kesedihannya di depan kedua orang tuanya. Dia ingin bapak dan ibunya tetap bisa bertahan. 😣
Aku nggak bisa nahan air mata, tiap sampai di adegan Ibu masak makanan kesukaan Laut dan Bapak naruh empat piring di meja makan.
Ibu dan Bapak percaya, Laut pasti kembali. Laut akan datang buat makan malam bareng dan mereka akan ngobrolin banyak hal sampai lupa waktu. 🥺
Aku baca novel ini dua kali dan rasanya tetep sama. Perasaan sedih itu masih nempel kuat di dada. Tiap halamannya masih bikin sesak, kayak ngebuka lagi luka yang belum benar-benar sembuh. 😢
***
Judul: #LautBercerita Tebal: 373 halaman Penulis: Leila S. Chudori Penerbit: Penerbit KPG
Api Kecil
Harapanku adalah nyala api yang menari di ujung lilin. Tidak besar. Tidak benderang. Cukup hangat untuk bertahan melintasi malam.
Aku melindunginya dengan kedua tanganku yang mungil. Jangan sampai sepoi angin usil menyapa dan memadamkannya. Meski nyalanya tak seberapa, tanpanya perjalanan ini terasa lebih gelap dan dingin.
Aku bersyukur malam ini api kecilku masih menyala. Masih sederhana. Masih menerangi langkah-langkah kecil yang kuambil. Dalam yakin dan raguku. Dalam tenang dan cemasku.
Manis sekaligus liris.
Sebagai pembaca aku kagum dan terhibur. Sebagai penulis aku iri dan banyak mencuri. Sebagai WNI semoga kita selalu sabar dan tidak kehilangan harapan.
Seperti kuduga sejak lama, seharusnya perasaan ini kupendam saja. Bukan dikatakan dan malah membuat kita menjadi canggung. Bukan diungkapkan dan bikin kita jadi bingung.
Novel Festival Hujan
Jika daun yang sudah menguning saja tak ‘kan jatuh tanpa izin-Nya, apalagi cita-citamu yang indah itu.
Terkadang perpisahan hanya perlu diterima sebagai perpisahan. Tanpa perlu menuduh siapa yang salah. Atau menakar siapa yang kalah.
Jakarta Sebelum Pagi
Baru baca beberapa halaman, udah mikir, “Ini kok lucu banget?!” 😂
Gaya bercerita di buku ini super unik! Berkali-kali aku cekikikan sendiri baca kalimat-kalimat yang muncul di dialog dan narasinya.
Ini pertama kalinya aku baca karya Ziggy, dan… no wonder banyak yang jatuh cinta sama tulisannya. Jalan ceritanya menarik dan aku suka endingnya! Bener-bener di luar imajinasiku …
“Kok bisa ya dia kepikiran hal itu?”
“Kok bisa ya ceritanya tetap nyambung padahal keliatan cenderung absurd?”
“Gimana ya cara berpikirnya sampai bisa jadi satu cerita utuh?”
Selain itu, banyak juga pesan tentang kehidupan yang 'dalem' di buku ini. Yang paling aku suka:
“Semua orang mengalami tragedi dalam hidupnya. Nggak semuanya besar menurut orang, tapi semuanya besar bagi yang mengalami.” - Emina
Bukan lama obrolannya, tetapi perasaan lega setelahnya. :)
Nak ...
Nak …
Sebenarnya, kamu tidak perlu terlalu risau apakah kami bangga atau tidak.
Orang tua mencintai anak-anak mereka tanpa syarat, karena hal itu adalah fitrah.
Tidak ada kegagalan atau pencapaian yang bisa mengurangi atau menambahkan rasa cinta kami.
Jika kamu butuh pertolongan, kami akan membantu sejauh yang kami mampu.
Jika kamu bahagia, kami akan berkali lipat lebih bahagia.
Karena itu, berbahagialah, Nak ...
Rayakan apa saja setiap hari.
Romantisasi setiap keindahan dan kebaikan yang ada di sekitar, sesederhana apa pun itu.
Kamu sedang mendaki jalan terjal untuk mewujudkan mimpimu. Tetapi jangan lupa, di tengah perjalanan ini, ada banyak pemandangan yang terlalu indah untuk dilewatkan.
Sesekali, kamu boleh berhenti. Beristirahat sejenak sambil mengumpulkan energi, mempersiapkan diri untuk perjalanan yang terbentang panjang di depan.
Di waktu tertentu, kamu juga boleh menengok ke belakang.
Bukan untuk menyesali apa yang terjadi. Melainkan untuk bersyukur bahwa semua itu telah terlewati.
Bersyukur bahwa kamu, ternyata bisa sampai di titik ini.
Tiba-tiba Kelas Menulis sudah Batch 14.
Senang melihat para alumni sudah berhasil menyelesaikan, menerbitkan, bahkan ada yang sudah buku ke-2.
Tentu, itu semua berkat kerja keras mereka. Karena apalah artinya kelas-kelas ini, kalau naskahnya tidak dikerjakan.
Bagaimanapun, semoga kelas sederhana ini membantu. Sebab di kelas ini saya, yang sudah lebih dari 10 tahun menjadi penulis, bercerita tentang:
Gambaran Industri Buku Saat Ini
Konsep Umum Sebuah Cerita
Proses Kreatif Menulis Novel
Proses Kreatif Menulis Memoar
Proses Kreatif Menulis Antologi Prosa
Langkah-langkah Menerbitkan Buku
Menemukan Pembaca
Konsisten & Hidup dari Menulis
Jika kamu tertarik mengikuti kelas ini, klik ikut kelas menulis.
Sampai ketemu di Zoom! Kita cerita dan ngobrol lebih banyak di sana. :)
Bu, Pak ... Setiap membuka sosial media, sepertinya semua orang hidupnya bahagia. Kenapa sepertinya cuma aku yang hidupnya begini-begini saja? Sehari-hari melakukan hal kecil yang tidak berarti apa-apa.
---
Nak ...
Kalau yang kamu maksud 'semua orang' itu adalah teman-temanmu, kamu beruntung karena punya teman-teman yang bahagia.
Tetapi, Nak... Setahu kami, orang-orang memang cenderung menggunakan sosial media untuk berbagi kebahagiaan.
Luka, kesedihan, kemalangan, biasanya disimpan sendiri. Atau diceritakan ke sahabat terdekat.
Kamu pun begitu, kan?
Memang tidak semua perasaan perlu diumumkan. Tidak semua kejadian layak dipublikasikan.
Dan benar, mungkin di antara temanmu ada yang terlihat keren karena melakukan hal besar. Bersyukurlah, kamu bisa terinspirasi dan belajar dari mereka.
Kamu enggak perlu berkecil hati. Karena Tuhan menyuruh kita berjuang sesuai kesanggupan.
Nak ...
Kalau kamu belum bisa melakukan hal besar, tidak apa-apa. Kamu tetap bisa melakukan hal kecil dengan kesungguhan yang besar.
Bu, Pak … Teman-temanku satu per satu menikah, sebagian bahkan sudah mengantar anak ke sekolah. Sementara aku merasa belum bertemu jodohku. Apa aku terlalu pemilih? Apakah kriteria yang aku inginkan terlalu tinggi?
Nak …
Menjadi pemilih dalam urusan jodoh adalah sebuah keharusan.
Sudah selayaknya kamu berhati-hati menjalin hubungan dengan orang yang nanti akan serumah denganmu, membangun keluarga, menghabiskan waktu menua bersama.
Mungkin ini kedengaran klise, tapi menikah memang bukanlah perlombaan. Tak ada menang-kalah, tak ada cepat-lambat.
Masa penantian dan pencarian ini, barangkali adalah ruang yang Tuhan kasih untuk kamu belajar lebih banyak:
Tentang dirimu, tentang hidupmu.
Tentang menjadi pasangan dan orang tua yang baik.
Tentang mengelola uang dan mengatur rumah tangga.
Tentang membangun keluarga yang bahagia, sehidup sesurga.
Bu, Pak … Maaf kalau hidupku begini-begini saja. Maaf aku belum bisa bikin kalian bangga. Aku masih berusaha, dan akan terus berusaha. Doakan aku, ya.
Nak …
Tidak apa-apa.
Kamu tumbuh dengan baik dan sekarang dalam kondisi sehat. Bagi kami, itu sudah lebih dari cukup.
Dan kami bangga.
Kami bangga karena kamu sudah berusaha sebaik-baiknya.
Kami akan terus mendoakanmu.
Ilmu & pengalaman 10 tahun menulis dirangkum dalam satu buku. ✨
Membahas konsep cerita, menggali ide, membuat kerangka, sampai menerbitkan buku & menemukan pembaca.
Ditulis dengan penjelasan sederhana, to the point, agar bisa langsung dipraktikkan.
Cocok buat kamu yang mau:
Mengenal lebih dalam dunia kepenulisan.
Menulis cerita yang memikat
Merampungkan naskah yang gak selesai-selesai.
Menerbitkan buku, baik self-publishing maupun lewat penerbit.
Hidup dari karya.
Klik https://nurunala.myr.id/lp/ebook-menulis pakai kode voucher JADIPENULIS untuk diskon 20%.
Setelah engkau pergi Dunia tak sama lagi ...
Dan aku dipaksa cepat Beradaptasi ...