Bubbles
Playing bubbles is perhaps the best kind of play a meteorologist —especially a micrometeorologist— can share with her children.
YOU ARE THE REASON

❣ Chile in a Photography ❣
Color Me Curious

#extradirty

PR's Tumblrdome
RMH
KIROKAZE
cherry valley forever

No title available
h
Fai_Ryy
No title available

@theartofmadeline
almost home

Jar Jar Binks Fan Club

shark vs the universe
Monterey Bay Aquarium
The Stonewall Inn
tumblr dot com
EXPECTATIONS

seen from United Arab Emirates
seen from Indonesia

seen from Canada

seen from Malaysia
seen from Indonesia
seen from United States
seen from Uzbekistan
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States

seen from Greece
seen from Canada
seen from Azerbaijan
seen from India

seen from China

seen from Singapore
seen from Kenya
seen from Canada

seen from Panama
@nadinepricilia
Bubbles
Playing bubbles is perhaps the best kind of play a meteorologist —especially a micrometeorologist— can share with her children.
Kenapa sih, ada rasa bangga ketika bisa melanggar suatu peraturan? Padahal peraturan tersebut bermanfaat untuk diri sendiri dan orang banyak. . Kenapa sih, suka mengesampingkan yang wajib, untuk sesuatu yang tidak esensial? . Kenapa ya, sukanya terombang-ambing padahal ada pegangan? Memang manusia ada-ada aja. https://www.instagram.com/p/CQZ2pgtsufa5sH7vhVgx_JYbQXiAjM7EKKzqDA0/?utm_medium=tumblr
Islam itu mudah dan memudahkan. Cukup dan sudah disempurnakan. Tapi dasar manusia sering lemah, sukanya menggampangkan. Masih banyak yang halal, lapar ingin yang syubhat. Padahal, apa yang masuk ke dalam mulut akan mengalir di tubuh. Kalau menikmati yang syubhat, lalu ternyata banyak haramnya? Hal yang baik-baik makin sulit diterima. Bisa jadi hati perlahan mengeras. Ngeri. Semoga kita lebih hati-hati.
Wintry shades of melancholy. (di Wageningen) https://www.instagram.com/p/CKFliTxMyS5oyt0c5o07qhl-T9xeuhrsY7O7Fo0/?igshid=1ua67th1sdxlj
Terkadang kita menolak karena tak cukup mengenali. Kita berontak karena tak cukup memahami. Itu tak sesederhana kiri dan kanan. Hitam dan putih. Gelap dan terang. Karena cahaya putih sebenarnya mejikuhibiniu. Kontinyu. Dan saat melihat warna yang begitu ramai dan membingungkan, kita perlu ingat mereka berasal dari satu. Diatur sehingga jadi teratur.
In stories we hear about princess, marriage is often the happily ever after ending. But in real life? The princess has to be a warrior after the marriage. She has to overcome her fears in the name of love, integrity, or merely just so she can live a normal life. Yes, the prince is a knight. But he has weakness too. Or simply, he does not have all the time in the world for that one particular thing that bothers the princess. So be brave, princess! You will feel like a superhero.
In our culture, guilt is a tainted word, but it's probably one of the building blocks of conscience. The anxiety these highly sensitive toddlers feel upon apparently breaking the toy gives them the motivation to avoid harming someone's plaything the next time. By age four, according to Kochanska, these same kids are less likely than their peers to cheat or break rules, even when they think they can't be caught. And by six or seven, they're more likely to be described by they parents as having high levels of moral traits such as empathy. They also have fewer behavioral problems in general.
"Functional, moderate guilt," writes Kochanska, "may promote future altruism, personal responsibility, adaptive behavior in school, and harmonius, competent, and prosocial relationships with parents, teachers, and friends."
- Susan Cain in her book: Quiet
Sekitar 97% air di dunia ada di laut dan samudera. Setetes air bisa menghuni lautan 3.000 tahun lamanya, kemudian menguap, berkelana hingga ke stratosfer, atau main ke daratan dalam bentuk hujan yang mengisi kolam-kolam dan meresap ke dalam tanah. Ada tetes air yang cepat kembali setelah mengangkasa, ada pula yang melakukan perjalanan berbulan-bulan hingga sampai ke tempat asalnya. Pernah terpikirkah apa jadinya kalau siklus air berhenti? https://www.instagram.com/p/B8AgO03BpUmZ6plcItY90ryvBSX2hnYMlGw2JU0/?igshid=9zfk3o3ghalv
A quiet and reserved person sometimes only needs a small but just the right spark to shed the hustle inside her head. When it happens, she can be the most talkative person you have ever met. Sometimes she doesn't even realise that she can tell so many words, even to an acquintance. That's when her eyes sparkle. You may be surprised just as she is.
Being quiet is safe for you. It will save you from wounding hearts or spreading fake news. And not only that. Being quiet can make you store your strengths inside you. When time comes, you can beat those underestimations and smile for yourself.
Buys Ballot
Namanya Christophorus Henricus Diedericus Buys Ballot. Sebelum Jumat, 17 November 2017 lalu, saya tidak tahu bahwa beliau adalah orang Belanda.
Hari itu, simposium musim gugur masyarakat meteorologi Belanda mengangkat tema warisan Buys Ballot. Katanya, simposium ini sekalian memperingati hari lahirnya yang ke-200. Pembicara-pembicara yang hadir dibagi menjadi dua kategori: membahas cerita Buys Ballot dan bagaimana karyanya dipergunakan saat ini. Pembicara terakhir adalah pengecualian. Beliau membahas apa yang mungkin akan dilakukan Buys Ballot jika ia masih hidup sekarang.
Dari simposium ini saya tahu bahwa nama Buys Ballot adalah nama keluarga yang berasal dari gabungan nama keluarga Buys (kakek, atau kakek buyut) dan Ballot (nenek, atau nenek buyut). Buys Ballot lahir di Belanda dan menghabiskan hidupnya di Utrecht. Garis keluarganya sangat berada. Ia bahkan membangun observatorium astronomi dan meteorologi, yang menjadi cikal bakal institut meteorologi Belanda (KNMI) -- Sonnenborgh. Buys Ballot adalah ketua pertama dari KNMI.
Semasa kecilnya, Buys Ballot menyukai hitung berhitung dan ukur mengukur. Dari situs Sonnenborgh, Buys Ballot dikatakan menghitung jumlah langkahnya dari rumah ke sekolah sejauh dua belas kilometer. Mungkin kesukaannya inilah yang akhirnya membuat Buys Ballot menjadi organisator data meteorologi di Belanda dan Eropa. Ia memastikan pengambilan data dan dokumentasi yang rapi dan tersistem.
Catatan data meteorologi yang sistematis itulah yang mengantarnya menemukan hukum Buys Ballot -- yang hingga saat ini masih diperdebatkan kepantasannya sebagai hukum. Mungkin teman-teman yang sempat mempelajari meteorologi, sains kebumian, atau geografi pernah dengar hukum ini. Hukum ini mengaitkan antara tekanan udara dan arah angin, yang mengikutsertakan gaya koriolis di dalamnya. Buys Ballot menemukan pola.
Hal yang tidak kalah menarik adalah, ternyata setahun sebelumnya di Amerika William Ferrel sudah menemukan hal yang serupa, bahkan sudah menyertakan efek kekasaran permukaan. Buys Ballot mungkin tidak menyadari efek kekasaran permukaan karena ia tinggal di Belanda: datar. Bedanya pula, Ferrel merumuskannya secara teoritis sementara Buys Ballot secara empiris. Lucunya juga, waktu itu tulisan Ferrel mengenai hal ini dipublikasikan oleh salah satu jurnal kedokteran. Mungkin karena itu Buys Ballot belum membacanya. Mungkin.
Bertahun-tahun kemudian setelah mengetahui temuan Ferrel, Buys Ballot berencana mengubah nama hukum Buys Ballot (yang pertama kali dicetuskan oleh peneliti lain yang bukan dirinya) dengan mencantumkan nama Ferrel. Dengan rendah hati, Ferrel mengirimkan surat. Katanya, semua orang sudah mengenal hukum itu sebagai hukum Buys Ballot. Ia mengakhiri suratnya dengan meminta foto Buys Ballot disertai tanda tangannya untuk koleksi meteorolog.
Kata seorang profesor saya yang juga pembicara simposium, Buys Ballot mungkin merupakan Leonardo Da Vinci bagi meteorologi. Buys Ballot memang mempelajari berbagai disiplin, mulai dari liberal arts, geologi, kimia, matematika, hingga fisika. Namun, Buys Ballot sempat mengalami kesulitan mempublikasikan tulisannya. Pada akhirnya, ia mendekati pemerintah Belanda dan mengiming-imingi bahwa pengetahuan meteorologi dapat memberi keuntungan pada pelayaran dan perdagangan. Buys Ballot turut serta dalam penjajahan VOC di Indonesia.
Kira-kira begitu. Kapan-kapan saya akan coba ke Sonnenborgh yang saat ini sudah jadi semacam museum.
Perhaps in some points of view, I was crazy. I wasn't even in love with him back then when he asked my father and me. I didn't even feel butterflies. Instead, I was ill afterwards. I couldn't trust anyone for that kind of decision. Not even myself. But, Allah. So my parents and I asked to the One and Only. So then I did my part of crazy. By saying yes. To a man from a land which I had never heard the name before. To a man I barely knew. (at Nederlands Openluchtmuseum)
I HIGHLY RECOMMEND THIS JAPANESE ANIMATED SHORT FILM!!
It’s only 12 minutes long, so I implore you to spare just a little bit of time and watch this.
It’s called “Tsumiki no Ie” or “The House of Small Cubes.” It’s a very touching and beautiful story coupled with a soundtrack that’s just as moving.
I guarantee it will be 12 minutes of your life that you won’t regret.
This film has chosen me.
Why? How could this short animation bring so much feeling?
The first seconds I was like, “What? What’s happening?”
And the last seconds I was inside my husband’s embrace.
If you want to go to a place but have no friend who is willing to accompany, go with yourself. You will meet someone with the same vision somewhere along the way.
I've forgotten the source, but it's true.
Sorry for wounding the heart. I never intend.
100% sure
Everyday, every hour turn the pain into power.