Kok Kayaknya Ngeri
Juni menjadi bulan yang cukup berat dan padat merayap bagi aku dan banyak orang di sekitarku. Awal bulan persiapan sampling, mendekati pertengahan bulan sudah mulai UAS, dan di sela-sela UAS pun sudah ramai sidang. Sepertinya ngejar wisudaan bulan Agustus. Nggak ketinggalan, di akhir bulan ada KKN, ditambah teman-teman yang semester ini daftar KP, tentunya bakal seminar KP di tengah-tengah KKN. Sebut saja si Mawar sebagai contoh mahasiswa angkatan 2019 yang sedang melaksanakan seminar KP di pulau ujung sana di tengah kesibukan KKNnya.
Ngomong-ngomong soal KKN, aku pernah punya mimpi yang muluk-muluk soal ini. Aku ingat pernah cerita dengan temanku saat masa-masa jadi mahasiswa baru yang saat itu dia tiba-tiba nyeletuk pengen ke Aceh. Tentu dengan amat semangat aku pun menyahut,”Sama! Aku pengen KKN di sana!”
Dasar maba. Pikirku kini ketika mengingat keambisiusanku saat masih muda dulu.
Berkebalikan dengan saat itu, jujur sampai saat ini rasanya masih super duper anxious melihat persiapan KKN teman seangkatanku. Aku bertanya kepada mereka,”Kalian deg-degan nggak e mau KKN? Aku lihat kalian kok malah ikut deg-degan.” Lalu mereka menjawab dengan santuy... Hm aku lupa mereka jawab apa :/ Tapi, sebagai orang yang amat sangat nyaman dengan per-online-an ini, aku benar-benar salut dengan mereka yang setelah 2 tahun kuliah dan menjalani berbagai kegiatan secara online, memilih untuk kembali ke ‘real life’ dan bersosialisasi hingga bahkan terjun mengabdi. Asek. Bahkan saking nggak siapnya aku berKKN, pas balik dari Wisdom Park setelah melihat orang-orang yang kumpul tim KKN, aku bilang ke @holypai, “Aku pindah ke *piip* (nama kampus) aja kali ya, biar nggak usah KKN” :”)
Lalu aku habis baca tulisan di tumblr kalo kadang kita dapat pelajaran bukan dari orang terdekat, bisa aja orang yang kita nggak terlalu kenal kita justru dapat pelajaran berharga. Ini cukup menjadi motivasi buat aku untuk kembali menyapa dunia lewat KKN besok :) Bismillah mengumpulkan pundi-pundi motivasi untuk menjalani kehidupan (offline) sebagaimana mestinya.

















