“Sometimes all you can do is lie in bed and hope to fall asleep before you fall apart.”
— William C. Hannan
will byers stan first human second
Game of Thrones Daily
Jules of Nature
Stranger Things
h
No title available
tumblr dot com

PR's Tumblrdome
Claire Keane
trying on a metaphor

tannertan36
KIROKAZE
DEAR READER
Sade Olutola

❣ Chile in a Photography ❣
Three Goblin Art
almost home
Monterey Bay Aquarium
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Origami Around
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Malaysia

seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from France

seen from Poland
seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from Brazil

seen from Germany
seen from Brazil
@myworldwords
“Sometimes all you can do is lie in bed and hope to fall asleep before you fall apart.”
— William C. Hannan
Yang mengaku sanggup hadapi segalanya sendiri, diam² juga mengharapkan didampingi.
Yang merasa sangat teguh kukuh, berlapis baja sekalipun, butuh penguatan, butuh dikokohkan.
Yang terlihat tak pernah mengeluh, tetap butuh dipeluk, hingga luruh dan luluh.
Setegar karang dilautan, pasti pernah alami kesepian. Butuh teman, meski mampu memperjuangkan hidupnya sendirian.
Buku Ada Nama Yang Abadi Di Hati tapi Tak Bisa di Nikahi- Kang Maman/ Maman Suherman
Ja, ada yang perlu kamu ingat, jangan biarkan harapan dan kecewa membuatmu takut melangkah. Be brave, as always.
2.31
kadang kangen banget sama anak ini, tapi yaudah kita kan sibuk masing2 anyway. banyak banget yang harus aku ceritain ke dia tapi kayaknya aku harus minta maaf dulu atas waktu yang sedikit sekali untuk kita, dan makasih karna ga banyak nuntut dikabarin tentang apapun yg terjadi dalam hidup (meskipun kadang aku jg pengen tau idup km, tp aku tau km udh gede dan bisa jaga diri dan atau minta tolong org yg lebih bisa bantu kamu saat itu)
makasih ya udh mau temenan sm aku yg gengsian dan suka males ngabarin.
aku kangen banyak hal sampe kayaknya gue mo nangis deh kl lanjutin tp yaudah nangis aja knp emg
((gadilanjut karna yaudahlah tau knp))
Berusaha mengikhlaskan apa yang sedang terjadi akhir-akhir ini, banyak hal dan pelajaran dalam hidup, tapi rasanya selalu dalam rollercoaster terus menerus membuat aku cukup kewalahan.
Sulitnya menerima kenyataan bahwa hidup akan terus berjalan sesuai takdir bukannya sesuai dengan keinginan membuat aku berkali-kali mempertanyakan kemana arahNya membawaku.
Sudah tidak terhitung berapa kali doa dan air mata yang mengalir, berkali-kali ingin menyerah, berkali-kali menyalahkan berbagai hal, pun belum juga aku merasa rela menjalani hidupku sekarang.
Tapi ya waktu terus berlanjut, mau tak mau aku harus bisa bertahan apapun rintangannya.
Cheers to our silent battles no one ever knew about
aku kira sudah cukup kita berdebat tentang siapa yang akan mengalah dan siapa yang akan tetap bertahan,
ternyata sekali dua kali tak cukup, butuh waktu.
berkali - kali.
Your Silent Treatment Is Killing Me
Silent treatment itu cuma 'bagus' untuk cooling down, tapi gak akan menyelesaikan apapun. Kalau ada masalah ya diobrolin. Bilang aja kalau gak suka, kecewa, atau marah. Orang yang kamu diemin itu bukan cenayang.
Silent treatment itu gak kayak diemnya orang yang mau nenangin diri. Diam itu gak akan jadi bahaya selama diamnya kamu itu untuk menenangkan dan menyiapkan diri untuk membuka obrolan yang sehat dan setara setelah kamu tenang.
Diam itu jadi masalah—toksik, ketika kamu diam untuk mengontrol dan menunjukkan bahwa kamu punya kuasa dan kekuatan yang lebih besar dalam sebuah hubungan. Di sini diammu tidak menyelesaikan masalah, melainkan hanya akan memanipulasi orang yang kamu diamkan untuk merasa bersalah. That's it. In the end, orang yang kamu diamkan itu akan bingung, frustasi, merasa tidak dihargai dan tidak dicintai. Silent treatment is abussive. Inilah mengapa silent treatment justru hanya akan memudarkan ikatan-ikatan emosional.
Komunikasi adalah kunci. Komunikasi dengan kata-kata ya, bukan komunikasi dengan sandi morse. Maka dari itu, bila ada masalah dengan siapapun, silakan diam untuk menenangkan diri, tapi jangan lari dari masalah.
Siapkan dirimu untuk mendengarkan dan bicara. Setelah kamu tenang, jangan pendam dan bersikap seakan semuanya baik-baik saja.
Jangan ragu untuk bilang, “Hei, we need a talk.”
—@taufikaulia
wish u all the best, dunia akhirat.
Ini tentang apapun yang tiba-tiba muncul di pikiranmu begitu kamu membaca tulisan ini.
Waktu terbaik adalah waktu yang tepat. Bukan waktu yang terburu atau waktu yang terlambat.
Waktu yang tepat berarti kamu telah siap karena menyiapkan dan tidak menyesal karena gegabah dalam memutuskan.
Dan kamu tak akan pernah sampai pada waktu yang tepat mana kala kamu hanya menunggu tanpa bersiap apa-apa.
Karena waktu yang tepat adalah titik temu antara rencana yang terukur dan realitas yang mujur.
Apapun masalahmu dan apapun yang sedang kamu usahakan, semoga Allah memberkahimu. Semangat, ya!
© Taufik Aulia 2020
aku sibuk mencari alasan agar kita selalu dalam percakapan, kamu sibuk dengan duniamu yang gada akunya
tenggelam dalam ketidaktahuan
aku tidak pernah merasa lebih baik ketika merasa sedikit tahu atau banyak tahu, tapi aku selalu merasa nyaman ketika aku tidak mengetahui hal - hal yang sedang terjadi.
aku tidak pernah membayangkan bagaimana jika akhirnya aku mengetahui kebenarannya, bagaimana aku harus menghadapinya..
namun akhirnya masa itu tiba, kenyataan itu datang di saat yang sungguh aku belum siap,
gelombang kehidupan yang sangat berat bagiku,
gelombang yang cukup besar hingga memporak porandakan pondasiku,
sejak hantaman itu aku tidak pernah bisa membangun kembali rumahku, selalu saja ada keretakan dalam tiap pembangunannya.
aku harap aku tidak pernah tahu kenyataannya, dan berharap hal tersebut tidak pernah terjadi, namun semua itu sudah terjadi.
aku menangis dalam kebingungan,
sulit sekali rasanya membangun semua ini setelah gelombang itu, aku tidak pernah menemukan potongan kayu yang cukup kuat untuk menjadi pondasi rumahku, dan sulit sekali mencari atap sekokoh milikku dahulu.
sekarang aku tinggal dalam gubuk, yang tentu saja terkena angin pun dia akan goyah.
entah sampai kapan aku bisa tinggal di gubuk ini, yang jelas sekarang aku sangat berusaha untuk membangun rumahku kembali.
tidak harus kokoh seperti yang sebelumnya, namun setidaknya cukup untuk melalui gelombang berikutnya.
aku juga pengen punya seseorang yang selalu terima aku apa adanya. tapi ini dunia. gada yang gratis. oksigen aja bayar.
isi kepalaku tahun lalu
untuk tau kabar kamu aja kayaknya gaboleh ya aku? hahaha
it’s okay untuk hidup menjauh dari aku, toh itu yang kamu lakukan sejak perpisahan kita terakhir. yang kamu sebut “sahabatan”? hahah tai
aku udah gapernah cari tau atau tanya ke orang soal kabar kamu. buat apa? hari terakhir kamu balas pesanku dengan kejam adalah hal yang aku ingat. untuk apa aku mengingat hal - hal yang membuat aku sakit ketika mengingatnya?
aku kecewa, iyalah. kamu? gatau deh kamu dulu gapernah mau bicara soal perasaan kamu. sedih dan kacau udah jelas ya terlihat di hidup aku sekarang, seberantakan apa. tapi bukan salah kamu tenang. salahku percaya dan menggantungkan semuanya ke kamu padahal kamu juga belum siap. nope.
udah lewat, udah jauuuh lewat kebelakang. sekarang ya hidup lanjut - lanjut ajaa. aku yang masih berantakan dan bebenah, kamu? yak as always aku gatau.
bahagia kamu sama hidupmu sekarang. yang udah jelas gada aku buat recokin hari - hari kamu. pun sebaliknya. bahagia aku sama hidupku sekarang. yang ga recokin hari - hari kamu lagi.
gapapa kalau mau menjauhkan aku dan menghilang dari kehidupan aku, tapi jangan balik lagi. seabstrak apapun takdir nya nanti aku harap bukan kamu lagi orangnya. bukan kita lagi yang harus ketemu.
sekarang jalanin masing - masing, dan semoga tidak harus bersinggungan lagi, karna cape shay beres2nya, better u go meskipun ya gakaruan acak2an tapi yaudah.
satu hal yg aku gatau sampe skrg, kemarin itu beneran kamu sayang atau ngga ya?
sekian ocehan tentang kemarin
mainstream life,
because
being antimainstream
are mainstream
same as
ordinary people,
because
being extraordinary
sounds like
ordinary things.
katanya..
“sebuah karya tidak selalu berasal dari perasaan yang dirasa, tetapi perasaan yang dirasakan dapat mengasilkan sebuah karya”
yang terabaikan sejenak karna merasa punya tempat baru, padahal setiap keadaan apapun pasti akan kembali lagi.