MutiaraPublic.com - Zuhud adalah sebuah kata yang bermakna “berpaling” atau berpindahnya keinginan terhadap sesuatu kepada hal lain yang tentunya lebih baik darinya. Sesuatu yang ditinggalkannya tersebut seharusnya adalah sesuatu yang dicintainya. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu yang sama sekali tidak disukainya atau tidak diinginkan oleh jiwanya, maka hal itu tidak disebut orang yang zuhud.
Orang yang berpaling meninggalkan cinta dunia kepada cinta akhirat disebut sebagai orang yang zuhud terhadap dunia. Sebab, pada setiap jiwa manusia itu sesungguhnya telah tertanam secara naluri perihal kecintaannya terhadap perkara-perkara duniawi. Sedangkan di akhirat kelak, itu jauh lebih baik dari dunia sekarang ini.
Ada beberapa pendapat dari para ulama mengenai pengertian zuhud, diantaranya adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang mengatakan ; {“ Zuhud tersebut adalah meninggalkan sesuatu atau apa-apa yang tidak bermanfaat untuk kepentingan akhirat kelak, yaitu perkara mubah yang terlanjur berlebihan dan tidak dapat digunakan dalam membantu untuk berbuat ketaatan kepada Allah SWT, disertai dengan sikap percaya sepenuhnya terhadap apa yang ada disisi Allah SWT “}.
Sedangkan menurut pendapat Sufyan Ats-Tsauri ; {“ Orang yang zuhud tidak merasa gembira karena telah mendapatkan dunia, dan tidak merasa sedih karena telah kehilangan dunia “}.
Abu Muslim Al-khalani berkata ; {“ Kezuhudan di dunia itu bukanlah dengan mengharamkan yang halal dan kemudian membuang harta kita, Namun kezuhudan di dunia adalah jika apa yang ada di tangan Allah SWT lebih kita yakini daripada apa yang ada ditangan kita, dan jika kita terkena musibah maka kita lebih berharap kepada pahalanya serta simpanan modal musibah itu “}. (Ibnu Rajab dalam Jami’ Al-Ulum Wal-Hikam: 2/179)
Zuhud adalah amalan hati sehingga tidak bisa di ukur dengan perkara lahiriah mislanya seperti; kemiskinan, badan yang kurus, pakaian yang compang-camping dan lain-lainnya.
Oleh sebab itu, Abu Sulaiman berkata ; {“ Janganlah diantara kalian itu bersaksi bahwasanya seseorang tersebut adalah orang yang zuhud. Karena zuhud itu sendiri terletak/ ada dalam hati kita. Zuhud tidak selalu identik dengan suatu kemiskinan. Bisa saja 0rang-orang yang berlimpahan (memiliki banyak) harta itu ternyata lebih zuhud dari pada orang yang miskin “}.
Jadi Zuhud itu tidak sama dengan kemiskinan, walaupun keduanya ini sama-sama merupakan wujud (bentuk) dari gambaran meninggalkan dunia. Masing-masing dari zuhud ataupun kemiskinan memiliki tingkatan-tingkatan tersendiri untuk mencapai kebahagiaan dan keduanya bisa membantu seseorang untuk meraih kemenangan dan keberhasilan.
Setelah mengetahui pentingnya sifat zuhud dalam mengarungi samudera kehidupan ini, tentunya kita akan berusaha untuk memilikinya dengan benar dan tidak keliru. Oleh sebab itu, perlu adanya tips-tips agar kita dapat menggapai sifat ini. Berikut ini adalah tips dalam menggapai sifat zuhud tersebut :
Pelajari Selengkapnya Disini » http://goo.gl/v2Q4vP