KLASIFIKASI ORGANISASI-ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL
Kooperatif : bersifat kerja sama dan bersedia membantu
Non kooperatif : bersifat tidak kerja sama dan tidak bersedia membantu
Radikal : amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan)
Moderat : selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem
Berdasarkan definisi-definisi diatas, berikut pengelompokkan organisasi-organisasi pergerakan nasional.
Sifat pergerakan dari SI ini adalah kooperatif dan tidak bereaksi melawan pemerintah Belanda.
- Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
Meskipun Parindra merupakan organisasi yang cukup besar, namun organisasi tersebut kurang populer. Hal ini disebabkan sikapnya yang kooperatif dan kurang revolusioner.
Pada awal terbentuknya, organisasi ini melakukan kerja sama dengan pihak pemerintah kolonial Belanda.
- Partai Komunis Indonesia
Langkah awal yang ditempuh oleh PKI untuk menjalin hubungan kerjasama dengan Belanda ternyata gagal, sehingga PKI mengubah strategi menjadi non-kooperatif dan secara terang-terangan menentang pemerintah Belanda.
- Partai Nasional Indonesia
PNI membahayakan Belanda. Maka tokoh-tokoh PNI ditangkap dan dimasukkan dalam penjara Sukamiskin, Bandung. Dalam penjara Ir. Soekarno menulis pidato “Indonesia Menggugat”
- Perhimpunan Indonesia (PI)
Selain itu, PI juga bersifat radikal, artinya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, PI bersikap nonkooperatif dengan tidak mau bekerja sama dengan Belanda.
Tujuannya adalah mencapai Indonesia merdeka. Asasnya pun juga sama yaitu self help dan nonkooperasi.
- Partai Indonesia Raya (Parindra)
Organisasi yang didirikan oleh dr. Soetomo ini berperan meneruskan perjuangan organisasi-organisasi radikal setelah pemimpin mereka ditangkap oleh pemerintah kolonial Belanda.
Sejak tahun 1930 organisasi radikal mendapat tekanan dari pemerintah kolonial Belanda. Oleh karena itu, sikap nonkooperatif tidak mungkin dilakukan, apalagi melakukan tuntutan dengan menggerakkan massa.
- Gabungan Politik Indonesia (GAPI)
Pada tanggal 20 September 1939 GAPI mengeluarkan pernyataan yang disebut Manifesto GAPI. Isinya mengajak rakyat Indonesia dan Belanda untuk bekerja sama dalam menghadapi bahaya fasisme. Artinya, saat itu GAPI masih mau ber’dampingan’ dengan Belanda
Dikarenakan sifat dari pergerakan ini radikal, maka pemerintahan kolonial membuang (mengasingkan) ke tiga tokohnya dengan tuduhan akan mengadakan pemberontakan pada bulan Agustus 1913.
- Perhimpunan Indonesia (PI)
Selain itu, PI juga bersifat radikal, artinya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, PI bersikap nonkooperatif dengan tidak mau bekerja sama dengan Belanda.
Langkah awal yang ditempuh oleh PKI untuk menjalin hubungan kerjasama dengan Belanda ternyata gagal, sehingga PKI mengubah strategi menjadi non-kooperatif dan secara terang-terangan menentang pemerintah Belanda.
- Partai Nasional Iindonesia
Tujuan PNI adalah untuk mencapai Indonesia merdeka, sedangkan asasnya adalah berdiri di atas kaki sendiri, nonkooperasi, dan marhaenisme.