We are down to #3😩 Lets do our best guys!! Link is in as below . It just take few minutes of your time! Thank you so much!!🙇🙇
Link: http://mwave.interest.me/en/mobileweb/mmusicchart
Repost if you can so others will know and hopefully can vote too!🙏

Kaledo Art

Origami Around

No title available
Today's Document
Stranger Things
will byers stan first human second
Cosimo Galluzzi

roma★
No title available
Alisa U Zemlji Chuda

shark vs the universe
DEAR READER
Lint Roller? I Barely Know Her
Misplaced Lens Cap

PR's Tumblrdome
taylor price
styofa doing anything

Discoholic 🪩

izzy's playlists!
Acquired Stardust
seen from Indonesia

seen from Netherlands

seen from United States
seen from Germany
seen from Canada
seen from France

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Thailand

seen from United States
seen from Germany
seen from T1

seen from Netherlands

seen from T1
seen from Saudi Arabia

seen from T1

seen from Germany

seen from Singapore

seen from Austria

seen from Netherlands
@nandanandot
We are down to #3😩 Lets do our best guys!! Link is in as below . It just take few minutes of your time! Thank you so much!!🙇🙇
Link: http://mwave.interest.me/en/mobileweb/mmusicchart
Repost if you can so others will know and hopefully can vote too!🙏
ME Story Line: Annoying Members
Cast: Kang Seungyoon, Go Eunchan, Song Minho Author : V.N "Mino-ya..." "Song Mino?" "Ya babo ya!" "Ne?" Mino menoleh bingung kearah Seungyoon yang memanggilnya sedari tadi tapi tak ia sadari. "No waegeure?" Tanya seungyoon penasaran, karena sejak berangkat dari asrama tadi sampai tiba di bandara Mino tanpak resah dan terus-menerus mengecek ponselnya dengan tampang kecewa dan berharap. Padahal tadi malam sampai pagi saat mereka mengecek barang bawaan ia yang paling bersemangat dan terus bersiul. Sekarang ia tampak seperti pohon layu yang sebentar lagi akan mati. "Na wae?" Tanya Mino lagi. "No isange, kau seperti orang kebakaran jenggot, ada masalah? Minji temuneya? Seungyoon menyimpulkan masih dengan tampang khawatir. Apakah ini karena seorang Jung Minji lagi? Seminggu ini Mino tidak berada dalam mood yang baik sejak putus dengan Minji, gadis yang dipacarinya 2 tahun lamanya dan kandas tanpa alasan yang jelas dari Minji sendiri. Sejak saat itu dia hidup seperti zombi kecuali tadi malam dan pagi tadi. "Ani" jawab Mino malas masih tak menatap seungyoon dan tetap fokus melihat gambar di ponselnya. "Mwoya?" Seunghoon tiba-tiba merebut ponselnya dengan paksa membuatnya kaget dan berteriak "Ya!, kembalikan" Mino yang panik mulai merengek sambil terus berusaha mengambik ponselnya kembali. "Ige mwoji?" Seunghoon berhenti menghindar dan mulai bertanya-tanya. "Hyung, keugon mwonde?" Seungyoon yang penasaran bertanya dengan penasaran, apa gerangan yang membuat ekspresi Seunghoon jadi aneh. "Go eun...hmnptprh." "Hyung!" Belum sempat menyelesaikan perkataannya Mino buru buru membungkam mulut seunghoon dengan tangannya dan menyeretnya menjauh. Seungyoon yang melihat tingkah Mino makin penasaran dan jengkel. "Pasti Jung Minji lagi" pikirnya. Kapan anak aneh ini akan move on?. Seungyoon memutuskan untuk pura-pura tidak peduli dan duduk di ruang tunggu dengan tenang, padahal ia penasaran sekali dengan apa yang dikihat Seunghoon barusan. "Hyung, Jinwoo hyung odiya? " Seungyoon beralih ke manager nya menanyakan kemana perginya orang buta arah itu sementara Seunghoon dan Mino masih tampak bernegosiasi. "Dia pergi ke toilet" manager nya menjawab "Bukankah ini terlalu lama untuk ukuran sebatas ke toilet?" Pikiran Seungyoon mulai kemana-mana, jangan bilang dia tersesat di bandara yang hampir setiap hari mereka datangi. "Coba hubungi dia!" Kata manager nya santai. Baru saja Seungyoon akan memencet tombol call, Jinwoo tiba-tiba duduk di sebelahnya dengan tampang innocent dan bingung menatap wajah Seungyoon yang tampak aneh. "Wae?" Tanya Jinwoo heran "Odiesso?" Tanya Seungyoon masih dengan tampang jeleknya membuat bibirnya terlihat lebih tebal dari biasanya. "Hwajangsil" jawabnya datar "Kenapa kau lama?" Tanyanya mengintimidasi, sementara Jinwoo masih tidak peka dan menjawab dengan santai. "Oh, Eunchan mannasso. Mino odiya?" Tanya Jinwoo sambil mencari-cari keberadaan Mino dan langsung menemukannya sedang duduk dengan Seunghoon di pojokan. Saat Jinwoo hendak menghampiri Mino tangan Seungyoon menahannya. "Mino neun wae? Apakah QWIN ada jadwal keluar negeri" "Ada, tapi mereka berangkat lusa dan Eunchan hanya menitipkan ini untuk dia " jawab Jinwoo polos sambil menunjuk Mino. Direbutnya kantong putih yang ternyata berisi full cemilan membuat niat Seungyoon untuk mencurigai Mino kandas sudah. Cemilan sialan pikirnya. Saat Jinwoo menghampiri Mino, Seungyoon tampak tidak tertarik dan beralih memasang earphone lalu memutar musik dari ponselnya. 10 menit lagi, aku ingin cepat-cepat sampai di Jepang dan tidur di hotel, pikirnya. "Song Mino odiya?" Manager menepuk pundak Seungyoon yang hendak bangun dari duduknya dan terlihat bingung. "Song Mino? Bukankah dia disana?." Seungyoon menunjuk ke arah terakhir kali ia melihat Mino namun yang dicari tak berada disana. Seungyoon merasa akan meledak sebentar lagi. Kemana lagi orang aneh satu itu pegi? Kenapa para membernya senang sekali menyusahkannya. Mereka sudah akan berangkatdan sebentar lagi take off, sementara mereka malah menyusahkan disaat saat terakhir. "Apa perlu aku cari?" Tanya Seungyoon pada manager mereka. "Kau pergi duluan dengan yang lain nanti aku menyusul dengan Mino" kata manager hyung memutuskan. Seungyoon bertambah jengkel sedangkan Jinwoo dan Seunghoon tanpak tidak perduli dan malah asik bercanda menambah kesal dihatinya. "Hyung kaja!" Ajak Seungyoon "Mino neun?" Tanya Jinwoo, baru menyadari ketidak beradaan Mino "Molla" jawab Seungyoon ketus "Apa dia belum balik dari tadi?" Tanya Jinwoo lagi kali ini pada Seunghoon "Kurasa begitu" jawab Seunghoon tersenyum misterius pada Jinwoo dan langsung dibaas dengab tampang serupa. "Kemana dia pergi?" Tanya Seungyoon penasaran sekaligus jengkel "Dia ada keperluan mendesak, dia akan menyusul nanti" Jinwoo melanjutkan, senfaja membuat kata-katanya menggantung. "Mintalah penjelasan nanti setelah ia Mino tiba" Seunghoon menggoda Seungyoon "Kaja!" Kata Jinwoo menengahi sambil merangkul bahu mereka berdua lalu berjalan kearah gate 2. Seungyoon yang penuh pertanyaan berjalan dengan malas. 'Awas saja kau Song Minho, aku tidak akan melepaskanmu', teriaknya dalam hati. TBC P.s. Scene ini sengaja aku buat dari sudut pandang Seungyoon, Mino sama Eunchan nya menyusul nanti ya. Just wait for the next scene. :)
[MAGAZINE INTERVIEW] 170419 MINO for INSTYLE Korea May Issue
Song Mino does not know a middle. He raps ‘without rest’ and knows how to ‘totally’ let go of himself in casual settings and when he talks about himself, he is ‘infinitely’ sincere. This is the reason we will ‘always’ look forward to Song Mino.
It has been an year since we last met Song Mino. When we said that he looked better, he excitedly answered that it was because he was promoting. Throughout the interview, no matter what we asked about, he always ended up talking about work. In other words, he only thinks about working and working on music. Seeing him smile widely while talking showed us that he is a clever man who clearly knows that “people who enjoy life wins”. He is not dumb!
Song Mino constantly talked about how he was very happy these days during the interview. This is understandable because, despite anticipating and worrying about the intimidating variety industry, he successfully solidified himself as a cute character “Song Dumb”. He also successfully made a comeback as WINNER, which he wanted for a long time. Even though he doesn’t have time to sleep much, Song Mino says he is the most happy he has been in awhile and we were able to meet him in his happiness.
“I’m so busy but I’m so happy right now.” That is how he answered when we asked how he was and it showed how much he thirsted for the stage. 1 year and 2 months. In the reality of the music industry, numerous idol groups debut and make comebacks in one month alone and that makes WINNER’s comeback feel all the more delayed. “The hiatus gave my members and I a time to grow and mature. The change in the number of members is one of the reasons. I think that what we have to do is to work hard and prepare the perfect stage.” On April 4th at 4PM, that hard work was revealed and the response was explosive. When I said that it was as expected of WINNER, he shook his head no, “From our debut, we received an overwhelming amount of love and attention. Because of that, even a small bump made us stumble and weakened us. On top of that, the music market is constantly changing… We didn’t have any expectations because we didn’t want to get hurt. It’s not that we weren’t confident about our music, we just unconsciously became more afraid of things. But the response is very good so I am really happy these days.” I didn’t expect Song Mino to say “afraid” because he was such a charismatic rapper with more “swag” than anyone on “Show Me the Money 4”. Of course, he was starkly different from his naive “Song Dumb” side that was shown on “New Journey to the West 3”. “One thing I am sure of is that with every passing year, I become more thoughtful. Just last year, I had the mindset of ‘I can just do it! If it doesn’t work, I’ll forget about it’ but now, I find myself judging things by myself and worrying about things that haven’t even happened yet. Of course, I haven’t been deeply shaken by something yet but it is true that I am showing a weak side of myself that I used to lack.” Even though you survived those difficult survival shows? “Yes. My friends are on the currently airing show ‘Produce 101 Season 2’. I worry about them and feel upset for them because they are friends who dreamed the same dream as me from when we were young. I know how difficult it is because I became a member of WINNER through a survival show and I can feel their pain and what they’re feeling just by looking at their facial expressions. I really hope they do well and I hope they work hard until the end without giving up! I will also continue to work hard and not forget my origins. Every time I get tired I tell myself, ‘I am walking the happiest moment of my life right now and there isn’t enough time for me to find a cooler and brighter side of myself’ and I comfort my heart.” I also scold myself by remembering my past. “I was suddenly curious about what kind of person I’ll be next year. So I searched for a video of me performing last year and watched it. It was only an year ago but I was embarrassed of myself as if I was watching a video of me performing years ago. I was so sure that I did well at the time… Just like when you solve problems you keep getting wrong to train yourself to not repeat the same mistakes, I want to constantly check the things I lack in.” I understood what he was saying as being greedy and wanting to be good at everything. I asked him whether he has ever thought of putting down work for a bit and resting. “I dream about that vaguely. I want to travel overseas with my friends. I really love traveling but I’ve never traveled. It’s funny, right? (laughs) But I can’t let myself do that yet. First, I need to finish promoting our album and I want to have another comeback as WINNER before the end of the year. Later on, when I get to release my solo album, I think I can travel then. While I’m at it, I wish I can film ‘Youth Over Flowers’ around that time! Oh wait, is that work too?” (Laughs)
Translated by @chrissy96_
Scans by @from1025 ☆ ☆ ☆ ☆ ☆
Apology
I'm sorry for my inability to protect you and just can watch you guys from apart. I really want to, but I think being close will hurt you more than before. Instead of trying to get closer, being apart is a better way to protect you. I'm truly sorry, the tear are falling hardly in my way home. I just can't handle it remembering what have they just done to you. Jikyojujimoteso mianhae. 😢
ME Story Line: Unpredictable Confession ( Let's go out! )
Jalanan sudah sedikit lengang dimakan waktu yang mulai menua ditelan petang. Sepasang idol yang tengah asyik mengobrol di bangku taman tampak tak menghiraukan gelapnya suasana malam itu. Mereka terlalu penasaran satu Sama lain dan tak ada waktu untuk berhenti, entah siapa yang menghibur siapa? Yang mereka tau hanyalah malam itu berjalan sangat cepat dan nyaman. Mereka hanya berhenti untuk tertawa dengan cerita satu sama lain atau menyesap minuman hangat yang mereka beli beberapa saat lalu. “Jadi kau si gadis langganan dijemur?” Mino tertawa mengingat kenangan yang selama ini tidak pernah Ia gali karena menurunya kenangan SMP adalah masa masa labil yang penuh dosa dengan hal hal bodoh yang kadang membuat mual jika diingat ingat. Eunchan mengangguk masih dengan tawa renyahnya. “Aku tidak menyangka kita dulu satu sekolah” mino melanjutkan “Aku juga tidak pernah melihatmu di sekolah, mungkin karena kau sudah jadi traini waktu itu” “ iya aku jarang menghabiskan waktu dengan temen teman, ngomong ngomong apakah tanggal comeback kalian sudah ditetapkan?” Tanya mino mengganti topik yang telah diperbincangkan sejak tadi. “ sudah, kami akan comeback oktober tahun ini setelah menyelesaikan YG Family tour.” Jawab Eunchan menghela napas panjang. Rasanya sudah lama sejak ia naik panggung bersama tim nya. Sejak november 2016 lalu sampai sekarang mereka sibuk dengan jadwal masing masing. “ kapan Winner akan berangkat ke jepang?” Tanya Eunchan memastikan info yang ia dengar tidak salah, tapi sebelum sempat mendapatkan jawabannya titik titik air mulai menjatuhi mereka dan dengan cepat membesar memaksa mereka untuk mencari tempat berteduh. Mino meraih tangan Eunchan, mengajaknya berlari kearah salah satu bangunan denga telapak tangannya yang mencoba menghalangi air hujan menimpa kepala Eunchan tapi ternyata tak ada tempat berteduh disana. Mereka berhenti sejenak memastikan tempat untuk berteduh, mata Mino melihat toko yang sudah tutup di seberang jalan dan segera menyuruh Eunchan berlari kesana. “Hujannya tiba tiba sekali” gerutu Mino, membuka kemejanya yang sudah basah kuyup terkena hujan menyisakan T-shirt merah muda yang hanya sedikit basah. Diperasnya kemeja itu agar tidak terlalu basah lalu mengikatnya di pinggang. Ia melihat Eunchan membuka ikat rambut yang sejak awal mengikat rabut sebahunya, memerasnya sedikit agar rambutnya tidak terlalu basah seperti baju kaos oblong yang ia kenakan sekarang. Mino membuka ikatan kemeja di pinggangnya lalu menaruhnya di kepala Eunchan. “Keringkan dengan itu” “Gomawo” Eunchan masih sibuk mengeringkan rambutnya sementara Mino tengah berusaha menahan sesak yang tiba tiba menghampiri dadanya. Mungkin karena cuacanya tiba tiba menjadi dingin dan lembab. Ia kembali menoleh ke arah Eunchan, kali ini Eunchan tengah memeras kaos basahnya dengan pipinya yang entah kapan memerah membuat dada Mino seperti ditohok dengan keras. Suasana macam apa ini? Pikirnya. Minggu yang lalu Ia baru saja putus dengan pacarnya dan beberapa jam yang lalu Ia masih dalam mood yang tidak baik, tapi sekarang semua perasaan itu lenyap setelah obrolan panjang mereka. Apakah aku seorang playboy? Atau seorang brengsek yang dengan mudah tergoda oleh banyak wanita, Pikirnya. Tapi ini kali pertama ia menghadapi situasi seperti ini, atau mungkin ini yang dinamakan pelampiasan dari rasa sakit hatinya selama seminggu ini dan korbannya adalah Go Eunchan, gadis yang bersamanya saat ini dikepung hujan minggu malam, gadis yang terkenal Playgirl karena sering menggonta ganti pacar dengan hubungan yang tidak pernah bertaham lama. Terakhir kali Ia mendengar bahwa Eunchan sedang berhubungan dengan seorang aktor yang sedang naik daun dan belum lama ini putus entah karena apa. Mino berpikir mungkin karena Eunchan ingin mencari yang baru. “Kemejamu” kata Eunchan sambil menyordorkannya pada Mino. Mino mengambilnya dan memakaikannya pada Eunchan. “Kau bisa pakai, agar lebih hangat” “Tidak, aku tidak kedinginan. Lagipula kemejamu basah, itu tidak akan banyak membantu” kata Eunchan membuat Mino sekali lagi menelan ludah. Level kepekaan gadis ini benar benar payah pikirnya atau dia sedang berusaha menggodanya? Entahlah. “Geure geurom” jawab Mino mengambil kemejanya dari uluran tangan Eunchan. Hujan belum memberi tanda akan segera berhenti, makin larut mereka mulai kehabisan topik untuk diperbincangkan. Mino mulai merasa agak aneh dengan suasana malam ini. Ini kali pertama mereka mengobrol selama ini, kali kali sebelumnya mereka hanya bertegur sapa untuk menyelesaikan kewajiban dan menjaga sopan santun antar sesama artist dengan lebel yang sama. Tapi sekarang? Setelah mereka tahu satu sama lain, keadaan berubah 180 derajat. Gadis itu menghampirinya seperti tak percaya pada kenyataan yang ada dan mengajaknya makan untuk mengenang masa masa mereka sekolah. Sejak tadi gadis itu yang paling sering bertanya dan bercerita sementara Ia hanya mengikuti arah pembicaraan dan tanpa sengaja ikut tenggelam terbawa arus aneh yang dibawa gadis itu. Sedikit demi sedikit kepribadian aneh gadis itu mulai Ia ketahui dari cerita cerita yang ia dengar barusan ditambah yang ia lihat di TV menyepurnakan pemikiran pemikiranya tentang keanehan seorang Go Eunchan. Mereka duduk bersebelahan tanpa sepatah katapun, masih banyak yang ingin Ia tanyakan tapi ia urungkan melihan raut muka gadis itu yang tampak kesal melihat hujan tak kunjung reda. Gadis itu mengeluarkan telpon genggam di dalam tas ranselnya yang sedang berbunyi menekan tombol answer lalu berbicara dengan bahasa aneh yang tak dapat ia mengerti. Satu lagi yang ia ketahui, sepertinya gadis ini bukan asli korea mungkib dia campuran, melihat cara bicaranya yang fasih menggunakan bahasa aneh namun teras enak didengar itu, kulitnya juga tak sepucat orang korea biasanya tapi tetap putih, matanya, matanya juga tak sipit namut juga tidak besar, ia memiliki kelopak mata ganda, atau itu hasil oprasi sebelum masuk YG? Bukankah sebeluk berpindah ke YG Ia cukup lama di SM. Pikiran pikiran aneh mulai menggerogoti kepala Mino membuatnya tak bisa berpikir jernih. Semakin dirinya tersesat dalam hutan pikirannya entah kenapa hatinya juga makin memanas menelanjangi dirinya yang masih terjebak dalam pikiran tentang Go Eunchan. Seseorang harus menyelamatkannya, dan orang itu adalah dirinya sendiri. Jika tidak? Ia akan benar benar gila besok pagi, hal gila macam apa yang menghampirinya dalam sekejap mata. “Ya!, kau mau mendengar lagu baru kami?” Eunchan menepuk bahu Mino menyadarkannya dari Mimpi yang merayapinya bahkan sebelum sempat memejamkan mata, sepertinya gadis itu sudah berhenti menelpon. Ia sedikit terkejut tapi langsung mengangguk, melihat reaksi itu Eunchan yang tampak bersemangat memasangkan earphone ke telinganya. Mino berusaha masuk ke dalam setiap melodi yang terdengar sangat bersih ditelinganya tapi ia tetap tak bisa, segalanya tiba tiba mulai berubah menjadi slow-motion dengan bayangan Go Euchan yang mulai menari nari dalam pikirannya mengabaikan yang asli di depan matanya yang sedang berbicara entah tentang apa, ia tidak mendengar apapun saat ini kecuali Go Eunchan dalam pikirannya yang sejak tadi merayunya, menghoda dengan penuh pesona seperti penyihir yang sedang menghipnotis mangsanya. Lagunya berheti berputar membawanya kembali pada dunia nyata. “ Cukup sampai disana, itu masih setengah, liriknya juga belum kupikirkan”. Suara Euchan asli menggema di telinganya. Mino menatap tajam mata gadis itu mencari jawaban yang ia cari sejak tadi, tapi tetap tak ia temukan. “Bagaimana? Kau tak suka?” Tanya Eunchan, dilepasnya earphone yang selama 2 menit terpasang di telinga Mino tapi sebelum itu sempat terlepas Mino menahan tangan gadis itu dan menatapnya tajam. Gadis itu menatap heran pada Mino. Kini kedua mata mereka bertemu, Eunchan tersenyum heran masih dengan ekspresi bertanya tanya. “Waegure?” Tanya Eunchan sekali lagi dengan bahasa manusia. Mino tak segera menjawab dan malah menariknya mendekat memusnahkan semua jarak di antara mereka. Ia masih menatap mata Eunchan tajam dan serius sedangkan gadis itu mulai bingung dengan tingkah Mino. “Go Eunchan ssi?” “Wae?” Tanya Eunchan heran “Uri Sagija!” “Ne???” Bola mata Eunchan membesar seperti ingin keluar karena terkejut. “Wae?” Eunchan bertanya melanjutkan. Mino menarik napas panjang mencari kata kata disana untuk menjelaskan hal yang ia anggap tidak rasional itu sambil tetap memegang pergelangan tangan Eunchan. “Aku tau kau player, aku juga tau kau tidak akan berlama lama dengan suatu hubungan tapi maukah kau menjadi pacarku? Aku memang baru saja putus dengan pacarku dan terlihat seolah mencari pelampiasan karena kita baru saja saling berbicara hari ini. Ini seperti kesepakatan yang adil bukan? Kau sedang mencari pacar dan aku sepertinya mau jadi pacarmu.” Jawab Mino terbata, ia menyadari jawaban konyol yang entah kapan keluar dari mulutnya. Eunchan tertawa mendengar jawabannya. “Ha ha ha… Song Minho ssi, jawaban itu terdengar seperti akulah yang mengejarmu” senyum aneh itu lagi pikir Mino. “Benarkah?” Mino melepas tangan Eunchan masih menunggu jawaban dari bibir kecilnya. Alih alih memberi jawaban gadis itu mengeluarkan slayer merah basah dari sakunya dan mengalungkannya di leher Mino sambil tersenyum. “Jam berapa kau berangkat ke Jepang besok?” Tanya Eunchan mengalihkan. Mino menghela napas panjang, sepertinya ajakannya telah ditolak. “Aku sepertinya akan menyukaimu besok pagi, nega nol jikyojulke, uri sagi haja ne?” Mino bertanya sekali lagi masih dengan perkataan yang tak terduga membuatnya ingin meninju dirinya sendiri. “Kau berangkat jam berapa besok?” Eunchan lembali tersenyum menanyakan hal yang sama membuat nyali Mino kembali menciut. “Pukul 9 pagi” jawabnya tak melihat kearah Eunchan. “Kau bahkan tak menyukaiku saat ini, dan malah merayuku untuk menerima tawaran anehmu, kau tak akan bisa melindungiku” Perkataan Eunchan sangat tajam seperti mencibir. Gadis itu berdiri dan dengan cepat berlari ke tengah hujan membuatnya dengan cepat disambar air. Mino melihatnya dan langsung berdiri melihat tingkah gadis itu, hendak mendekat tapi perkataan gadis itu menghentikannya. “Geureeee!!! URI SAGIJA SONG MINHO SSI!” teriaknya kearah Mino dengan cengiran lebar diwajahnya. Gadis itu kembali berlari kearah Mino dan berhenti tepat di depannya dan Mino hanya bisa diam melihat tingkah gadis yang tengah menerima ajakan berpacarannya. “Aku akan menemui besok sebelum jam 9, untuk mengambil ini” Eunchan menunjuk slayer yang ia ikatkan di leher Mino beberapa saat lalu dan mengeluarkan sebuah payung dari dalam tas ranselnya. Membuat Mino semakin yakin kalau gadis ini benar benar mahir mempermainkan perasaan pria dan mengambil kesempatan. Gadis itu memberikan payung itu pada Mino dengan suara yang menggigil. Ia dengan cepat menyambar pipi Mino dan menciumnya dengan kilat. “Igon intro ya, jalja.“Tanpa sempat mendengar jawaban Mino gadis itu berlari menjauh sambil berteriak ke arah Mino sekali lagi "Annyeong ne namjachinggu, ne hakyo chingu, jangan lupa besok kau harus sudah suka padaku” lambainya lalu menghilang di kegelapan malam meninggalkan Mino yang masih setengah sadar dengan kedua benda yang gadis itu tinggalkan dan kecupan di tengah hujan. Mino membuka payung itu dan berlari kearah gadis itu menghilang, mencoba mencarinya tapi hasilnya nihil. Keberadaan gadis itu sudah tak terdeteksi. Mino tersenyum melihat sekali lagi slayer dan payung di tangannya sambil masih memegang pipinya yang terasa memanas, ia tak menyangka hari ini akan seperti ini jadinya. ‘Kokjonghajima Go Eunchan, tanpa menunggu besokpun sepertinya aku sudah mulai menyukaimu’ katanya, mulai berjalan di tengah hujan yang entah mengapa terasa hangat malam itu. ‘Neil Boja naui Eunchan’. To be cont...
Song Minho
ME Story Line- Intro: Transformation
Untuk sejenak pagi itu adalah pagi terdamai sepanjang 4 tahun terakhir. Tidak ada yang spesial sebenarnya, matahari masih mengintip seperti pagi pagi semestinya dengan cahanyanya yang perlahan menggeliat keluar dari balik gedung apartment sebelah. Burung? Seperti biasa tidak ada kicauan burung pagi itu hanya suara klakson kendaraan yang terdengar samar dan hampir tak terdengar. Pepohonan tak terlihat dari pandangan, sejauh ini yang terlihat dari lantai 9 hanyalah udara hampa dengan tiang tiang menghalangi pandangan menghancurkan keinginan menikmati pagi yang seharusnya penuh semangat dan menyegarkan. Lalu kenapa pagi ini terasa damai dibandingkan pagi pagi sebelumnya?. Benar, pagi ini adalah pagi pertama setelah keputusan terbesar yang pernah Ia buat dalam hidup, mengubah semua alur hidupnya dengan keyakinan tak tebantahkan. Memulai hidup tanpa tekanan yang selama ini menjadi parasit selama eksistensi hidupnya. Keputusan terbesar telah ia buat, sekarang tinggal fokus membangun dirinya sekali lagi mulai dari titik terendah. Musik adalah tujuan barunya.
kenangan SMP adalah masa masa labil yang penuh dosa dengan hal hal bodoh yang kadang membuat mual. (Tiba2 aja nginget masa masa SMP 😅)
Fast and the furious 8, I wanna watch it 😂. Somebody please take me to the cinema 😅
B, O double B, Y. Love ya.
Broken Heart/Patah Hati?
I felt it once, just for a moment it feels hurt and embarrassing . I have it only a few hours and then it's gone. Cilok erase the feeling so well wkwkw, thanks for my money.
there is a place that still remains it eats the fear it eats the pain
First love is like a stigma, once it has been stamped on your heart it does not go away. Is that true?
Annyeong, chos sarang… Annyeong, cak sarang… Uri mannabsida! 😀
This is us, the generation of art, that what we always called ourselves. This month is the biggest and the busiest month during the year among the Teater Putih's (white Theater) member. There is one of the big event that always held in November, Festival of Modern Teater for students from all over West Nusa Tenggara. And I'm here burried myself in the middle of these event busying myself, isolated from known people and enjoying with new people. At the end I just wanna say "enjoy the competition, may a good luck always be with you" Festival Teater Modern Pelajar se NTB
The Fight About Nothing
Had a really terrible fighting with my teaching group we called it as PPL. There are 6 people with 3 different majors placed in one school. I thought it was a bullshit fighting, I will not tell the detail but the problem was because (as what I predicted if I’m not mistaken) we haven’t understand each other quite well. People just start to being envy with each other (like who should do this and that) think that each them was right and the other was wrong. So I'm right here just can talk with my stupid writing watching them doing the very stupid argument. I try to mediate the conflict with my carefully words (it just feels like intervene the two conflicted countries 😂) but one of them was continuing arguing. Wtf I was just talking to a stone 😅. At the end, I suggest them to gather tomorrow after school. Hope it will run as expected. NB: you know, the stone girl was still arguing after the suggestion. I'm lazy to perceive, let her talk alone 😑. Hope she will not read the writing, if yes, I'm dead 😆
I just got this from my best friend. Really happy to know your better condition after the terrible fighting about your relationshit. Always be better, I’m fine right here, don’t worry. From Lombok with love 😊😍