Selamat menikmati hal yang belum pernah aku rasakan.
semoga engkau bahagia

ellievsbear
Lint Roller? I Barely Know Her

Kaledo Art

JVL
Show & Tell
No title available
Cosmic Funnies
Game of Thrones Daily
occasionally subtle

JBB: An Artblog!

Love Begins
hello vonnie

Origami Around

★
styofa doing anything
TVSTRANGERTHINGS
One Nice Bug Per Day
Mike Driver
Not today Justin
🪼

seen from Philippines

seen from United States
seen from Iraq

seen from Türkiye

seen from Colombia

seen from Zimbabwe
seen from United States
seen from United States
seen from Colombia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from China
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from United States
@nerdboygenius
Selamat menikmati hal yang belum pernah aku rasakan.
semoga engkau bahagia
Bukan untuk pamrih. Hanya ingin tahu apakah usahaku membuahkan hasil atau malah nihil..
Jakarta, 27 Mei 2020
04:11
Yang di sini selalu melihatmu dari kejauhan, hanya memastikan kamu baik-baik saja.
Teman dan Rasa Nyaman
Aku memang tak banyak punya teman di SMA, tidak masalah. Buatku, pertemanan itu bukan soal memandang, tapi menggenggam, bergandengan, dan mempertahankan. Mataku jauh memandang, tapi tanganku hanya mampu satu-dua meteran. Lagi-lagi tidak masalah, karena yang namanya teman bukan yang terlihat didepan, tetapi yang disekeliling memberi rasa nyaman.
Hei, apakah sekarang waktunya berbagi perasaan?
“Lisan kerap mengaku sudah. Namun hati masih menaruh harap diam-diam. Bahkan sikap kerap menunjukkan peduli yang tak lagi perlu. Itu yang kau sebut dengan rela?”
—
bila memang sudah merelakan harusnya tak perlu lagi ada yang mengganggu benak. bila memang sudah mengaku beranjak semestinya tak usah lagi ada khawatir yang memeluk
Hujan Mimpi
Rela kok ya masih terngiang...
“Lisan kerap mengaku sudah. Namun hati masih menaruh harap diam-diam. Bahkan sikap kerap menunjukkan peduli yang tak lagi perlu. Itu yang kau sebut dengan rela?”
—
bila memang sudah merelakan harusnya tak perlu lagi ada yang mengganggu benak. bila memang sudah mengaku beranjak semestinya tak usah lagi ada khawatir yang memeluk
Hujan Mimpi
Tak ada yang salah dalam pilihan, hanya saja kita (kadang) tak sanggup mempertanggungjawabkan
nerdboygenius Suara Lantang Perjuangan
Penyesalan
Hari ini benar-benar sesal itu datang. Aku bukan siapa-siapa, dan pilihan itu tak akan datang yang kedua
Bandung, 4/3/19 Disudut ruang ujian yang menenggelamkan.
Chaos
2 hari ini aku berjibaku Dengan suatu buku yang kuanggap sakral Entah karena daya magis atau disakralkan Semakin kesini semakin banyak pertanyaan, juga jawaban Semakin kesini semakin tinggi keraguan, juga harapan Apakah tantangan datang untuk menakuti atau sebenarnya datang untuk menyemangati? Entahlah, aku disini sedang berjuang. Melewati, mempertanggungjawabkan keinginan Untuk kedua orang tuaku dan rasa yang berkelindan Bandung, 24/2 Lagi keos mekflu
Hikayat Akhir Masa
Mereka terlalu sempurna. Tak pernah tercela. Hingga aku tidak sanggup, mengeja saldo tinggal berapa.
Sudahlah, jangan risau. Aku ini pun juga hasil didikan cerita engkau. Biarkan aku disini, belajar mendidik diri sendiri.
Katamu sore itu
Katamu sore itu, hujan adalah tanda kekecewaan.
Katamu sore itu, hujan adalah tanda ketidaksempurnaan
Padahal, hujan pun tak tahu. Siapa yang harusnya bersalah dan disalahkan.
Meskipun sebenarnya ketika aku coba cari tahu siapa dirimu, hujan pun tetap tak tahu.
Bandung. 18 Oktober 2018.
Termodinamika
Rasanya. Aku. Ingin. Keluar. Saja. Sudahlah.
Dengan teh saja cukup, teteh tak perlu.
bos ndoro
Me-mula-i
Vakum sudah akan telas. Setidaknya untuk beberapa waktu yang habis tak berbekas. Harus memulai agar lekas. Lekas pantas, lekas terisi. Lekas memulai, tanpa mengakhiri. ... Sudah —relatif —terlalu lama aku tidak pernah menggurat dinding fana. Naik-turun-kanan-kiri-tarik-ulur sudah banyak dilalui hingga mungkin aku tak pernah sempat menghinggapi. ... Kini, inginku mula, inginku mulai, inginku memulai, semuanya, agar hakiki. -nerdboygenius, ingin memulai. [Kota Baru] (20/10)
Tentang siapa yang nelangsa tanpa kehangatan dalam peluknya. Tentang siapa yang sama-sama memandang penuh makna dalam hatinya.
aku minta maaf.
Demi Harga Diri
Hei, Nak. Kau sadar kalau yang kau lakukan itu salah? Kau sadar kalau yang kau lakukan itu dosa? Kau sadar kalau yang kau pakai itu buruk?
Hei. Kau berkata revolusi-reformasi Tapi apa? Semuanya bohong! Kau bahkan merusak generasi masa kini. Kau bahkan menjerumuskan mereka dalam-dalam.
—-—-—-—
Hei, Bung! Aku melakukan ini bukan untuk diriku. Aku melakukan ini bukan untuk merusak moral. Ini bukan kebiri prestasi atau tindakan antipati. Apalagi ingin menjerumuskan rekan sendiri.
Kalau daku boleh jujur, Ini bukan masalah empati. Ini masalah suara hati.
Suara hati kami selalu dibungkam. Kekuasaan, tak ada yang dapat dilawan.
Kami tahu, ini bukan jalan yang hakiki. Apalagi diberkati.
Tapi kami tahu, ini saat yang tepat untuk kami memberontak. Demi nurani, demi harga diri.
-nerdboygenius (27/3)
Kalau aku ingin membuang semua hal yang aku punya, mungkin aku hanya menyisakan satu; cermin.
sebuah balasan