Survive
Pengen maju tapi selalu ingin mundur :)
Show & Tell

tannertan36
No title available
occasionally subtle
No title available
I'd rather be in outer space 🛸
Peter Solarz

blake kathryn
Game of Thrones Daily
Not today Justin

Origami Around
TVSTRANGERTHINGS

Product Placement

pixel skylines
Three Goblin Art

#extradirty
Mike Driver
Claire Keane
One Nice Bug Per Day
ojovivo
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Ireland
seen from Indonesia

seen from United States
seen from Pakistan
seen from United States

seen from T1

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore

seen from Malaysia
@nananunana
Survive
Pengen maju tapi selalu ingin mundur :)
Padahal aku hanya ingin tidur dengan tenang...
Kenapa banyak suara sumbang disana?
Aku mendengarnya...
Aku memang bukan anak yang baik, tapi juga tak seburuk itu.
Menemukan catatan-catatan lama, ternyata banyak perasaan yang ada disana dengan orang-orang yang berbeda....
Aku ingin berbagi cerita denganmu. Aku ingin membawamu kedalam duniaku. Membicarakan hal-hal yang aku suka, hal-hal yang membuatku kesal.
Aku pikir seseorang itu adalah kamu. Ternyata bukan, maksudku tidak tahu. Apakah dia itu kamu.
Dulu aku masih bisa bercerita dengannya, namun sekarang sudah tidak bisa. Dia membangun tembok antara kami. Aku harap dia bukan kamu.
Aku percaya kamu tidak akan pernah begitu, kau akan selalu mendengarku dan ada waktu denganku. Karena kamu menghargai dan menyukai kehadiranku.
Apapun, entah itu luka atau suka yang paling menyakitkan dan membahagiakan adalah karena keluarga....
Pada akhirnya.....
Setelah 6 tahun kembali ke tempat ini dengan orang yang sama... Tapi kami sudah sama-sama dewasa...
Lagi dan lagi seperti itu
Merasa sedih , kesepian dan menyedihkan
Merindukan orang yg bukan siapa-siapa
Apakah kita harus tetap bertahan terhadap sesuatu yang tidak bisa membuat diri lebih baik?
Berbicara dengan manusia yang nyata memang bisa mengurangi sedikit stress yang dialami...
Aku mengalami hari-hari yang buruk, bukan, lebih tepatnya menyedihkan.
Aku tidak menjadi apa-apa atau siapa-siapa. Hanya menjadi beban, pikiran dan ekonomi bagi orang yang katanya bertanggungjawab atas hidupku.
Tidak ada orang yang mau menjadi beban atau membebani orang lain. Aku selalu berusaha melakukan apapun sendiri hingga dilihat orang sebagai orang yang mandiri.
Tapi, pada akhirnya aku lelah... Aku ingin berbagi pada seseorang. Terima kasih telah menjadi orang itu walau tidak semua yang ku sampaikan.
Terkadang, aku sangat ingin mati.
Bukan terkadang, bahkan sering.
Mati dalam artian sebenarnya.
Meninggalkan dunia yg fana ini, sehingga tidak perlu lagi bertemu dengan orang-orang.
Aku pikir aku mengalah ternyata hanya pasrah.
Ku kira mereka tau, tetapi tidak mau tau.
Lalu haruskah aku bertahan? Memang sebaiknya, aku pergi dari semuanya.
HOPE
Bagiku sebuah harapan adalah awal dari kekecewaan. Namun, harapan juga yang bisa membuat kita bertahan. Menjadi alasan untuk hidup, karena kita ingin mewujudkannya.
Aku pernah berhenti berharap, bukan, maksudku aku belajar untuk tidak berharap terutama pada urusan hati, perasaan pada lawan jenis. Bagiku sudah cukup pelajaran yang aku dapat dari kisah masa lalu.
Namun, ketika aku berusaha untuk tidak berharap. Perasaan lain dihatiku muncul yang membuat aku semakin untuk berharap pada seseorang itu. Seseorang yang bahkan aku tidak tahu makanan kesukaannya.
Aku merasa begitu lemah ketika perasaan itu muncul. Aku ingin berada didekatnya, menatap dan melihat senyum manisnya itu. Bagiku itu cukup membuat hariku lebih baik.
Sebelumnya aku berpikir bahwa ia tidak perlu tahu dan aku tidak perlu tahu bagaimana perasaanya. Namun hal itu semakin hari makin menyiksa. Mungkin ini pertama kalinya bagiku menyukai seseorang seperti ini. Aku berharap dia menyukai tapi aku tidak siap jika dia bilang kami hanya berteman saja. :')
Masih dengan perasaan yang sama. Pertanyaan yang sama pula. Masih tidak tahu dan tidak berani mencari tahu. Membiarkan semuanya mengalir begitu saja, meninggalkan lubang-lubang kecil di hati.
Memori yang tak seberapa itu muncul menghantui hari-hari. Sebuah kesadaran muncul, bahwa kita tidak pernah dekat namun tidak juga jauh. Bisa saja hanya aku yang merasakannya...
Kau bagai angin yang menghalau hujan jatuh di pipiku.
Akhirnya kita hanya perlu menyadari mengapa kita hidup didunia ini. Apa saja yang telah dilakukan. Setelah sekian banyak hal yang dilakukan akhirnya aku sampai pada sebuah kesimpulan dan kesadaran. Bahwa apapun yang kamu lakukan, apapun yang kamu inginkan, yang kamu perjuangkan, kamu tidak akan pernah memperolehnya jika Ibumu tidak ridha...
Aku lelah, putus asa dan menangis bahkan tak terhitung lagi untuk mewujudkan apa yang aku inginkan. Semua perjuangan terasa begitu sia-sia ketika Ibu tidak ridha atas apa yang aku lalukan. Aku gagal untuk kesekian kalinya.
Aku memiliki pikiran, sebagai anak yang kuliah satu-satunya di keluarga aku harus bisa membanggakan dengan memiliki pekerjaan yang baik di tempat yang baik. Aku berusaha mewujudkan itu semua, namun takdir belum berpihak padaku.
Begitupun ketika aku ingin kuliah lagi, aku ingin mengangkat derajat keluara melalui pendidikan. karean keluargaku bukan bangsawan kaya yang disegani banyak orang terlebih di keluargaku sangat krisis laki-laki. Bisa dibilang tidak ada laki-laki yang memiliki pendidikan yang tinggi dan bisa diandalkan.
Namun, aku harus menerima kenyataan bahwa keinginanku tak bisa diwujudkan setidaknya sampai saat ini. Aku tidak memiliki support system yang baik, aku berjalan sendiri untuk itu. Hal-hal yang membuatku frustasi atas semuanya.
Mulai sekarang aku akan mencoba menjalani apa yang bisa ku lakukan disini tanpa harus menyakiti atau melukai perasaan Ibu ku lagi. Namun aku tidak tahu akan sampai kapan aku bertahan...
Banyak hal yang bahkan belum berpihak padaku, seberapapun aku berjuang. Takdir itu belum sampai.
Aku akan selalu menunggu kapan takdir baik itu akan datang.
Ternyata selama ini aku hanya lari dan menghindar...
Berpura-pura kuat untuk menutupi semua kelemahan
Aku selalu mesugesti diri agar selalu menjadi perempuan yang kuat ...
Aku pikir bisa dan sudah menjadi kuat...
Tapi nyatanya, tetap saja lemah.. tetap saja menangis sendiri....
Aku benar-benar butuh seseorang yang memahami dan mengerti...
Mau membersamai sampai tua...
Apa yang kamu harapkan tak lantas akan terjadi. Siapkan mentalmu untuk kemungkinan terburuk.
Makanya kalau apa-apa jangan pake perasaan, kecewa kan kalo ga jadi?