Lucu rasanya kalo diingat dulu ada yang memaksa sekali bahwa seseorang yang mendampingi dirinya itu adalah belahan nyawanya, satu-satunya, tak peduli bahwa nyatanya dia telah melukai nama baik seseorang. Dengan berkata “begini - begitu” ke teman-teman bahkan ke sosial media, “gapunya malu apaya?” begitulah tanggapan ku, sampai-sampai teman seangkatanku mengatakan bahwa kamu memilihi untuk menyuruh temanmu ini meminjam hpku karna mencurigai belahan nyawamu masih berhubungan denganku, aduh. Katanya mahasiswi kampus terbaik di Indonesia, tapi attitudenya tidak mencerminkan label kampus terbaik hm aneh. Dari awal sih sudah aku biarkan, kelakuan orang seperti itu hanya karena dia feeling insecure karena secara disadari atau tidak dia merasa terancam atas keberadaanku, hehe, sukanya buat sensasi. Yah karena emang niaku menghindari drama jadi yaudah mau dia mencoreng imageku juga gpp, aku tidak bisa mengontrol akan apa tanggapan orang terhadapku itu hak mereka, begitu pula responku. Selamat ya karma does exist, selamat menikmati hasil yang telah ditanam, gimana menyesal kan? told ya
kasyhan.





















