Dahulu, aku begitu sulit untuk konsisten menjalankan target. Sekarang? Tetap, tapi perlahan-lahan berkurang.
Sejak aku memasuki kampusku yang sekarang, terlebih dengan masa pendidikannya yang hanya satu tahun, sehingga pembelajaran begitu padat, aku begitu menyadari pentingnya konsistensi dalam menjalankan sesuatu. Entah itu mengerjakan tugas, belajar, dan sebagainya. Walau aku juga belum bisa 100% menerapkan itu semua.
Memulai konsistensi itu mudah. Tanamkan saja, seperti kita menanam benih tanaman.
Yang sulit? Tentu memeliharanya.
Sama dengan memelihara benih tanaman. Anggap saja diri kita adalah lingkungan, lalu konsistensi adalah tanaman.
Memang, cara memelihara setiap orang berbeda-beda, karena kita pun juga berbeda-beda. Ada orang yang bila diibaratkan sebagai alam adalah gunung, pantai, sendang, dan sebagainya.
Tanaman yang dipelihara di kaki Gunung Arjuno tentu berbeda dengan tanaman yang dipelihara di dekat Sendang Biru.
Tapi, tentu ada dasar untuk memeliharanya, yang berlaku di manapun dan kapanpun. Baiklah ...
1. Kenali diri kita, apa kita tipe pencapai atau penghindar.
INGAT! Tidak ada tipe yang lebih baik atau buruk. Apa itu tipe pencapai dan penghindar?
Tipe pencapai adalah orang yang tergerak untuk melakukan sesuatu karena ingin mencapai suatu hal. Contoh :
“Aku ingin menyelesaikan tugas resume Akuntansi, agar aku bisa cepat menonton drama korea”
Dia tergerak untuk segera menyelesaikan resume karena dia memiliki capaian, yaitu menonton drama korea.
Tipe penghindar adalah orang yang tergerak melakukan sesuatu karena ingin menghindari akibat buruk bila sesuatu itu tidak dilaksanakan. Contoh :
“Aku ingin segera menyelesaikan tugas resume Akuntansi, agar aku tidak kewalahan nantinya apabila di kemudian hari muncul tugas lain lagi”
Dia tergerak karena tidak ingin kewalahan bisa datang tugas lain lagi. Dia menghindari akibat buruk bila kewalahan.
Dari mengenali tipe diri kita ini, kita dapat mengetahui apa yang membuat kita tergerak dan akhirnya kita menjadi ingat, mengapa kita harus memelihara konsistensi itu.
2. Nikmati setiap proses yang ada
Semisal kita mengerjakan tugas yang sangat panjang, seperti resume, kadang kita bertanya, kenapa sih harus resume, bukannya kita sudah memiliki bukunya ya?
Namun, dengan menikmati proses yang ada, bagaimana kita menyeleksi kata-kata untuk dicatat, bagaimana kita menyusun kata itu, bagaimana kita mengoreksi kata itu bila salah, bagaimana kita memahami itu semua, dan segala ‘bagaimana’ yang ada. Bagaimana sesuatu itu bekerja, lebih tepatnya.
Perlahan, proses yang ada begitu ringan, seperti kita ‘terbang’ tinggi ketika kita sedang bermain ayunan. Pada awalnya kita hanya melihat tanah yang cokelat, dan pada awalnya juga berat untuk mengayun.
Namun, ketika kita sudah terbang, kita akan melihat langit, melihat teman-teman kita yang di bawah, melihat hamparan rumput, dan banyak lagi.
3. Perhatikan ‘role model’
Ini mungkin opsional ya, terkadang kita memiliki role model di lingkungan kita. Semisal saja di kelas ya, mungkin kita bisa melihat teman kita yang rajin dan menjadikannya sebagai role model.
Amati apa yang dia lakukan selagi menjalankan itu semua, bagaimana dia memelihara konsistensi itu, dan bagaimana hasil yang ia dapat.
Semisal ya, di kelasmu ada teman yang senang mengerjakan tugas di awal dan cukup rajin. Mengapa dia bisa seperti itu? Padahal dia bisa saja santai, semisal. Mengapa dia memilih menjadi seperti itu?
Ternyata, setelah diamati, dia tidak kewalahan walau pelajaran sehari-hari itu berat, dia dapat mengoreksi kesalahannya pada pekerjaan masa lalu sehingga hasilnya semakin baik, dan konsekuensi positif lainnya.
Memiliki role model itu bukan berarti kita menjadi orang lain ya, tetaplah jadi diri sendiri. Namun, kita dapat ‘meniru’ sikap positif yang dia lakukan dalam memelihara konsistensi tersebut.
4. Selalu minta petunjuk Yang Di Atas
Tentu saja, hidup tidak selalu mulus. Aspal saja yang diusahakan dapat mempermulus jalan ternyata tidak benar-benar mulus. Terkadang konsistensi dapat ‘lepas’ karena suatu rintangan. Dan, hanya Yang Mahakuasa yang dapat membantu kita di setiap langkah. Jadi, selalu berdoa dan minta petunjuk Yang Mahakuasa itu penting sekali.
Semoga kita dapat memelihara konsistensi kita, Aamiin ...