UN dulu, terus Hijrah bareng Bank Muamalat Indonesia! #Ayo Hijrah
Bangun dari tidur, adalah salah satu dari bagian aktifitas yang tidak bisa kita pilih. Berapa banyak orang yang tertidur kemudian tidak kunjung bangun lagi. Bangun adalah pertanda bahwa saat itu kita masih harus menghadapi pilihan-pilihan hidup sampai pilihan itu habis dan kematian datang membawa kita ke arena dimana semua pilihan-pilihan itu harus kita pertanggungjawabkan.
Dari sekian banyak pilihan yang pernah datang, memilih menjadi mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah adalah hal yang membuat saya selalu bersyukur ketika terbangun di pagi hari.
Hari itu, seperti ribuan anak SMA lain yang telah menyelesaikan ujian nasional (UN) dan sedang bersiap melanjutkan kuliah tapi bingung menentukan jurusannya, Allah beri saya sebuah petikan kalimat dalam sebuah majalah lama yang begitu membekas hingga saat ini, “Indonesia sudah mempunyai banyak dokter dalam bidang kesehatan, apa yang lebih dibutuhkan saat ini adalah dokter ekonomi.”
Ya, makna dari artikel di majalah itu secara harfiah menyebutkan tentang dokter ekonomi, bukan sekedar Doktor yang handal dalam ilmu ekonomi, tapi dokter. Yaitu tentang kebutuhan Indonesia terhadap orang-orang yang bertekad ‘menyembuhkan’ perekonomian Indonesia yang sangat ribawi, menyembuhkannya dengan Ekonomi Syariah.
Dengan terinspirasi hal itu, saya memilih Ekonomi Syariah, sebagai jalur pendidikan tinggi yang akan saya ambil. Dengan tekad itu, pengalaman serba baru menanti untuk saya taklukan. Mulai dari tiba-tiba berpindah dari bidang Fisika yang amat saya gemari sejak SMP, hingga harus melepaskan kesempatan menjadi mahasiswa elektro yang telah saya dapatkan dengan jalur tanpa tes karena prestasi-prestasi di bidang Fisika selama SMA.
Inilah awal mula kisah hijrah terbesar hidup saya. Menyibukkan diri dengan persiapan untuk mengikuti SNMPTN melalui jalur IPC karena saya anak IPA yang memilih jurusan IPS. Inilah konsekunsi pilihan saya. Tapi Alhamdulillah, ekonomi menjadi sebuah tantangan baru yang tak kalah menarik untuk didalami.
Mungkin secara makna, hijrah adalah berpindah dari keadaan yang buruk menuju keadaan yang lebih baik, tapi itu tidak berarti passion saya pada fisika sebelumnya adalah sesuatu yang buruk. Secara pribadi, setelah pilihan mengambil jurusan baru itu saya buat, Allah permudah jalan mendapatkannya. Banyak hal yang lebih baik dari sebelumnya terjadi. Saya adalah seorang yang terlahir dari keluarga yang biasa saja agamanya, tidak pernah mengenyam agama islam yang mendalam, satu-satunya pesantren yang pernah diikuti adalah pesantren kilat. Maka, setelah akhirnya diterima menjadi mahasiswa Perbankan Syariah dibawah prodi Muamalat (ekonomi syariah) di salah satu Universitas Islam Negeri, Allah pertemukan saya dengan teman-teman dan lingkungan yang sama sekali berbeda in a good ways. Perjalanan S1 saya tidak hanya menjadi sebuah perjalanan ilmu dunia, tapi juga membantu saya mengenal banyak hal tentang Islam, ilmu akhirat dan belajar untuk selalu memperbaiki diri menjadi muslim yang kaffah.
Salah satu pengalaman sebagai mahasiswa jurusan perbankan syariah yang paling unik dan tak terlupakan adalah ketika saya membuka tabungan di seluruh bank syariah yang ada di sekitar kampus. Saya punya lebih dari 3 akun bank syariah, yang jangan ditanya berapa banyak saldonya. Norak, mungkin. Lebay, bisa jadi. Tapi saat itu, saya berpikir itu salah satu bentuk terkecil usaha saya sebagai mahasiswa untuk menaikkan market share bank syariah di Indonesia.
Dari beberapa bank syariah yang ada saat itu, Bank Muamalat Indonesia adalah bank yang memberikan banyak inspirasi bagi saya. Sebagai bank pertama murni syariah, pada tahun 1992, Bank Muamalat Indonesia lahir, menjadi buah dari pemikiran para ulama dan para akademisi yang telah memiliki visi kebaikan jauh ke depan dalam melihat betapa urgennya untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Bank Muamalat tidak menginduk dari bank lain, sehingga terjaga kemurnian syariah nya. Dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, menjadi jaminan bahwa semua produk dan aktifitas perbankannya memenuhi standar sharia compliance, yang merupakan hal terpenting dalam sistem perbankan syariah, yaitu prinsip-prinsip syariah. Setelah beberapa tahun berdirinya Bank Muamalat, Bank konvensional lain baik BUMN ataupun BUMS, ikut terinspirasi dan membuka unit usaha baru berbasis syariah, meramaikan pasar Bank Syariah tanah air. Maka, agar tidak kalah saing dengan pemain lama dalam jasa keuangan secara umum, Bank Muamalat terus berkembang dengan memilki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas seperti Mobile Banking, Internet Banking Muamalat dan jaringan ATM dan Kantor Cabang hingga ke luar negeri.
Sejak berdirinya 27 tahun silam, Bank Muamalat terus memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam hal keuangan dan tidak hanya mengutamakan profit perusahaan, tapi juga membuat gerakan untuk selalu menyebarkan nilai-nilai ekonomi islam kepada masyarakat melalui gerakan #AyoHijrah. Melalui #AyoHijrah ini Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk berhijrah dalam hal layanan perbankan (pengelolaan keuangan) dengan memanfaatkan layanan perbankan Syariah untuk hidup yang lebih berkah, karena Islam bukan hanya agama yang mengatur hubungan kita dengan Sang Pencipta, tapi juga menjadi jalan hidup, the way of life. Gerakan ini telah melahirkan program-program yang ditujukan untuk masyarakat Indonesia berupa seminar/edukasi tentang perbankan Syariah, open booth di pusat kegiatan masyarat, kajian Islami dengan narasumber dari kalangan ulama hingga pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan Syariah. Dan produk-produk tabungan pun, mengalamai beberapa perubahan nama untuk menyesuaikan dan mendukung gerakan ini, beberapa produk itu adalah Tabungan iB Hijrah, Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah, Tabungan iB Hijrah Rencana, Tabungan iB Hijrah Prima, Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah, Deposito iB Hijrah, Giro iB Hijrah dan Pembiayaan Rumah iB Hijrah Angsuran Super Ringan dan Fix and Fix yang masih dalam proses pengajuan kepada Regulator/OJK.
Selain dari gerakan inovatif ini, Muamalat telah membuktikan integritasnya dengan meraih banyak penghargaan, selama 2019 ini saja, ada 2 penghargaan, yaitu Digital Brand of The Year 2019 oleh Insentia dan infobank dan Juara dari hasil survei Satisfication, Loyalti, and Engagement (SLE) Index 2019 oleh Marketing Research Indonesia (MRI) bekerja sama dengan infobank.
Setelah hampir sepuluh tahun menjadi nasabah Bank Muamalat, saya mendapatkan banyak manfaat dalam setiap transaksi keuangan yang saya perlukan. Terutama dalam proses lanjutan pendidikan S2 saya di Malaysia. Menjadi mahasiswa Master in Islamic Banking and Finance di Institute of Islamic Banking and Finance - International Islamic University Malaysia (IIiBF), membutuhkan layanan perbankan antar Negara. Dengan bantuan cabang Bank Muamalat terdekat tempat tinggal saya, semuanya menjadi mudah. Terlebih lagi Bank Muamalat mempunyai kantor cabang di Kuala Lumpur. Sehingga, selama proses belajar saya di Malaysia, semua transaksi keuangan saya masih menggunakan Bank Muamalat, karena saya sudah percaya dan sangat terbantu selama bertahun-tahun menjadi nasabah. Pada akhirnya Bank Muamalat Indonesia menjadi satu-satunya bank syariah yang terpilih setelah pengalaman memiliki lebih dari satu akun bank syariah saat S1. Well, tanpa saya sadari, Bank Muamalat telah menemani perjalan hijrah saya dan dengan setia memfasilitasi proses meraih cita-cita saya. Semoga, Allah SWT pun mewujudkan cita-cita Bank Muamalat untuk menjadikan Bank Muamalat sebagai pusat dari Ekosistem Ekonomi Syariah dan turut membangun industri halal di Indonesia dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Aamin YRA