Indah terasa indah
bila kita terbuai dalam alunan cinta
sedapat mungkin terciptakan rasa
keinginan saling memiliki.
Dan bila itu semua
dapat terwujud dalam satu ikatan cinta
tak semudah seperti yang pernah terbayang
menyatukan perasaan kita.
Sudah, terlambat sudah
ini semua harus berakhir
mungkin inilah jalan yang terbaik
dan kita mesti relakan kenyataan ini.
Tetaplah menjadi bintang di langit
agar cinta kita akan abadi
biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
agar menjadi saksi cinta kita berdua.
Berdua..
[Padi - Kasih Tak Sampai]
Hai, apa kabar kamu, yang dulu pernah begitu merema dalam hidupku? Masihkah aku bertahta di hatimu sekarang? Seperti kamu yang sesungguhnya sulit kulepaskan dari bawah sadar benakku.
Hari ini aku melihat bayanganmu melewati taman dekat rumahku. Tempat di mana kita lepaskan canda tawa, pelukan hangat, air mata, hingga amarah di kala itu. Mengapa kamu melewatinya lagi namun tanpa diam di sana sejenak? Karena sesekali aku melakukannya. Berharap kita dapat bertemu, walaupun hanya sebentar saja layaknya uap yang terlihat sesaat lalu lenyap.
Kamu tahu? Jika ada kesempatan itu, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu tentang apa yang paling sulit kita mengerti dalam kehidupan ini; tentang cinta.
Seeorang pernah berkata kepadaku;
“The greatest irony of love are:
Loving the right person at the wrong time.
Having the wrong person when the time is right.
Finding out you love someone right after that person walks out of your life.”
Kamu yang kusayang, terima kasih telah memilihku saat itu. Kehadiranmu dalam hidupku selalu akan menjadi kenangan terhebat dalam memori ini. Mana mungkin ada seseorang yang dapat membuat otak ini keruh, hati ini rapuh, jantung ini berdegup, bibir ini tertutup di saat bersamaan, kalau bukan karena kamu.
Hanya saja, selepas aku pergi, bukankah kamu sempat menangis? Aku tentu tahu bagaimana pedihnya perpisahan, dan perihnya kehilangan.
Maka tak apa, menangislah.. Agar kamu lega.
Dan kini, walaupun kamu tak singgah di taman itu, aku tetap menghampirinya. Menaruh secarik kertas di atas bangku yang pernah menjadi saksi bisu kisah kita. Aku tidak tahu bagaimana harus berdoa. Apa semoga saja kamu tidak menemukannya? Karena aku tidak mau melihatmu menangis lagi..
Karena apa daya, pada akhirnya harus aku ungkapkan...
Inilah hari terakhirku mendatangi taman ini, wahai terkasih.
Jaga dirimu baik-baik. Jangan lupa bersihkan karang gigimu, terutama 2 gigi graham pada bagian kanan belakang bawah, setiap tanggal 6 September.
Jika garis perjalanan kita masih bersinggungan di kemudian hari, maka kita akan bertemu lagi...
Dalam takdir yang berbeda.