Empati
Kemampuan memahami yang dirasakan orang lain. Tanpa ini, kadang niat baik bisa jadi luka dan kehadiran bisa terasa mengganggu.

pixel skylines

Andulka

JVL
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Kiana Khansmith
Three Goblin Art

Kaledo Art
styofa doing anything
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Mike Driver
Lint Roller? I Barely Know Her

@theartofmadeline
I'd rather be in outer space 🛸

Product Placement
Cosimo Galluzzi
taylor price

oozey mess
TVSTRANGERTHINGS
DEAR READER
cherry valley forever

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from Poland

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Puerto Rico
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
@nispasfr
Empati
Kemampuan memahami yang dirasakan orang lain. Tanpa ini, kadang niat baik bisa jadi luka dan kehadiran bisa terasa mengganggu.
Menurut gue. Terkadang, empati seseorang menurun ketika seseorang tersebut hanya merasa “penasaran” terhadap suatu hal. Bukan yg memang benar-benar empati, tapi yaa.. Lebih sering yg hanya “ingin tahu” dan mau judgeing atau komentar kehidupan manusia lain aja gitu~
YaAllah..
Jauhkan hamba dari manusia yg modelannya kek gini..
Atau
Buat hamba menjadi seseorang yg cuek aja gitu yaAllah..
Banyak orang yang memberi contoh, tapi sedikit orang yang menjadi contoh. Memberi contoh itu mudah, tapi menjadi contoh itu sangat sulit.
KH Zainuddin MZ
Minimal :
“Kuat. Gue yakin lo kuat. Cuma itu yg bisa gue sampein ke lo.”
Haduh
Kadang, gue suka heran sama orang yg punya pendapat bahwa seseorang harus sempurna sesuai dengan latar belakang pendidikan yg ditempuh. Misalnya seorang pelukis, kan gak setiap saat di manapun dan kapanpun dia harus melukis. Ada kalanya dia jenuh berkutat dengan kuas dan ingin melakukan aktivitas di luar ranah melukis. Apa pemuda lulusan pondok pesantren harus melulu pake sarung sehari-harinya? Kan gak juga.
Hal ini sempet bikin gue resah. Ada kerabat bilang ke gue :
“Elo kan belajar psikologi, harusnya lo bisa dong….”
Berkali-kali orang itu ngomong hal yg sama. Menuntut gue sempurna dengan porsi yg dia punya. Emang sih, lebih gampang kasih contoh drpd menjadi contoh. Tapi, kan. Arghhhhh. Sebel hamba.
Emangnya gue gak boleh bete ketika gue dibuat gak nyaman ya? Dan mungkin gue udah berusaha nyaman, tapi sulit. Jujur, sedih aja gitu ketika ada orang yg punya pendapat begitu.
Jadi, tolong…
Stop meminta seseorang harus bersikap sempurna dengan porsi kalian. Setiap orang punya porsinya masing-masing untuk menghadapi setiap keadaan.
- Bogor, 12 Mei 2024
Sebaik-baiknya mendidik anak adalah mendidik diri sendiri.
K. H. Abdullah Gymnastiar
Jadilah seseorang yang pintar merasa, jangan yang merasa pintar.
- Anonymous
If you creeping, please don’t let it show
Mawas Diri
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia diciptakan untuk mampu berpikir, merasa, melihat apa yang ada di sekitarnya. Gue beberapa minggu belakangan ini lagi aneh aja sama sikap orang yang maunya menang sendiri. Apapun yang orang itu lakukan, mau benar atau salah dimata orang lain, menurut dia “gue bener kok” dan selalu ada alasan yang membenarkan atas semua tindakan yang dia lakukan.
Ternyata di belakang itu semua, banyak orang-orang yang kecewa atas sikap dan perkataan dia. Gue sering denger cerita dari temen-temen kalo si paling bener ini bikin kecewa dan gue denger cerita temen-temen gue bukan cuma sekali tentang si paling bener. Sering cuy.
Karena seringnya dengerin cerita temen gue tentang si paling bener itu (bukan ghibah ya), akhirnya diotak gue bertanya-tanya :
“Dia sebenernya merasa gak sih kalo banyak orang yang gak suka sama sikap dia?”
“Dia paham gak kalo orang-orang tuh gak mungkin unrespect sama dia tanpa ada sebabnya?”
“Dia pernah gak ya introspeksi diri kenapa orang-orang pada unrespect ke dia?”
Well, gue nulis ini karena gue resah aja sih. Kenapa ada orang yang kayak gitu. Selalu merasa dirinya paling benar even itu sama orang tuanya sendiri. Semoga gue dan orang yang mungkin baca ini dijauhkan dari sikap menyebalkan. Harapan gue semoga kita bisa berdampak baik bagi diri kita dan orang lain. Basiclly kalo kita mau introspeksi diri dan bersikap baik dengan orang lain, gue rasa orang lain juga akan baik sama kita. Rumusnya bagi gue respect each other aja sih kalo hidup lo mau adem ayem.
Jakarta, 20 Oktober 2022
“Emosi yang tidak terespreksikan tidak akan pernah mati. Emosi itu dikubur hidup-hidup dan akan tampil dengan cara yang lebih buruk.”
— Sigmund Freud
Atau bisa lebih baik?
Bisaa
Do not lose hope. Nor be sad.
Surah Ali Imran : 139
Ayah dan Anak Perempuannya
Ini perjalanan tidak sebentar. Seorang ayah justru memberikan kursinya untuk tidur anak perempuannya. Sepertinya kondisi anak tersebut memang sedang tidak sehat.
Ia justu membiarkan dirinya duduk di koridor bus kota. Tempat kotor yang dibenci banyak orang. Tapi begitulah mungkin, seorang ayah akan membiarkan dirinya terhina daripada anaknya menderita.
Tiba-tiba anak perempuan itu menangis. Ayah dari anak itupun lalu menggendong untuk menenangkan. Bener banget ya, sekuat apapun seorang ayah pasti akan kerepotan mengurus seorang anak tanpa seorang ibu.
Tapi bicara tentang menjadi sosok yang kuat. Ibuku selalu mengajarkanku untuk menjadi sosok yang kuat seperti ayah. Walaupun dari buku yang pernah kubaca. Sekuat apapun seorang lelaki ia pasti pernah menangis sebab ibu, istri ataupun anak perempuannya.
Mungkin itulah mengapa jarang sekali melihat seorang ayah menangis sendu, tetapi saat pernikahan putri perempuannya dia tak bisa lagi menyembunyikan tangis sendunya.
Sembari menengkan anaknya yang sedang menangis. Ayah itu menatap lekat-lekat mata buah hatinya. Besar dugaanku ia berkata dalam hati "Sebesar apapun sayangku padamu nak, utamakan dulu cintamu pada ibumu"
“Lebih baik anakku terluka karena ia berlari lalu terjatuh daripada ia terluka karena ia datang padaku lalu sikap dan perkataanku membuat hatinya patah sampai berkeping-keping.”
—taufikaulia
Luka karena terjatuh bisa jadi pengalaman dan pelajaran, tapi luka karena salah asuh bisa jadi trauma dan preseden buruk bagi perkembangan kepribadian anak di masa depan.
Saat Oji sakit kemarin, saya orang yang paling tega melihatnya menangis dan meronta karena disuntik atau dipasangi infus berkali-kali. Saya sangat mengerti, itu demi kesembuhannya.
Namun tadi siang saat saya sedang bicara di meeting kantor, Oji datang sambil digendong @clarissaintans. Oji ceria sekali, baru dibelikan balon oleh omanya. Dan di depan pintu Oji memanggil-manggil sambil melihat saya, “Babaaaaah, babaaaaaah, babaaaahhh.” Matanya yang bening itu antusias sekali. Oji belum bisa bicara. Mungkin maksudnya, ayaaaah, ayaaahh, lihat nih Oji punya baloooonnn ayo main sama Oji yaaahh. Saat itu saya hanya bisa menjawab dengan kode: iya sebentar ya sayang.
Menyesal sekali rasanya. Ingin saya langsung menghambur saat itu juga kepada Oji.
Setelah menikah dan menjadi orang tua, dunia saya dan Intan berubah drastis. Ada satu makhluk kecil nan lucu yang tiap hari makin pintar yang hidup di tengah-tengah kami. Prioritas-prioritas kami berubah. Tentu kami bahagia dan ini yang kami harapkan. Karenanya kami jadi pembelajar dan ingin lebih banyak belajar lagi setiap harinya. Makhluk pintar ini harus tumbuh jadi sebaik-baik manusia.
Luka pengasuhan adalah luka yang paling kami takuti tertoreh pada diri anak-anak kami. Orang tua kami telah begitu luar biasa membesarkan dan mendidik kami, tapi kami ingin jadi orang tua yang lebih baik lagi.
Ngomong-ngomong soal luka pengasuhan, menurutmu apa saja luka pengasuhan yang mesti kita waspadai sebagai orang tua?
Pagi-pagi kepikiran kerjaan
Berkesan, tidak berkesan atau even mungkin berkesan namun sempat membuat hati kita terluka. Tetap saja, perpisahan ya tetap perpisahan. Ketika berpisah dengan seseorang akan ada sedih dan rasa kehilangan yang tercipta. Meskipun orang tersebut pernah membuat catatan pedih dikehidupan kita. Belakangan ini, gue sering denger cerita konseli yang ditinggal bokap atau nyokapnya (divorce). Gue yang denger ceritanya aja, terasa perih. Asli. Hal yang gue sadari dari sekian cerita konseli itu, bahwa setiap perpisahan itu pasti membuat sesak hati dan rasa sedih. Gue harap, kalian yang mungkin baca ini dan kalian lagi dilanda perpisahan dengan seseorang yang berkesan baik atau buruk, semoga diberi kekuatan yaa. Good luck Jakarta, 27 April 2022
Emosi yang tidak terespreksikan tidak akan pernah mati. Emosi itu dikubur hidup-hidup dan akan tampil dengan cara yang lebih buruk.
Sigmund Freud
Asertif
Sesuatu yang baik akan selalu diingat jika disampaikan dengan cara yang baik. Sesuatu yang tidak baik jika disampaikan dengan cara yang baik pun akan baik pula diterimanya. Begitu sebaliknya.