"Orang hebat yang dicari kekurangannya. Orang biasa dicari-cari kelebihannya," - NNP (Jan 2024)

blake kathryn

Kiana Khansmith
taylor price
No title available
No title available
we're not kids anymore.
Misplaced Lens Cap
noise dept.
trying on a metaphor

Love Begins
Sweet Seals For You, Always
styofa doing anything

PR's Tumblrdome
Claire Keane

Discoholic 🪩
Xuebing Du
Show & Tell

roma★
NASA
ojovivo

seen from Morocco
seen from Singapore

seen from Türkiye

seen from Singapore

seen from Hong Kong SAR China

seen from Italy
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Singapore

seen from Singapore
seen from Germany

seen from Netherlands

seen from Germany
seen from Germany

seen from United Kingdom
@nandoodnan
"Orang hebat yang dicari kekurangannya. Orang biasa dicari-cari kelebihannya," - NNP (Jan 2024)
Justice Vs. Everybody
“Ketika masyarakat sulit memahami hukum atau undang-undang, di situlah hukum rawan disalahgunakan dan berpotensi menjadi alat eksploitasi bagi masyarakat,” (NNP - Januari 2023)
Lewat KuasaNya
Lelah mengulang
Saling berkenalan
Menukar kisah
Mencari kecocokan
Berakhir asing
Lelah memulai
Komitmen fana
Relasi tanpa arah
Lanjut atau berhenti?
Takkan berharap pada insan
Lenyap lebur binasa
Takkan berharap pada insan
Oh…problematik
Luruskan niatmu
Pantaskan diri
Lewat kuasaNya
Kelak kau menang…
“Dering notifikasi. Kulirik sekilas, agak samar. Tak ada ekspektasi. Paling kerjaan lagi atau riuhan grup keluarga. Kalut seketika, butuh dicerna. Ikhlaskan yang dibutuhkan. Merapal dalam hati: ‘I hope that you are happy where you are, in a place where you feel most belong’,” - Adiós (Des 2022)
“There’s a rumor between us. Kamu suka yang pasti-pasti, sementara aku ngikutin mood. Kamu tergolong ambis, sementara aku let it flow aja. Kamu cenderung judes sementara aku datar~. Dear Capricorn, we the opposite each other. Sekalipun bertolak belakang, tapi kita punya value yang sama, misalnya tentang harapan yang sangat tinggi, tanggung jawab kepada keluarga, dan sikap realistis sama keadaan. Fortunately, sifat yang bertolak belakang bisa jadi pengikat yang baik ketika saling memahami, isn’t it right?,” - Dear Capri... (Des 2022)
“Tulus mengingatkan kita bahwa jodoh adalah kuasa tuhan lewat lagunya ‘Hati-Hati di Jalan’. Pee Wee Gaskins mengajarkan kita untuk saling mendoakan walau tak lagi bersama pada lagu ‘Vaya Con Dios’. Sama halnya dengan Tanjung, yang ingin menunjukkan bahwa perpisahan tak melulu harus diratapi, seperti di lagu ‘The Live You Wanted’. Dari mereka, kita semestinya bisa bersikap bahwa meskipun tak lagi bersama, dunia tetap baik-baik saja,” - Ode Patah Hati (Des 2022)
“Dalam setiap relasi, selalu ada kisah yang tertinggal. Baik atau buruk kisahnya, itu tergantung sudut pandangnya. Gue sadar akan satu hal, setiap orang memberikan ‘tempat’ khusus buat seseorang yang dianggapnya spesial. Misalnya buat mantan pasangan. Istilahnya “You and I will be always unfinished business". Tapi ini kurang tepat. Akan lebih bijak bila selesaikan dahulu kisah lama kalian sebelum memulai relasi yang baru,” - Unfinished Business (Des 2022)
“Gadis kecil yang kutemui puluhan tahun lalu, tumbuh menjadi wanita yang tangguh. Parasnya cantik, sosoknya selalu ceria, dan pandai bergaul. Sayangnya, dia tidak ingat momen kali pertama dulu kami bertemu. Maklum, saat itu bahkan aku belum genap berusia 10 tahun. Tuhan… kuatkan pundaknya, berkahilah segala urusannya. Dekatkan dia dengan orang-orang baik dan tulus,” - Wanita Tangguh (Des 2022)
“Salut. Aku mungkin tak seberani dia, yang secara sadar mengambil tanggung jawab memikul segala reputasi dan rekam jejaknya dulu hingga masa datang. Tapi bukannya aku pengecut, hanya saja waktunya belum sekarang. Menjadi pelabuhan bagi seseorang tidak sesederhana itu, apalagi wanita itu kamu”. - Tempat Berlabuh (Nov 2022)
Algorithm of Love
Seringkali kita bingung
Clueless…
Apakah orang ini suka juga sama kita
Atau memang dia pada dasarnya baik
Ke semua orang
Kita jadinya nebak-nebak
Tindak-tanduk dia yang gini
Kita mikinya jangan-jangan dia suka juga
Tindak-tanduk dia yang begitu
Bikin kita mikir seribu kali untuk bisa lanjut kepada kesimpulan
Ada ungkapan lama mengatakan
“Kata hati adalah yang paling benar”
Iya, betul sih tapi tetap saja bikin bingung
Lalu, kalau udah kaya gini harus gimana?
Seringkali hati, gagal menangkap rasa
Seringkali hati, gagal menangkap ‘pirso’
Seringkali hati, gagal menangkap isyarat
Lama-lama, kok capai juga
Sudahlah, lihat algoritma Instagram-mu saja…
Menjadi Dewasa
Pas lulus kuliah
Asal terima pekerjaan apapun
Meski bukan passion
Mikirnya biar punya kerjaan dulu
Mungkin itu tanda dewasa…
Pas kenalan sama orang
Tanya apa kerjaanya
Udah punya apa aja
Visi-misinya gimana
Dan minta kepastian diawal hubungan mau kemana
Mungkin itu tanda dewasa…
Pas udah klop sama orang
Sama-sama nyambung obrolannya
Ngelakuin hal-hal seru bareng
Ending-nya malah ngga ada komitmen apa-apa
Mungkin itu tanda dewasa…
Pas lagi galau-galaunya
Diketemukan sama orang yang jadi penawar sakit
Kitanya sembuh, dianya ngilang
Galau lagi, double kehilangan malahan
Mungkin itu tanda dewasa…
Semua itu ngga akan kita alami pas kita kecil
Menjadi dewasa itu ternyata ngga mudah…
Sebuah kehormatan berkesempatan bertemu langsung KGPAA Mangkunegara X, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo. Matur Nuwun Kanjeng Gusti.
Biar Aku Saja
Tak pernah menyangka akan seperti ini
Aku menemukanku
Kau pun menemunkanku
Kita sama-sama dalam pencarian
Aku menyapamu
Kau menyambut hangat
Aku bercerita
Kau berbagi hal yang sama
Kita dekat dan akrab
Aku tahu seluk-belukmu
Kau pun sama
Tapi justru aku takut
Aku melangkah mundur
Takdir mana ada yang tahu
Kamu dan aku bertemu
Mengulang cerita yang sama
Aku ungkap semua
Kau tahu betapa besarnya
Aku tak pernah berharap (bisa sejauh ini)
Aku tak pernah berharap (kau balas rasa ini)
Aku tak pernah berharap (kita jalan bersama)
Aku cuma berharap, kita awet bercengkrama
Selamanya….
I'm back
Hail! udah lama banget ngga pernah isi blog pribadi gue ini. Banyak faktor yang kemudian bikin gue ngga pernah nyentuh ini lagi, sekalipun banyak banget hal-hal atau draf yang gue bikin dan terpencar di notes handphone gue.
So, mungkin mulai hari ini gue mau coba isi lagi sedikit demi sedikit tentang berbagai hal. Bila kemudian blog ini menginspirasi (meski tidak - hahaha-) gue sangat senang. Enjoy life!
Berkutat dengan tugas keprotokolan sejak beberapa tahun terakhir. Dan tidak pernah bosan untuk terus belajar dan menggali ilmu dari para pendahulu.
“Ketika Bulan Terbelah": Cara Lain Menikmati Perdebatan dalam Fenomena Penentuan Hilal di Indonesia
Pameran tunggal Radhinal Indra bertajuk "Ketika Bulan Terbelah", menunjukkan kegelisahan sang Seniman atas fenomena penetapan hari pertama Ramadan serta Idul Fitri yang terjadi setiap tahun.
Terdiri dari 5 visual dan 1 seni instalasi, saya menangkap pesan di mana Seniman tidak berusaha menonjolkan 'perbedaan' khususnya tekait metode penetapan antara dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni NU dengan metode 'rukyatul hilal bil fi’li' sementara Muhammadiyah dengan 'wujudul hilal'.
Sebaliknya, Seniman justru berupaya menyampaikan pesan kepada pengunjung bahwa perbedaan cara pandang adalah hal yang wajar. Dalam narasinya, Seniman juga menuturkan agar masyarakat tetap berpikir kritis dalam melihat fenomena tahunan ini. Sehingga jangan terjebak dalam polemik dan berdebat panjang lebar pada persoalan perbedaan penetapan Ramadan dan Syawal semata.
Terus terang, saya baru mengetahui Radhinal dari pameran tunggal yang digelar di Rubanah – Underground Hub Jakarta kemarin. Singkatnya, Seniman ini memang dikenal sebagai seniman yang sering memotret hubungan antara manusia dan dengan benda langit dan alam semesta. Saya sangat merasakan, bagaimana Seniman mengawinkan karya visualnya dengan gagasan dari ruang pamer.
Sensasi yang dirasakan pengunjung ketika menikmati masing-masing karya, dibuat seolah-olah memang ada perbedaan sudut pandang melihat posisi bulan, bumi, dan matahari, bergantung di mana posisi kita berdiri.
Ini seakan menggambarkan bagaimana Kementerian Agama RI, setiap tahunnya melakukan pemantauan dengan menetapkan pos pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari puluhan titik yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.
Satu yang begitu menarik perhatian saya, seni instalasi berukuran besar yang disajikan dalam bentuk dark mode, yakni pencahayaan ruang pameran dimatikan total sehingga tersisa pancaran sinar bulan.
Karya Seniman berjudul 'Bersitegang Berhimpitan' tegas menunjukkan adanya beda pandang antara NU dan Muhammadiyah, di mana terdapat dua mimbar yang menghimpit bulan dari sisi yang berlawanan. Dari atas mimbar, masing-masing dikutip dua sabda yang melatarbelakangi perbedaan interpretasi, yakni Hadits Sahih Bukhari 940 dan 937.
Lengkapnya, masing-masing Hadist berbunyi: “Berpuasalah kamu ketika telah melihat hilal Ramadhan dan berhentilah kamu berpuasa ketika telah melihat hilal bulan Syawal. Jika hilal tertutup bagimu maka sempurnakanlah bulan sya’ban menjadi tiga puluh hari,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Lalu, Hadist yang satu lagi: “Janganlah kamu puasa sehingga kamu melihat bulan sabit, dan janganlah kamu berbuka sehingga kamu melihatnya. Maka jika bulan itu tertutup di atas mu, maka pastikanlah” (HR. Bukhari).
Dari karya yang lain, 'Bersitegang Meregang' dan 'Bersitegang Sepenerimaan', Seniman memvisualkan praktik yang lazim dilakukan di Indonesia setiap tahunnya tentang penggabungan dua metode seperti yang dijalankan bertahun-tahun, yakni pendekatan rasional dengan hisab dan pendekatan empirik dengan rukyat.
Seniman mengutip dua frasa kunci, yakni 'Melihat' dan 'Genapkanlah', seperti dalam kondisi nyata di mana ketika hilal tidak terlihat, maka gunakan Hadist: "Jika tertutup (tidak terlihat), maka genapkanlah"—bahkan sekalipun hilal memang benar-benar ada di sana.
Jakarta, 13 September 2020.