Wahai tuhanku yang maha penyayang, maha pengampun, maha mendengar, maha melihat, maha menetapkan, maha tinggi, maha besar, maha mulia, maha mengabulkan, maha benar, maha dibutuhkan (tempat meminta), maha menentukan, maha memberi petunjuk, maha sabar.
Semoga Kau segerakan aku bertemu dengan jodoh ketentuan-Mu. Seseorang yang ku nanti2kan kehadiranya untuk kita bekerja sama dunia dan akhirat.
Dikesendirianku saat ini seharusnya aku bisa lebih produktif berkarya serta berproses menjadi lebih baik. Insha allah, sedikit semi sedikit sudah aku lakukan. Karena aku sendiri bukan org yg suka berdiam diri saja selagi ku menunggu seseorang yang ku nantikan kehadirannya. Terkadang aku berfikir lelaki seperti apakah yg benar bisa membuatku jatuh cinta yg hingga ia kurasa bisa ku ajak bangun hingga pernikahan? Kaya? Tampan? Tinggi? Pendek? Aku juga tidak tahu. Terakhir kali lelaki yg membuatku susah untuk berpaling tidak memiliki semua kriteria itu. Aku juga bingung. Lalu, disuatu hari aku brkesempatan bercengkrama dgn kakak sodara perempuanku yg akrab. Karena kakakku menikah dengan lelaki seumuran dgnnya jadi langsung saja ku tanya. "mbak, knp mau diajak nikah sama om? Katanya seumuran itu nanti ego nya sama, bla bla". Lalu, mbakku menjawab " gk tau ya, apa yaa, yaa dia kebapak-an orgnya, ngayomi, menuntun jadi ya mau aja" . Setelahnya aku berfikir, aku dapat jawabannya. Kurasa ini yang aku cari. Sifat sifat seperti ini yang aku cari. Persis sewaktu ditahun 2015 saat aku bertemu dgn lelaki yang saat itu kita masih sama2 di bangku kuliah rasanya aku yakin saja dengannya, rasanya tidak ada keraguan untuk memperkenalkan ia kpd kedua orang tuaku. Waktu itu sebelum aku tahu yang sebenarnya. Tapi yasudah. Mungkin memang belum jadi milikku. Rasanya setelahnya, aku belum bertemu lagi seseorang yang kurasa ia bisa mengayomi ku. Hanya sekedar ia baik tapi rasa nyaman belum sampai. Tapi tetap saja, aku tidak menjadikan itu sebagai patokan utama untuk mencari lelaki. Karena kita tidak tahu mungkin saja sifat2 itu muncul dengan sendirinya. Setiap orang itu berhak berproses menjadi lebih baik :)) yg jelas saling sayang dan saling berkomitment tentu perlu yg utama. Saling nyaman juga sih ehehe. Rejeki, dan ilmu2 kehidupan lainnya bisa kita cari berdua, belajar berdua :)))
Lagi lagi, dihati kecilku terkadang selalu mengatakan ingin memiliki kekasih sebelum menikah hingga aku menikah dengan ia yang kami sudah menjalin komitmen. Kenapa? Rasanya ingin saja untuk sama2 berkarya, sama2 menggapai impian, sama2 bekerja, sama2 saling memberi dukungan. Ada tempat untuk kita saling bercerita. Terlebih untukku mengutarakan segala apapun. Tapi mau gimana lagi, nyatanya aku masih disendirikan yang artinya tuhan yakin aku bisa berjuang, memperjuangkan mimpiku, mempersiapkan diri untuk dipertemukan dengan lelaki yang seperti inginku. Mungkin segera, semoga segera. Aamiin.
Hai tuan, kamu juga sedang berjalan mencari jalan untuk kita bertemu kan? Pun kujuga. Semoga kita segera bertemu ya, di titik pencarian kita. Kalau tuan lelah ucapkan istighfar, pejamkan mata, lalu ingat lelah ini hanya godaan. Mari kita sama2 terus bersemangat.
Apapun profesi pekerjaan kita, bagaimanapun kita saat ini hingga nanti, semoga kita berjodoh dunia dan akhirat. Aamiin.